It's All About Me

It's All About Me
bag 31



Keesokan Harinya .


Ara bangun pagi - pagi seperti biasa , ia sangat bersemangat hari ini . Hari ini hari pertama ia kembali bekerja setelah selama ini ia harus libur akibat sakit yang dideritanya . Sesampainya di Rumah Sakit teman - teman Ara menyambut Ara dengan perasaan senang . Mereka senang Ara sudah sehat dan bisa kembali beraktifitas seperti biasanya . Ara memulai pekerjaannya dengan perasaan senang , ia merindukan meja kerjanya , merindukan teman - teman kerjanya .


" Selamat datang kembali kak " sapa Tari


" He he he makasih ya dek , enak lah adek udah pulang duluan . Kakak nya ditinggal " ucap Ara


" Ha ha ha namanya hasil adek Negatif kak , kakak gak sedih kan adek tinggal " tanya Tari dengan rasa percaya dirinya


" Gak , ha ha ha " jawab Ara diselingi ketawa


" Udah ah kita kerja dulu " tambah Ara


Mereka pun melanjutkan pekerjaan .


Sekitar pukul sepuluh pagi Dokter Spesialis Paru telah hadir , Ara pun melakukan Chek Up .


" Permisi dokter " sapa Ara


" Iya Ara masuk , gimana keadaannya " tanya Dokter .


" Udah enakan Dokter , cuma kemaren waktu pulang Ara sempat Demam , terus napasbnya juga belum normal , sama oyong Dokter " jawab Ara


" Iyaa saya lihat kamu bicara juga masih berat atur napas nya " ucap Dokter


" Masih satu - satu napas nya ya Dokter he he he , kemaren ara juga sempat konsumsi PARACETAMOL tiga hari Dokter , karena kepala ara sakit " ucap Ara


" Ada di bawa hasil Foto yang kemaren , Dokter mau lihat " tanya dokter


" Ada dokter " Ara pun menyerahkan dua hasil Foto kepada Dokter .


Dokter menjelaskan kepada Ara tentang penyakitnya , setelah itu Dokter memberikan resep obat dan memberikan surat kontrol untuk minggu depan , karena Dokter masih ingin melihat perkembangan penyakit Ara .


Setelah selesai Ara pun kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya kembali . Hari ini Ara pulang agak telat , dikarenakan Ara harus menyelesaikan laporannya yang tertunda . Jam sudah menunjukkan pukul lima sore , Ara pun bersiap - siap untuk kembali pulang . Sesampainya di Mess, ia pun bersih - bersih terlebih dahulu kemudian mengistirahatkan badan nya .


Tiba - tiba telepon Ara berdering ada panggilan masuk dari Dirga .


" Hallo assalamu'alaikum sayang " sapa Dirga


" Kenapa suara nya gitu yank , kamu sakit " tanya Dirga


" Agak demam badan nya yank , mungkin karena kecapean , palingan istirahat bentar Demam nya hilang " jawab Ara


" Kamu udah mulai kerja yank , bukannya besok " tanya Dirga


" Iya yank , hari ini aku udah mulai kerja , maaf ya aku gak kasih kabar ke kamu , soalnya temen kerja aku masuk Isolasi juga , lagian aku udah bosan yank di Mess terus " jawab Ara


" Ya udah kamu istirahat dulu ya , jangan lupa minum obatnya , nanti kalau kerjaan aku udah kelar , aku samperin kamu ke Rumah Sakit " ucap Dirga


" Iya yank "


" Love you sayang aku , Assalamu'alaikum "


" Love you more sayang , Wa'alaikum salam " ucap Ara menutup panggilan dari dirga .


Ara pun istirahat sebentar sambil menunggu waktu Sholat Maghrib . Hari ini ia kelelahan sampai - sampai badannya kembali Demam .


Malam ini Ara di Mess sendirian , adik Ara dan bulek pulang ke rumah . Jadilah Ara kesepian di kamar itu . Ara pun tidur cepat malam ini .


Keesokan harinya kondisi Ara sudah tidak Demam lagi , sebelum berangkat ke Rumah sakit ia menghubungi Dirga , namun nomor Hp nya tidak aktif . Sampai siang hari pada saat istirahat , Ara mencoba menghubungi Dirga kembali , namun nomor Hp Dirga masih tidak aktif . Ara pun semakin gelisah .


Malam harinya ada pesan masuk dari Keyla .


" Kak , tadi abang titip pesan , suruh bilang ke kakak , kalau Hp abang rusak , Hp yang kecil juga mati , dan abang sekarang lagi sakit " kata Keyla


" Ya Allah dek , pantesan aja kakak hubungi dari tadi abang gak bisa , abang sakit apa dek " tanya Ara khawatir


" Abang Demam kak , tadi gak mau makan dia , tapi sekarang dia udah makan , dan udah minum Obat , sekarang abang udah tidur " ucap Keyla


" Syukurlah dek , kalo ada apa - apa.sama abang segera kabarin kakak ya dek " ucap Ara


" iya kak "


Setelah mengetahui keadaan Dirga , ara pun sedikit tenang , ia berdoa semoga besok keadaan Dirga membaik .