It's All About Me

It's All About Me
bag 45



Setelah menyelesaikan pekerjaannya , Ara kembali ke mess sekitar pukul enam sore . Ara langsung membersihkan diri . Setelah selesai membersihkan diri sambil menunggu waktu Sholat Maghrib , Ara menyiapkan keperluan Uchi , ia mengambil semua barang - barang yang diperlukan dan memasukkannya kedalam tas .


Ara sudah selesai menyiapkan keperluan Uchi selama di Ruangan Isolasi , ia pun segera melaksanakan Sholat Maghrib . Setelah selesai Ara bersiap - siap untuk pergi ke Rumah Sakit .


Sesampainya di Rumah Sakit Ara menitipkan semua barang - barang tersebut kepada Petugas Medis .


" Dek kakak titip barang - barangnya kak Uchi ya " ucap Ara kepada Dara


" Iya kak " jawab Dara


" Makasih ya dek , kakak pulang dulu , kalau ada apa - apa segera kabarin kakak ya , kakak titip mamak sama adek kakak "


" Iya , aman itu kak , kakak jangan banyak pikiran juga ya , doakan mamak sama kak Uchi " ucap Dara


" Iya dek , makasih ya "


Ara pun meninggalkan Ruangan Isolasi , dan kembali ke Mess .


Sesampainya di Mess , Ara sedang di kamar sendirian , karena Bulek beberapa hari ini harus balik ke rumah , dikarenakan ada saudaranya yang sedang sakit .


Ara menelepon Uchi melalui panggilan Video Call


" Gimana keadaan mamak dek " tanya Ara ketika sambungan Video Call sudah terhubung


" Mamak lemas mbak , apa yang di makan , pasti mamak muntah , ini aja mamak masih muntah " jawab Uchi yang mengarahkan kameranya menghadap Mamak . Disitu Ara melihat kondisi mamak yang begitu lemah , mukanya semakin pucat dan masih menggunakan selang Oksigen .


" Ya udah adek urusin mamak dulu ya , adek jangan lama - lama tidurnya "


" Iya mbak "


Ara buru - buru memutuskan panggilan Video tersebut , ia sudah tidak tahan lagi melihat kondisi Mamak . Ara sudah hampir menangis .


Malam semakin larut Ara tidak bisa memejamkan matanya . Dia masih memikirkan kondisi Mamak dan adiknya , tanpa sengaja air mata itu pun sudah terjatuh . Ara menangis , ia merasa sedih kenapa Allah Swt memberinya begitu banyak cobaan . Sebegitu sayangnya kah Allah Swt . Ara tak henti - hentinya berdoa untuk kesembuhan Mamak dan adiknya , ia menyadari ada alasan kenapa Allah Swt memberinya begitu banyak cobaan , karena Allah Swt tau , Ara mampu melewati ini semua . Ara pun mulai terpejam .


Keesokan harinya .


Ara menyempatkan diri sebelum ke Kantor untuk melihat kondisi Mamak dari jendela kamar .


" Mamak gimana keadaannya " tanya Ara sedikit berteriak


Mamak hanya menjawab dengan anggukan .


" Mamak mau makan apa , mau buah "


Mamak menggelengkan kepalanya .


Mamak pun menganggukan kepalanya . Roti abon adalan roti kesukaan mamak .


" Ya udah nanti pulang kerja , Ara beliin ya mak , Ara kerja dulu "


" Adek gak di tanya mau makan apa mbak " tanya Uchi


" Gak he he he , dah ah mbak mau kerja dulu , nanti pulang kerja mbak bawain makanan " ucap Ara


Ara pun lalu menuju ruang kerja nya .


" Gimana keadaan Mamak Ra " tanya Luthfi


" Mamak masih pake selang Oksigen pi , muntah - muntah terus dari kemaren , lemas kali mamak pi " jawab Ara


" Sabar ya Ra , aku doain mamak sama Uchi lekas sembuh "


" Makasih ya pi "


Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka . Siang hari pada saat jam istirahat Ara meminta ijin kepada Luthfi ntuk keluar sebentar membeli roti dan buah - buahan untuk mamak .


" Pi aku mau ijin keluar bentar ya "


" Mau kemana Ra " tanya mbak Rina


" Mau beli roti mamak sama buahnya mbak " jawab Ara


" Nah ini uangnya untuk beli buah sama roti mamak " ucap mbak Rina sambil mengeluarkan uang seratus ribu .


" Gak usah mbak , Ara masih ada pegangan uang " ucap Ara menolak


" Udah dek , ambil aja , beliin apa yang mau Mamak sama Uchi makan ya dek " ucap mbak rina


" Makasih ya mbak , murah rezki selalu , aamin "


" Aamiin "


" Pi aku pergi dulu ya " ucap Ara kepada Luthfi


" Iya Ra , hati - hati ya "


" Iya Pi "