It's All About Me

It's All About Me
bag 57



" Oh iya ya.. sejak kecil kan au memang pinter , pinter buat rumah - rumahan dari tanah 🤭 "


" Jiwa jiwa arsitek , sekarang jadi kerjaan ku itu . Pinter main karet , kayang juga , Astagaaaaa " ucap Deni yang merasa lucu saat masa - masa kecil mereka


" Main kelereng jangan lupa dirimu he he he , main bongkar pasang , main masak - masak an " ucap Ara yang sudah mulai tertawa


" Iya , biasa kalau habis menang banyak , langsung di panggil aku sama mamak ku , di suruh tidur , terus kalian emosi Wkwkkwkw "


" Tulah apa gak esmosi kami , pande kali bude kan 😄😄😄 tau aja anak nya menang " ucap Ara


" Oh iya kemaren kan aku pernah bilang sama mu , au boleh merid duluan , tapi aku minta dari ujung rambut sampai ujung kaki ha ha ha " tambah Ara


" Dah gilak kau , bagusan kau aja yang aku lamar he he he "


" Ya aku gak mau lah dilamar kau , ogah 😋 ha ha ha " ledek Ara


" Aku pun gak mau 😆😆😆 " ucap Deni


" Ya udah nanti aku Tf uangnya , aku mau lanjut kerja dulu " tambah Deni


" Ok makasih ya Sahabat aku"


" Sama - sama "


Begitulah Ara dan Deni , kadang mereka bisa seperti Tom and Jerry , terkadang juga bisa seperti Abang dan Adik . Sudah beberapa kali orang tua mereka menjodohkan mereka , namun mereka menolak perjodohan itu . Karena bagi mereka bersahabat lebih membuat mereka nyaman ketimbang harus menjadi sepasang suami istri .


Ara pun melanjutkan pekerjaannya kembali .


" Saatnya pulang " ucap Ara


" Gak pulang kerumah dek , besok kan libur " tanya Mbak Rina


Sebenarnya Ara ingin sekali pulang , namun ia merasa lain di rumahnya sendiri .


Mereka pun kembali kerumahnya masing - masing , sedangkan Ara kembali ke Mess .


Keesokan harinya .


Ara mendapatkan pesan dari Bang Bobi .


" dr.Ara gak pulang , banyak pasien bandal di Rumah lho "


" Maksudnya apa bang " tanya Ara


" Tadi malam Abang ke rumah Mamak..Abang tanya Ara gak pulang , Kata orang itu semua , dr.Ara gak pulang "


Ara yang membaca pesan tersebut merasakan sedih , kemaren sewaktu pulang Mbak Pipit dan Uchi sudah meledeknya dengan memanggil Ara dengan panggilan Dokter . Mereka meledek Ara begitu karena Ara yang melarang kepulangan Uchi dan Mamak dari Rumah Sakit , mereka beranggapan Ara sok pintar melebih Dokter . Ara bersikap sabar , walau sebenarnya dia sudah ingin menangis , namun dia tahan mengingat Mamak ada di sana pada waktu itu .


" Itu alasan yang membuat Ara malas pulang "


" Ha ha haa ,udah jangan di bawa serius kali , pikiran tenang itu obat semua penyakit " ucap Bang Bobi


" Iya " cuma kata itu yang bisa Ara tulis , Ara tau baik Bang Bobi dan yang lainnya semua sama .


Tanpa disengaja Air mata itu jatuh lagi . Semua keluarganya seperti menyalahkan Ara . Tanpa terkecuali .


Ara terdiam sendiri di kamar nya , ia masih memikirkan dengan semua sikap keluarganya .


" Apa aku seharusnya gak usah pulang dulu ke rumah untuk beberapa saat ini " bathin Ara


Di satu sisi Ara tidak ingin kembali ke rumahnya , tapi di sisi yang lain , Ara juga merindukan Mamak dan keponakannya . Entahlah terkadang hidup selalu sulit untuk di tebak . Di saat mereka butuh mereka mendekat , di saat kondisi seperti ini mereka seperti menjatuhkan Ara . Apa ini yang di sebut keluarga ???