
Reza dan Ara menghampiri mereka . Setelah itu mereka duduk pada kursi yang sudah disediakan .
" Wah wah wah siapa ni bro " tanya Kevin salah satu sahabat Reza
" Ada bidadari turun dari langit ni , kenalan dong " ucap Roy sembari berdiri ingin bersalaman dengan Ara , namun tangan nya segera di tepis oleh Reza . Roy pun kembali duduk . Roy adalah sahabat Reza yang sangat Play Boy .
" Eits enak aja lu bro " ucap Reza
" Op op ada yang marah ni , baru kali ini kita lihat Reza bawa cewek , ya kan Roy " ledek Kevin
" Yoi Bro , gak mau kenalin ke kita ni Za , " ucap Roy
" Aku aja baru datang , kalian udah pada heboh duluan " ucap Reza
" Gimana gak heboh , biasanya datang sendiri , sekarang udah ada gandengannya aja " ucap Kevin
" Feb , kenapa diam , biasanya paling semangat kalau Reza datang , hayooo cemburu Lo ya " ucap Roy kepada wanita itu , yang ternyata wanita itu bernama Febrina .
" Siapa juga yang cemburu , aku cuma lagi nyimak kalian aja " ucap Febri
" Oh ya Za , cewek ini siapa , pacar kamu " ucap Febri lagi merasa tidak senang
" Teman - teman , kenalkan ini Ara , dia wanita yang sangat spesial di hidup aku , Ara kenalkan mereka adalah sahabat - sahabat aku , yang ini namanya Kevin "
" Wanita yang spesial , apaan seh Za , ngaku - ngaku " bathin Ara
" Kevin " ucap Kevin sambil mengulurkan tangannya
" Ara " ucap Ara menerima uluran tangan Kevin .
" Kenapa tangan Kevin gak Lo halangi Za , tadi tangan aku gak dibolehin salaman sama Ara , kenapa Kevin boleh , gak adil Lu Bro " protes Roy
" Soal nya tangan Lu bahaya , ada pelet nya , ha ha ha " ucap Reza sambil tertawa
" Enak aja Lu " ucap Roy
" Ra , ini Roy Play Boy kelas kakap , kamu harus jauh - jauh dari dia ya he he he " ucap Reza memperkenalkan Roy kepada Ara
" Hai Ara , kamu cantik banget deh malam ini seperti bidadari , membuat hatiku berbunga - bunga , kalau Reza nanti nyakiti kamu , aku siap kok gantiin dia untuk jadi pacar kamu he he " ucap Roy mencoba gombalin Ara .
" Hmm mulai deh , ilmunya dikeluarin , jangan mau Ra , pacar Roy banyak " ledek Kevin
" Buset dah , kenapa Lu bocorin " protes Roy
Ara pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah Roy dan juga Kevin . Kemudian Ara melihat ke arah Febri yang sedang menatapnya dengan perasaan tidak suka .
" Kamu gak ngenalin Ara ke aku Za " tanya febri
" Ngenalin dong , Ra ini Febri, dia sahabat kami , wanita satu - satu nya yang paling cantik , baik dan perhatian " ucap Reza memperkenalkan Febri kepada Ara
Febri yang memdengar Reza menyebutnya seperti itu pun merasa tersanjung .
" Ara " ucap Ara sambil mengulurkan tangannya .
" Febri " ucap Febri menerima uluran tangan dari Ara
" Oh iya Ra , ketemu Reza dimana , kok bisa ni bocah kecantol " tanya Kevin penasaran tentang kedekatan Reza dan juga Ara .
