
" Keluarga Ibu Anisa " teriak Ara
Pria itu berjalan kearah Ara dan berkata " Iya mbak "
" Bang ini berkas Ibu , jangan sampai hilang ya " ucap Ara
" Apakah ada berkas lagi yang harus saya lengkapi di sana Mbak " tanya Pria itu
" Abang bawa aja KK dan KTP Ibu yang foto kopi , untuk jaga - jaga , biar tidak bolak balik , kasihan Ibu nanti kalau harus bolak balik " jawab Ara sedikit gugup , karena jarak Ara dengan Pria itu cukup dekat .
" Iya ya mbak " ucap Pria itu sambil tertawa ringan .
" Subhanallah Abang ini bener - bener buat dag dig dug " bathin Ara
" Terimakasih ya Mbak " ucap Pria itu lagi
" Sama - sama Bang "
Ara pun segera masuk kembali ke dalam ruangannya .
" Bisa salah tingkah aku di depan dia lama - lama " bathin Ara
" Ya Allah Mbak Rin " ucap Ara kesemsem
" Kenapa nya dek ? " tanya Mbak Rina
" Cowok tadi di lihat dari dekat makin manis , padahal make masker he he he " jawab Ara
" Kalau kau lah ya dek , ada aja " ucap Mbak Rina
" Jadi udah di minta nomor Hp nya Ra " tanya Luthfi
" Belum lah Pi , ishh malu lah , masa aku minta nomor Hp duluan " jawab Ara
" Iya gpp lho " ucap Luthfi
" Iya dek bener tu " ucap Mbak Rina menambahi
" Gak ah mbak , dah ah lanjut kerja lagi kita he he he "
" Ra ra , gimana mau dapat pacar " ucap Luthfi
" Selow Pi , jodoh makin dikejar makin lari , biarkan dia datang dengan sendirinya "
" Iya bener tu dek " ucap Mbak Rina
" Iya kan Mbak he he he "
Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka .
Beberapa lama kemudian .
Angga dan Nita sudah selesai mengerjakan pekerjaan mereka di depan . Mereka lalu membantu menyiapkan berkas - berkas yang lagi dikerjakan oleh Mbak Rina dan juga Ara . Sedangkan Luthfi sudah balik duluan .
" Kenapa Mbak " Ucap Angga
" Tadi Ara ketemu Cowok manis , kesemsem dia Ngga " ucap Mbak Rina menceritakan kejadian tadi
" Iya kak , gak kenalan kakak , siapa namanya " tanya Angga kepada Ara
" Bagh mana ada kakak kenalan , malu lah dek " jawab Ara
" Itu tadi keluarga pasien " tambah Ara lagi
" Yang mana bul " tanya Nita rekan kerja sekaligus keponakan Ara , anak dari Kakak Sepupu Ara
" Pasien Dokter Mata keluarganya, tadi mau ambil resep kaca mata , jadi ya kemari dulu ngurus berkas - berkasnya " ucap Ara
" Yang mana ya Kak Angga , kok Nita gak tau " tanya Nita heran kepada Angga
" Kau aja gak tau , apa lagi Kakak " jawab Angga
" Udah jangan di bahas lagi , kasihan anak orang nanti keselek di rumah , karena dari tadi di omongin terus he he he " kata Ara sambil tertawa
" Tapi penasaran Nita bul " ucap Nita
" Palingan minggu depan Chek Up ke Dokter lagi , itu pun kalau " ucap Ara
" Iya juga ya bul " ucap Nita
Mereka pun akhirnya menyelesaikan pekerjaan mereka hingga pukul enam sore . Ara dan Nita kembali ke Mess , sedangkan Angga dan Mbak Rina kembali ke rumah masing - masing .
Sesampainya Di Mess , Ara membersihkan diri , setelah itu ia lalu menghubungi Mamak melalui sambungan Video Call .
" Assalamu'alaikum Mak " sapa Ara
" Wa'alaikum salam " jawab Mamak yang sudah kelihatan lebih baik .
" Gimana keadaan Mamak " tanya Ara
" Mamak Alhamdulillah udah enakan , hari Jumat nanti Mamak sama Uchi Chek Up kedokter " jawab Mamak
" Alhamdulillah , iya nanti Ara ambilin nomor Antrian buat berobatnya ya Mak " ucap Ara
" Ara baru mandi nak "
" Iya Mak , baru pulang kerja langsung mandi , tadi lembur di Kantor "
" Di jaga kesehatannya nak , jangan telat makan "
" Iya Mamak , ya udah Mak , udah mau Maghrib , Ara mau siap - siap dulu ya Mak "
" Iya Nak , Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikum salam Mak "