It's All About Me

It's All About Me
bag 44



Setelah semua berkas - berkas Mamak selesai , Mamak langsung di bawa ke Ruangan isolasi . Sesampainya di sana , Ara meminta ijin kepada temannya yang bertugas di Ruangan Isolasi tersebut untuk menyusun semua barang - barang bawaan Mamak kedalam Lemari . Setalah selesai menyusun barang bawaan Mamak , Ara pun pamit untuk keluar dari ruangan dan tak lupa ia memberikan semangat kepada Mamak . Hati Ara begitu sakit melihat kondisi Mamak , disatu sisi ia sedih karena tidak bisa menjaga Mamak langsung , tapi ia harus kuat , ia tidak boleh menangis , apa lagi menangis dihadapan Mamak , bisa - bisa Mamak bakal sedih melihat Ara menangis .


Malam harinya Ara mengirim pesan kepada Nila .


" Adek gimana keadaan mamak " tanya Ara


" Mamak udah tidur kak , tadi mamak batuk terus , Saturasi juga naik turun " jawab Nila


" Ya Allah dek , terus jadinya gimana dek "


" Untuk saat ini kondisi mamak masih stabil kak , cuma tadi lemas karena mamak muntah - muntah terus "


" Kabarin kakak perkembangan mamak ya dek , makasih udah mau bantu kakak " ucap Ara


" Iya kakak , udah kakak tidur juga , kakak baru sakit , jangan sampai kakak ngedrop lagi " ucap Nila


" Iya dek , makasih ya dek "


Ara pun menyudahi obrolannya bersama Nila . Malam ini ia tidak bisa tidur pikirannya melayang - layang , ia sangat menghawatirkan kondisi Mamak . Ara baru bisa tertidur sekitar pukul dua pagi .


Keesokan harinya .


Ara melihat kondisi Mamak dari balik jendela kamar . Disana terlihat Mamak tertidur dengan masih menggunakan selang Oksigen, sesekali mamak terbatuk . Dengan wajah pucatnya mamak hanya di Kamar sendiri . Ara ingin sekali mendampingi Mamak , namun tidak bisa .


Siang harinya Uchi mengirim pesan kepada Ara , ia mengatakan bahwasanya ia mulai Demam . Ara pun meminta ijin kepada rekan kerjanya untuk menjemput Uchi dari Mess .


Dengan terpaksa Uchi harus menuruti apa yang Ara bilang . Sesampainya di Rumah Sakit Uchi juga menjalankan beberapa rangkaian pemeriksaan . Dan menurut dokter Uchi juga harus di rawat Di Ruangan Isolasi . Ara pun menyetujui apa yang disarankan oleh Dokter , karena ia juga takut dengan kondisi adiknya tersebut .


Ara meminta Uchi dan Mamak berada dalam satu ruangan , agar Uchi masih bisa menjaga Mamak , mengingat kondisi Uchi pada saat itu , masih lebih baik .


Setelah Ara selesai mengisi beberapa berkas yang harus ditanda tangani , akhirnya Uchi bisa dibawa ke Ruangan Isolasi . Ara pun mengantar sampai pintu depan Ruangan Isolasi tersebut .


Sesampainya di ruangan kerja , Uchi menelepon Ara menggunakan sambungan Video call.


" Hallo iya dek " ucap Ara


" Lihat ni mbak , mamak nangis lihat adek masuk sekamar sama mamak " ucap Uchi memberitahu bahwasanya mamak nangis karena melihat Uchi yang juga ikut di rawat di Ruangan Isolasi .


" Mamak gak boleh nangis , nanti kepalanya pusing , ngedrop lagi , semangat ya mak , kan udah ada Uchi yang nemeni mamak sekarang " ucap Ara memberi semangat kepada mamak .


" Adek mau dibawain apa nanti " tanya Ara lagi


" Baju - baju adek , sama perlengkapan adek jangan lupa ya mbak " jawab Uchi


" Adek WA aja ya , apa - apa aja yang mau dibawa , nanti setelah mbak pulang dinas , mbak bawain barang - barangnya "


" Iya mbk "