It's All About Me

It's All About Me
bag 48



Ara tidak membalas pesan Uchi lagi , dia lebih memilih tidak melanjutkan perdebatan , ketimbang harus terus beradu Argumen dengan Uchi . Dan Ara sangat menyesalkan dengan sikap keluarga yang lain . Mereka sepertinya mendukung keputusan Uchi .


Keesokan harinya Ara berangkat kerja dengan perasaan yang sulit untuk diutarakan . Siang hari setelah melaksanakan Sholat Dzuhur , Ara menghubungi Mamak , untuk membujuk Mamak agar tidak mengikuti apa yang diucapkan Uchi .


" Assalamu'alaikum Mak " sapa Ara


" Wa'alaikum salam " jawab Mamak


" Mamak udah makan , bagaimana keadaan Mamak ? " tanya Ara


" Mamak udah makan nak , udah minum obat , mamak juga udah enakan badannya " jawab Mamak


" Alhamdulillah " ucap Ara


" Hasil Swab Mamak udah keluar nak ? " tanya Mamak


" Udah Mak , masih Positif " Jawab Ara


" Mamak di sini aja dulu ya , sampai hasil Swab nya Negatif " tambah Ara


" Jadi kalau nanti Mamak di Swab lagi dan ternyata hasil nya masih Positif , Mamak masih di sini terus , bisa makin sakit Mamak kalau lama - lama di sini " ucap Mamak


" Temen Ara juga ada Mak , yang Swab nya sampai tujuh kali masih Positif , di sini Mamak tinggal istirahat sampai nunggu hasil Swab nya Negatif , ok Mak , tenang dulu di Ruangan ya " ucap Ara


" Gak mau , Mamak mau pulang aja besok , udah gak enak kali Mamak di Ruangan ini , yang tadinya badan Mamak udah sehat , jadi sakit lagi " ucap Mamak


" Ya Allah Mamak , kenapa gak ada satu orang pun yang mau mendengarkan Aku " bathin Ara


" Hmm Ya udah terserah Mamak gimana baiknya aja , Assalamu'alaikum " ucap Ara


" Wa'alaikum salam "


Di ruang kerja Ara lebih banyak diam . Luthfi dan mbak Rina yang menyadari hal tersebut pun menanyakan kenapa Ara lebih banyak diam hari ini .


" Ara kenapa , lagi ada masalah ya " tanya Luthfi


" Si Mamak , sibuk kali minta pulang pi " jawab Ara


" Lho kenapa Mamak minta pulang , hasil Swab Mamak masih Positif kan Ra " ucap Luthfi


" Iya kenapa mamak pinta pulang dek " tanya mbak Rina


" Masih Pi , semalam aku barantem sama Uchi , dia sibuk minta pulang , aku gak ijinin , sepertinya dia udah bicara sama Mamak , jadi Mamak juga ikut - ikutan mau pulang " ucap Ara kepada Lutfi


" Mamak tetap maksa mau pulang mbak , kata mamak kalau masih di sini lama - lama mamak makin sakit " tambah Ara ke mbak Rina


" Oalah Uchi kan tau resikonya apa , jadi kenapa dia malah seperti itu ? " tanya Luthfi heran dengan tingkah Uchi


" Aku juga gak tau pi , aku udah gak bisa bicara apa - apa lagi , tadi aku nelepon Mamak , Mamak juga gak mau dengarin apa yang aku bilang " ucap Ara


" Sedih sebenarnya tapi aku udah gak bisa berbuat apa - apa lagi " tambah Ara


" Uchi ini pun bukannya nenangi mamak malah sibuk kali minta pulang , sabar ya dek " ucap mbak Rina


" Iya sabar ya Ra , intinya semua udah Ara jelasin, Resiko juga udah Ara kasih tau . Aku paham apa yang Ara rasain sekarang , udah jangan berantem - berantem lagi ya " ucap Luthfi


" Iya Mbak , Pi " ucap Ara