It's All About Me

It's All About Me
bag 94



Setelah Reza melepaskan pelukannya .. Reza menatap Ara lebih dalam .. itu membuat jantung Ara berdebar - debar .


" Sayang kenapa lihatin aku sampai segitunya " tanya Ara kepada Reza dengan tidak bisa menutupi kegugupannya


" Aku lagi lihatin wanita yang udah buat hari - hari aku itu bahagia .. makasih ya Sayang " ucap Reza sambil mengusap kepala Ara


" Sama - sama Sayang " jawab Ara


Reza pun kembali menatap Ara , namun kali ini ia mendekatkan dirinya lebih dekat lagi ke wajah Ara . Ara yang merasa takut dan gugup akan tingkah Reza pun mulai kebingungan , ia berpikir Reza akan menciumnya dan Ara belum siap akan hal itu . Reza pun Semakin dekat dan lebih dekat lagi mendekatkan wajahnya pada wajah Ara sehingga membuat Ara memejamkan matanya karena merasa malu .


" Sayang kenapa kok pejamin mata , mau aku cium ya he he he , ini ada bulu mata jatuh di pipi kamu Yang " ucap Reza sambil mengambil bulu mata yang ada di pipi Ara


Mendengar hal itu Ara langsung membuka Matanya dan pipinya pun langsung memerah menahan malu , karena ia sempat berpikir Reza akan menciumnya .


" Gak kok Yang , tadi mata aku kelilipan .. iya kelilipan " jawab Ara salah tingkah


" Aku bakal cium kamu ketika kita usah jadi suami istri " jawab Reza sambil mengelus kembali kepala Ara


Mendengar hal itu ada perasaan lega dihati Ara . Allah Swt begitu baik karena sudah mengirimkan lelaki baik untuknya .


" Sekarang kita pulang ya Sayang , kamu pasti udah cape banget " ucap Reza sambil mengelus pipi Ara


Ara pun membalas ucapan Reza dengan senyuman .


Akhirnya Mobil yang dikendarai Reza pun kembali melaju . Beberapa menit setelahnya mereka sudah sampai di Rumah Sakit . Ara pun langsung berpamitan kepada Reza .


" Sayang aku masuk dulu ya " ucap Ara


" Kamu jangan lupa bersih - bersih ,, sholat terus langsung tidur ya " ucap Reza


" Iya sayang , kamu juga hati - hati ya pulangnya "


" Iya sayang "


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikum Salam "


Ara pun pergi meninggalkan Reza , setelah Ara sudah tidak kelihatan lagi dari pandangannya , Reza pun kembali pulang ke Rumah .


Ara dan yang lainnya hari ini sangat disibukkan oleh beberapa berkas yang harus dikirim siang ini . Pada saat mereka lagi menyiapkan berkas - berkas , tiba - tiba ada yang mengetuk pintu ruangan mereka dan masuklah abang - abanh pengantar makanan , seperti biasa Mama Reza selalu mengirimkan makan siang untuk Ara .


" Permisi Mbak , ada kiriman makanan untuk Mbak Ara nya " ucap Abang - abang itu


" Iya saya sendiri bang " ucap Ara


" Ini makanannya ya Mbak " ucap Abang itu lagi sambil menyerahkan makanan tersebut


" Terimakasih ya bang " ucap Ara sambil menerima makanan tersebut


Abang - abang itu pun langsung berpamitan kepada Ara .


" Wuidihhh disaat kerjaan dah mau kelar , disaat perut sudah lapar .. disaat itu juga makanan datang , he he he .. makanan dari siapa Ra " tanya Luthfi


" Ada orang yang baik hati yang ngirimin , he he he kita siapin ini dulu ya Bro , habis itu baru makan" jawab Ara


" Okay "


Mereka pun menyiapkan kembali pekerjaan mereka . Setelah beberapa menit akhirnya kerjaan mereka kelar . Mereka pun membuka makanan tersebut . Pada saat mereka ingin makan .. tiba - tiba pintu ruangan diketuk kembali . Muncul lah abang - abang kali ini membawa satu buket bunga mawar putih .


" Permisi Mas .. Mbak .. mau cari ibu Ara " tamya abang - abang itu


" Iya Bang .. dengan saya sendiri .. " jawab Ara


" Ini Buk ada kiriman Bunga untuk ibu .. silahkan tanda tangan disini "


Ara pun mengambil bunganya lalu menandatangani kertas tersebut . Ara tersenyum menerima bunga itu , ia berpikir Rezalah yang mengirimkan bunga untuknya . Kemudian Ara mengambil dan membaca kartu ucapan yang diselipkan pada bunga tersebut .


**Mencintaimu bukanlah kesalahan ..


Memilikimu adalah Harapan..


Bersamamu adalah sebuah impian..


Menua bersamamu adalah Doa yang selalu aku panjatkan..


By Secret Admirer**