
" Ini bukannya temennya Jupe ya bul " tanya Nita
" Iya Ta " jawab Ara
" Kalian pacaran dek , kok bisa , sejak kapan " tanya Mbak Rina
" Panjang ceritanya Mbak " jawab Ara
" Ini Reza Reza itu kan " tanya Mbak Rina lagi
" Iya Mbak , ini saya Reza " jawab Reza tersenyum
" Ya ampun dek , padahal kayaknya baru kemaren diomongin .. eh udah jadian aja " ucap Mbak Rina
" Di omongin apa ya Mbak " tanya Reza
" Ya itu , waktu kemaren Reza pertama kali kemari , terus Ara ketemu sama Reza , Ara itu dah langsung kagum sama adek " jawab Mbak Rina
" Oh iya Mbak " ucap Reza sambil melirik ke arah Ara
Ara yang mendapat lirikan dari Reza pun tersenyum malu .
" Beneran ya " tanya Reza kepada Ara
" Gak kok .." jawab Ara berbohong
" Iya lho dek , kemaren kan sempat bilang gitu sama Mbak " ucap Mbak Rina
" Aduh .. Mbak Rina ini .. buat Ara malu aja " bathin Ara
" Iya juga gpp kok Yang " ucap Reza
" Cie bul - bul udah sayang - sayangan aja ni " ledek Nita
" Ehemmm .. ada yang jadian tapi gak bilang - bilang ni kayaknya Mbak " ucap Angga kepada Mbak Rina
" Iya kan dek " ucap Mbak Rina
" Semuanya sebentar ya " ucap Ara sambil membawa Reza keluar dari Ruangan .
Ara pun menarik tangan Reza .
" Mbak .. Semuanya .. Saya Pamit ya .. " ucap Reza berpamitan kepada Mbak Rina dan yang lainnya .
Ara dan Reza pun sudah berjalan ke arah Taman .
" Kenapa Sayang senyam senyum " tanya Ara yang dari tadi memperhatikan Reza .
" Karena lagi bahagia " jawab Reza
" Bahagia kenapa "
" Makasih ya Sayang " tambah Reza lagi sambil mengusap kepala Ara .
" Iya Sayang sama - sama .. Aku tu udah gak mau lagi sembunyi - sembunyi dari mereka , dan aku janji sama kamu , pada saat aku balik ke Rumah , aku akan bilang sama Mamak " ucap Ara
" Iya .. karena lebih cepat lebih baik , aku tu kangen sama kamu , makanya aku samperin ke Rumah Sakit sambil bawa cemilan buat kamu " ucap Reza
" Iya aku tau Sayang , tapi kerjaan aku lagi banyak banget , dan aku juga gak bisa lama - lama nemeni kamu , aku balik keruangan ya Sayang " ucap Ara sambil memegang tangan Reza
" Baru 10 menit Yang , gak bisa bentar lagi " rengek Reza
" Gak bisa Sayang " ucap Ara
" Ya udah deh , aku balik .. Sayang jangan lupa rinduin aku ya he he he " ucap Reza sambil tertawa kecil
" Uhhh dasarrrr kamu tu ya " ucap Ara sambil mencubit pinggang Reza
" Aduuh duhh Yang .. sakit tau .. bukannya di cium malah di cubit he he he "
" Ni mau " ucap Ara sambil menggengam tagannya ala - ala Pemain Tinju sambil diperlihatkan kepada Reza
" Ya Ampun galaknya cewek satu ini .. Pacar siapa seh kamu " tanya Reza berpura - pura
" Pacarnya Reza Wiratama ... Kamu kenal " tanya Ara balik
" Ohh .. kenal dong , itu kan cowok yang soleh .. baik hati .. cowok yang sangat mencintai pacarnya .. menyayangi pacarnya .. pokoknya cowok yang gak mau kehilangan pacarnya itu .. " jawab Reza membanggakan dirinya sendiri
" Alhamdulillah .. hmm aku boleh minta tolong gak titip pesan ke dia nya " ucap Ara
" Boleh .. apa isi pesannya "
" Isi pesannya bilangi ke dia , kalau hati ini cuma untuk dia .. sayang dan cinta ini juga untuk dia , jadi jangan khawatir " ucap Ara sambil tersenyum manis
" Siap Ibu Negara perintah dilaksanakan " ucap Reza sambil hormat
" Ya udah aku balik ya Sayang " tambah Reza lagi
" Iya Sayang , makasih ya untuk cemilannya "
" Sama - sama Sayang , kamu gak usah nganterin aku ke Parkiran , kamu langsung balik aja ke Ruangan "
" Ya udah aku balik ya , kamu hati - hati dijalan , sampaikan salam aku ke Mama " ucap Ara sambil mencium tangan Reza
" Iya Sayang " ucap Reza sambil mengusap kembali kepala Ara .
Hal sederhana usapan kepala yang mampu membuat perasaan lebih tenang dan nyaman , dan Ara suka diperlakukan seperti itu .
Reza pun mulai berjalan meninggalkan Ara , sedangkan Ara sendiri sudah berjalan kembali ke Ruangan . Tanpa mereka sadari ada sepasang Bola Mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan . Tatapan yang sulit untuk diartikan .