It's All About Me

It's All About Me
bag 70



" Kamu tau , seseorang yang selalu berhasil meyakinkan aku dengan rasa sayangnya dengan rasa cintanya dan mengatakan bahwa dia adalah lelaki terbaik untuk aku , dan berjanji gak akan pernah ninggalin aku , ternyata apa !!!semuanya bohong , mereka Pembohong , mereka selalu berhasil mempermainkan aku , dan itu adalah kebodohanku , yang selalu percaya dengan ucapan mereka " ucap Ara yang merasa dirinya takut untuk dibohongi kesekian kalinya .


" Sekarang kamu tatap mata aku , apa kamu lihat ada kebohongan di sana " ucap Reza


" Gak semua laki - laki itu sama Ra " tambah Reza lagi


" Itu juga yang mereka bilang , jangan memberi harapan kalau kamu sendiri yang nantinya bakal memupuskan harapan itu , dan aku merasa kamu salah udah sayang sama aku , kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dan itu bukan aku " ucap Ara


" Aku bakal buktiin ke kamu Ra , kalau apa yag aku rasa ke kamu itu , bukanlah suatu kesalahan "


" Aku capek , ini udah malam , sebaiknya kita pulang " ucap Ara mengalihkan pembicaraan .


Reza pun mengikuti apa yang Ara bilang , Reza tau bahwa selama ini Ara selalu disakiti bahkan Reza juga tau kalau beberapa bulan ini Ara lebih banyak menangis . Reza paham sejak saat itu rasa percaya Ara terhadap laki - laki juga berkurang . Reza meyakini dirinya bahwa dia bakal berusaha membuktikan kepada Ara bahwa apa yang dia rasakan bukanlah suatu kebohongan , dan dia akan mengembalikan rasa percaya Ara terhadap dirinya serta dia berjanji akan menghapus tangis Ara dan akan di ganti dengan senyum kebahagiaan .


Mereka pun beranjak pergi . Reza mengantarkan Ara kembali pulang ke Rumah Sakit hampir pukul sembilan malam . Di dalam perjalanan mereka lebih banyak terdiam . Mereka sibuk dengan pikirannya masing - masing . Sesekali Reza melihat ke arah Ara, namun Ara hanya melihat keluar Arah jalan .


Sampailah mereka di parkiran Rumah Sakit . Sebenarnya Reza ingin mengantarkan Ara sampai depan pintu kamar Mess , namun Ara melarangnya . Ia tidak mau teman - teman nya berpikiran macam - macam terhadapnya .


" Makasih untuk hari ini ya Za " ucap Ara yang masih berada di dalam Mobil Reza


" Aku yang seharusnya bilang masih ke kamu , karena kamu mau aku ajak pergi " ucap Reza


" Iya sama - sama " ucap Ara sambil tersenyum


" Aku balik ya , kamu hati - hati dijalan " tambah Ara lagi .


Pada saat Ara ingin membuka pintu Mobil , tiba - tiba Reza mencegahnya .


" Ra tunggu " cegah Reza


" Apa lagi Za "


" Kasih aku kesempatan ya " ucap Reza


" Kesempatan apa Za " tanya Ara


" Kesempatan untuk bisa ngebuktiin ke kamu , kalau aku beneran serius sama kamu " jawab Reza


" Terserah kamu " ucap Ara


Ara pun hanya bisa tersenyum dan membuka pintu Mobil Reza .


" Bye Za , Assalamu'alaikum , hati - hati dijalan ya " ucap Ara pamit kepada Reza


" Wa'alaikum salam , langsung bersih - bersih setelah itu istirahat ya Ra , Aku sayang kamu " ucap Reza


Sekali lagi Ara hanya bisa tersenyum dan langsung menutup pintu Mobil tersebut .


Ara lalu berjalan ke arah Mess , dilain sisi Reza masih melihat Ara dari dalam Mobilnya sampai Ara benar - benar menghilang dari pandangannya . Setelah itu Reza kembali pulang ke Rumah .


Sesampainya di Mess , Ara baru bisa bernapas lega . perasaannya campur aduk antara harus percaya atau tidak . Ia merasa ini terlalu cepat , ia tidak mau kejadian yang dulu terulang lagi . Ia tidak mau mengambil keputusan terlalu cepat , dan ia masih takut untuk memulai hubungan yang baru . Ara masih butuh waktu .


Ara pun lalu membersihkan dirinya , setelah itu ia lalu pergi tidur , bagi Ara hari ini sangat melelahkan dan menguras pikirannya . Pada saat Ara mulai memejamkan matanya tiba - tiba Hp Ara berdering . Ara melihat siapa yang menelepon , ternyata Reza . Ara pun lalu mengangkat teleponnya .


" Assalamu'alaikum " ucap Ara


" Wa'alaikum salam , aku udah sampai rumah ya Ra , aku tau kamu gak nanya , tapi aku cuma mau kasih tau kamu aja , biar kamu gak khawatir , eh gak ya , ge er ternyata aku , he he he " ucap Reza dengan sangat percaya diri


" Apaan seh Za , Alhamdulillah kalau kamu udah sampai Rumah , sekarang kamu mandi ,terus Isya dulu baru tidur ya " ucap Ara


" Ehem udah ada yang perhatian ni " ledek Reza


" Yee siapa juga yang perhatian , dah ah aku ngantuk , mau tidur " ucap Ara


" Ya udah , selamat tidur Ara sayang , mimpi indah "


" Sayang - sayang , sejak kapan kita jadian " kesal Ara


" Sejak hari ini kan " ucap Reza dengan pervaya dirinya


" Idihh gak ada ya , dah ah malas bahas lagi , bye Za , Assalamu'alaikum "


" He he he Wa'alaikum salam Ra " ucap Reza menutup panggilan teleponnya .


" Ara - ara , aku janji bakal buat kamu nerima aku jadi calon suami kamu " bathin Reza penuh tekad dan keyakinan yang kuat