
Jupe yang melihat keadaan Ara yang seperti itu mencoba untuk menangkan Ara .
" Kakak gak boleh seperti ini , kasihan Reza kak " ucap Jupe sambil mengelus pundak Ara , memberikan ketenangan bagi Ara
" Sekarang kita siap - siap ke Rumah Sakit ya kak " pinta Jupe
Ara pun mulai bangkit , dan segera bersiap - siap untuk pergi ke Rumah Sakit . Dalam hatinya berkata Reza pasti baik - baik saja .
Jupe dan Ara pergi ke Rumah Sakit dengan menggunakan Sepeda Motor yang biasa Jupe Gunakan .
" Dek , cepetan ya , kakak takut terjadi sesuatu sama Reza " ucap Ara menyuruh Jupe untuk lebih cepat melajukan Sepeda Motor nya .
" Kakak tenang aja ya , kalau kita buru - buru yang ada kita juga bisa jatuh "
Ara pun akhirnya hanya bisa pasrah , ia tidak mungkin memaksa Jupe untuk mempercepat kendaraannya , itu sangat berbahaya bagi mereka maupun orang lain .
Selama di perjalanan Ara tidak pernah berhenti berdoa untuk keselamatan Reza . Ia sangat menyesali setiap kata yang ia ucapkan kepada Reza , itu telah membuat Reza mendiaminya beberapa hari ini , dan dia menyalahkan diri nya sendiri , dia merasa penyebab kecelakaan Reza ada hubungan nya dengan diri nya .
Sesampainya di Rumah Sakit , setelah Ara bertanya di mana Ruang Rawat Reza , Ara pun langsung berlari menuju Ruangan tersebut . Jupe pun mengikuti Ara dari belakang .
Dari jauh Ara melihat sepasang suami istri yang sedang menangis , Ara yakin itu adalah Mama dan Papa nya Reza . Dan di sana Ara juga melihat Roy dan juga Kevin , keduanya juga ikutan menangis .
Ara berjalan perlahan mendekati mereka . Air matanya juga sudah ikut mengalir .
" Roy " ucap Ara dengan suaranya yang bergetar
Roy pun langsung melihat ke arah Ara dan berkata " Ra , Reza .... Reza udah .. " ucapan nya terpotong ia tidak sangup lagi untuk melanjutkan perkataannya .
" Reza kenapa Roy ... Roy jawab aku , Vin .. Reza kenapa ... kenapa kalian gak jawab pertanyaan aku " tanya Ara yang semakin terisak
Mereka pun tidak bisa menjawab pertanyaan Ara , yang mereka lakukan hanya menangis , itu semakin membuat Ara takut bahwa terjadi sesuatu dengan Reza .
" Ara " suara lembut itu memanggil Ara , Suara dari Mama nya Reza
Ara pun melihat ke arah sumber suara , Ara mendekati Mama nya Reza .
" Kamu Ara , kan nak " tanya Mama nya Reza yang sudah bisa mengontrol kesedihannya .
" Iya buk " jawab Ara sambil mencium tangan Mama dan Papa nya Reza .
" Reza udah banyak cerita soal kamu , maafin anak Ibu ya , kalau selama ini sudah menyusahkan kamu " ucap Mama Reza
" Gak Buk , selama ini Reza gak ada nyusahin Ara , maafin Ara buk , gara - gara Ara , Reza jadi kecelakaan seperti ini " ucap Ara sambil menangis
Mama Reza pun mendekati Ara dan langsung memeluk Ara sambil berkata " Ini semua bukan salah kamu nak , jangan pernah berpikiran seperti itu , Reza sayang sekali sama kamu "
Ara pun semakin menangis di dalam pelukan Mama Reza .
Tidak berapa lama Febri sudah berlari sambil menangis mendekat ke arah mereka .
" Ngapain Lo disini " ucap Febri kepada Ara
Ara pun melepas pelukan Mama Reza dan melihat Febri .
