
" Oh iya ya.. sejak kecil kan au memang pinter , pinter buat rumah - rumahan dari tanah 🤠"
" Jiwa jiwa arsitek , sekarang jadi kerjaan ku itu . Pinter main karet , kayang juga , Astagaaaaa " ucap Deni yang merasa lucu saat masa - masa kecil mereka
" Main kelereng jangan lupa dirimu he he he , main bongkar pasang , main masak - masak an " ucap Ara yang sudah mulai tertawa
" Iya , biasa kalau habis menang banyak , langsung di panggil aku sama mamak ku , di suruh tidur , terus kalian emosi Wkwkkwkw "
" Tulah apa gak esmosi kami , pande kali bude kan 😄😄😄 tau aja anak nya menang " ucap Ara
" Oh iya kemaren kan aku pernah bilang sama mu , au boleh merid duluan , tapi aku minta dari ujung rambut sampai ujung kaki ha ha ha " tambah Ara
" Dah gilak kau , bagusan kau aja yang aku lamar he he he "
" Ya aku gak mau lah dilamar kau , ogah 😋 ha ha ha " ledek Ara
" Aku pun gak mau 😆😆😆 " ucap Deni
" Ya udah nanti aku Tf uangnya , aku mau lanjut kerja dulu " tambah Deni
" Ok makasih ya Sahabat aku"
" Sama - sama "
Begitulah Ara dan Deni , kadang mereka bisa seperti Tom and Jerry , terkadang juga bisa seperti Abang dan Adik . Sudah beberapa kali orang tua mereka menjodohkan mereka , namun mereka menolak perjodohan itu . Karena bagi mereka bersahabat lebih membuat mereka nyaman ketimbang harus menjadi sepasang suami istri .
Ara pun melanjutkan pekerjaannya kembali .
" Saatnya pulang " ucap Ara
" Gak pulang kerumah dek , besok kan libur " tanya Mbak Rina
Sebenarnya Ara ingin sekali pulang , namun ia merasa lain di rumahnya sendiri .
Mereka pun kembali kerumahnya masing - masing , sedangkan Ara kembali ke Mess .
Keesokan harinya .
Ara mendapatkan pesan dari Bang Bobi .
" dr.Ara gak pulang , banyak pasien bandal di Rumah lho "
" Maksudnya apa bang " tanya Ara
" Tadi malam Abang ke rumah Mamak..Abang tanya Ara gak pulang , Kata orang itu semua , dr.Ara gak pulang "
Ara yang membaca pesan tersebut merasakan sedih , kemaren sewaktu pulang Mbak Pipit dan Uchi sudah meledeknya dengan memanggil Ara dengan panggilan Dokter . Mereka meledek Ara begitu karena Ara yang melarang kepulangan Uchi dan Mamak dari Rumah Sakit , mereka beranggapan Ara sok pintar melebih Dokter . Ara bersikap sabar , walau sebenarnya dia sudah ingin menangis , namun dia tahan mengingat Mamak ada di sana pada waktu itu .
" Itu alasan yang membuat Ara malas pulang "
" Ha ha haa ,udah jangan di bawa serius kali , pikiran tenang itu obat semua penyakit " ucap Bang Bobi
" Iya " cuma kata itu yang bisa Ara tulis , Ara tau baik Bang Bobi dan yang lainnya semua sama .
Tanpa disengaja Air mata itu jatuh lagi . Semua keluarganya seperti menyalahkan Ara . Tanpa terkecuali .
Ara terdiam sendiri di kamar nya , ia masih memikirkan dengan semua sikap keluarganya .
" Apa aku seharusnya gak usah pulang dulu ke rumah untuk beberapa saat ini " bathin Ara
Di satu sisi Ara tidak ingin kembali ke rumahnya , tapi di sisi yang lain , Ara juga merindukan Mamak dan keponakannya . Entahlah terkadang hidup selalu sulit untuk di tebak . Di saat mereka butuh mereka mendekat , di saat kondisi seperti ini mereka seperti menjatuhkan Ara . Apa ini yang di sebut keluarga ???