
Keesokan Harinya .
Ara bangun pagi - pagi seperti biasa , ia sangat bersemangat hari ini . Hari ini hari pertama ia kembali bekerja setelah selama ini ia harus libur akibat sakit yang dideritanya . Sesampainya di Rumah Sakit teman - teman Ara menyambut Ara dengan perasaan senang . Mereka senang Ara sudah sehat dan bisa kembali beraktifitas seperti biasanya . Ara memulai pekerjaannya dengan perasaan senang , ia merindukan meja kerjanya , merindukan teman - teman kerjanya .
" Selamat datang kembali kak " sapa Tari
" He he he makasih ya dek , enak lah adek udah pulang duluan . Kakak nya ditinggal " ucap Ara
" Ha ha ha namanya hasil adek Negatif kak , kakak gak sedih kan adek tinggal " tanya Tari dengan rasa percaya dirinya
" Gak , ha ha ha " jawab Ara diselingi ketawa
" Udah ah kita kerja dulu " tambah Ara
Mereka pun melanjutkan pekerjaan .
Sekitar pukul sepuluh pagi Dokter Spesialis Paru telah hadir , Ara pun melakukan Chek Up .
" Permisi dokter " sapa Ara
" Iya Ara masuk , gimana keadaannya " tanya Dokter .
" Udah enakan Dokter , cuma kemaren waktu pulang Ara sempat Demam , terus napasbnya juga belum normal , sama oyong Dokter " jawab Ara
" Iyaa saya lihat kamu bicara juga masih berat atur napas nya " ucap Dokter
" Masih satu - satu napas nya ya Dokter he he he , kemaren ara juga sempat konsumsi PARACETAMOL tiga hari Dokter , karena kepala ara sakit " ucap Ara
" Ada di bawa hasil Foto yang kemaren , Dokter mau lihat " tanya dokter
" Ada dokter " Ara pun menyerahkan dua hasil Foto kepada Dokter .
Dokter menjelaskan kepada Ara tentang penyakitnya , setelah itu Dokter memberikan resep obat dan memberikan surat kontrol untuk minggu depan , karena Dokter masih ingin melihat perkembangan penyakit Ara .
Setelah selesai Ara pun kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya kembali . Hari ini Ara pulang agak telat , dikarenakan Ara harus menyelesaikan laporannya yang tertunda . Jam sudah menunjukkan pukul lima sore , Ara pun bersiap - siap untuk kembali pulang . Sesampainya di Mess, ia pun bersih - bersih terlebih dahulu kemudian mengistirahatkan badan nya .
Tiba - tiba telepon Ara berdering ada panggilan masuk dari Dirga .
" Hallo assalamu'alaikum sayang " sapa Dirga
" Kenapa suara nya gitu yank , kamu sakit " tanya Dirga
" Agak demam badan nya yank , mungkin karena kecapean , palingan istirahat bentar Demam nya hilang " jawab Ara
" Kamu udah mulai kerja yank , bukannya besok " tanya Dirga
" Iya yank , hari ini aku udah mulai kerja , maaf ya aku gak kasih kabar ke kamu , soalnya temen kerja aku masuk Isolasi juga , lagian aku udah bosan yank di Mess terus " jawab Ara
" Ya udah kamu istirahat dulu ya , jangan lupa minum obatnya , nanti kalau kerjaan aku udah kelar , aku samperin kamu ke Rumah Sakit " ucap Dirga
" Iya yank "
" Love you sayang aku , Assalamu'alaikum "
" Love you more sayang , Wa'alaikum salam " ucap Ara menutup panggilan dari dirga .
Ara pun istirahat sebentar sambil menunggu waktu Sholat Maghrib . Hari ini ia kelelahan sampai - sampai badannya kembali Demam .
Malam ini Ara di Mess sendirian , adik Ara dan bulek pulang ke rumah . Jadilah Ara kesepian di kamar itu . Ara pun tidur cepat malam ini .
Keesokan harinya kondisi Ara sudah tidak Demam lagi , sebelum berangkat ke Rumah sakit ia menghubungi Dirga , namun nomor Hp nya tidak aktif . Sampai siang hari pada saat istirahat , Ara mencoba menghubungi Dirga kembali , namun nomor Hp Dirga masih tidak aktif . Ara pun semakin gelisah .
Malam harinya ada pesan masuk dari Keyla .
" Kak , tadi abang titip pesan , suruh bilang ke kakak , kalau Hp abang rusak , Hp yang kecil juga mati , dan abang sekarang lagi sakit " kata Keyla
" Ya Allah dek , pantesan aja kakak hubungi dari tadi abang gak bisa , abang sakit apa dek " tanya Ara khawatir
" Abang Demam kak , tadi gak mau makan dia , tapi sekarang dia udah makan , dan udah minum Obat , sekarang abang udah tidur " ucap Keyla
" Syukurlah dek , kalo ada apa - apa.sama abang segera kabarin kakak ya dek " ucap Ara
" iya kak "
Setelah mengetahui keadaan Dirga , ara pun sedikit tenang , ia berdoa semoga besok keadaan Dirga membaik .