" Aku tanya ngapain Lo di sini , Lo itu pembawa sial , seandainya Lo gak masuk kedalam kehidupan Reza , Reza gak akan Meninggal , ini semua gara - gara Lo , Lo yang buat Reza Meninggal " ucap Febri sambil menarik baju Ara dan mendorong Ara sampai Ara terjatuh
" Ara ... " serentak mereka memanggil Ara .
" Roy , ngapain Lo bantuin cewek sial itu " ucap Febri kesal di sertai air mata yang juga sudah jatuh di wajah cantik nya .
" Lo apa - apa an seh Feb , gak usah kasar juga sama Ara " bela Roy
" Nak Febri , Tante mohon jangan berkelahi di sini "
" Biar aja tante , memang sebaiknya cewek sial ini , gak berada diantara kita "
Ara yang mendengar semua perkataan Febri hanya bisa menangis . Ara terkejut dengan apa yang Febri kata kan .
" Reza meninggal .... Reza udah gak ada ...Reza udah ninggalin aku sendiri .. " bathin Ara , air matanya semakin deras .
Ara pun kembali terduduk di lantai .
" Ngapain Lo duduk disitu , bangkit , sebaiknya Lo pulang , tempat Lo bukan di sini "
" Cukup Febri , Om ngerti perasaan kamu , tapi kamu gak boleh memperlakukan Ara seperti itu " ucap Papa Reza mencoba menenangkan suasana .
Febri seketika terdiam . Mama Reza pun membantu Ara berdiri .
" Bu , apa betul Reza udah gak ada , apa betul Reza udah ninggalin kita " tanya Ara dengan berderai air mata
" Iya nak " jawab Mama reza sambil memeluk Ara , dan mereka berdua pun menangis
" Ara belum sempat bilang sayang ke Reza Buk , Ara justru udah nyakiti Reza "
" Tanpa kamu bilang , Reza pasti sudah tau perasaan kamu nak "
" Gak buk , ini semua salah Ara , ini salah Ara " ucap Ara semakin menangis histeris
" Gak sayang " ucap Mama Reza sambil mengelus bahu Ara
" Iya ini salah Ara Buk , hiks hiks .... Ara yang jahat , Ara menyesal buk , Ara mau Reza balik lagi huhuhuhuhuhu " tangis Ara pun semakin menjadi - jadi .
Mama reza pun mengelus kepala Ara dan berkata " Ibuk tau kamu sangat menyayangi Reza , tapi kita harus bisa ikhlasin "
" Reza ada di mana Buk , Ara mau lihat " ucap Ara sambil melepaskan pelukan Mama Reza
" Reza ada di dalam nak , sebentar lagi Reza akan dibawa menggunakan Mobil Ambulance "
" Boleh Ara lihat sebentar Buk " pinta Ara
" Silahkan nak "
Febri yang melihat Ara masuk kedalam kamar , dimana jenazah Reza berada pun semakin kesal , namun dia tidak bisa berbuat apa - apa , karena Papa Reza masih mengawasinya .
Ara lalu masuk kedalam kamar tersebut tanpa ditemani siapapun , bahkan Jupe yang tadi datang bersamanya pun tidak tau keberadaannya dimana .
Betapa terkejutnya Ara ketika melihat Reza yang terbaring ditempat tidur . Badannya sudah ditutupin keseluruhan dari atas sampai bawah menggunakan selimut Rumah Sakit .
Ara pun berjalan perlahan mendekati tempat tidur , ia memberanikan diri untuk membuka penutup bagian atas .
Setelah dibuka Ara syok ia sampai menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya . Air matanya jatuh sangat deras , didepannya sekarang sudah terlihat wajah Reza yang memucat , serta ada bekas darah disekitar telinga Reza , ia masih tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya saat ini . Dengan Refleks Ara langsung memeluk Reza , ia menangis sejadi - jadinya .
" Za bangun za , Za bangun .... Kenapa Reza tega ninggalin Ara sendiri , Za bangunnnnnn , Rezaaaaaaaaaa "