" Kita ketemu di Rumah Sakit " jawab Ara
" Terus " tanya Roy
" Kepo banget ya kalian , penasaran amat ha ha ha " ucap Reza sambil tertawa
" Intinya aku ketemu Ara pertama kali di Rumah Sakit , dah cukup itu aja yang perlu kalian tau " tambah Reza lagi
" Gak asik Lu Bro " protes Roy
" Kamu kerja di Rumah Sakit " tanya Febri kepada Ara
" Iya " jawab Ara
" Rumah Sakit mana , sebagai apa " tanya Febri lagi
" Rumah Sakit Dahlia , sebagai Administrasi "
" Alhamdulillah berapapun gaji yang aku terima , aku udah bersyukur, Insya Allah berkah " ucap Ara
" Febri juga kerja di Rumah Sakit Ra , tapi sebagai Dokter , terus dia juga lagi ambil Spesialisnya " ucap Kevin memberi tahukan kepada Ara siapa Febri
" Oh iya , Spesialis apa " tanya Ara
" Spesialis Jantung " jawab Febri bangga
" Berarti bisa dong , setelah tamat nanti , jadi Dokter ditempat kami , soalnya di Rumah Sakit , belum ada Dokter jantung nya , ntar aku coba bicara dengan Direktur " ucap Ara mencoba mengajak Febri untuk bergabung .
" Ihh gak ah , Rumah Sakit Swasta , masih kecil lagi Rumah Sakitnya , bukan level aku " ucap Febri dengan sombongnya .
Ara pun terdiam mendengar ucapan Febri . Reza yang menyadari sikap Febri yang kurang bersahabat terhadap Ara pun langsung menghibur Ara dan mengalihkan topik pembicaraan .
" Sayang mau makan apa " tanya Reza kepada Ara
" Cieee Reza udah sayang - sayangan aja ni " goda Kevin
Raut wajah Febri seketika langsung berubah , Ara pun melihat ke arah Febri dan membalas ucapan dari Reza " Samakan aja yank , sama pesanan kamu "
Ara sengaja melakukan itu karena ia yakin Febri tidak menyukainya karena Febri menyukai Reza . Ara ingin membuat Febri semakin panas , namun di lain sisi Reza merasa bahagia karena ini pertama kalinya Ara memanggilnya dengan sebutan sayang , Reza merasa perjuangannya tidak sia - sia .
Febri pun semakin tidak suka dengan adanya Ara dalam hidup Reza .
Mereka pun berbincang - bincang sambil menikmati makanan yang terlah disediakan . Setelah selesai Reza pamit untuk pulang terlebih dahulu .
" Kita balik duluan ya " ucap Reza
" Cepet amat Bro " tanya Roy
" Iya Ini udah malam , besok Ara juga harus kerja " jawab Reza
" Ya udah ... biarin Roy atau Kevin yang antar Ara pulang , kita juga baru ngumpul kan " ucap Febri
" Gpp kan Ra , kalau pulangnya dianter sama mereka " tambah Febri lagi
" Aku gpp " ucap Ara sambil tersenyum
" Ya gak bisa dong , Ara tetap harus pulang sama aku , besok - besok kita masih bisa kumpul kan , maaf semuanya aku balik duluan ya " ucap Reza
" Yuk Ra " ucap Reza lagi sambil memegang tangan Ara
" Maaf semuanya , aku balik duluan ya , senang berkenalan dengan kalian " ucap Ara tersenyum berpamitan dengan mereka
Reza dan Ara meninggalkan tempat tersebut . Tak lupa Reza membuka kan pintu mobil untuk Ara .
" Febri itu cantik ya " ucap Ara saat mereka sudah dalam perjalanan
" Iya cantik "
" Sepertinya Febri suka sama kamu "
" Kita itu cuma sahabatan Ra , gak lebih "
" Kamu ga lihat tadi gimana cara Febri lihat aku , sepertinya dia cemburu "
" Cemburu dari mana Ra "
" Sepertinya Febri lebih pantas buat kamu , ketimbang aku "
Tiba - tiba Reza memberhentikan Mobilnya dipinggir jalan .
" Kenapa kamu bisa bilang Febri lebih pantas buat aku " tanya Reza
" Karena dia cantik , Dokter lagi , sedangkan aku apa , cuma pegawai bawahan " jawab Ara
" Ra , aku gak perduli , intinya aku sayang sama kamu , sekarang aku mau tanya , ada gak walau sedikit aja rasa sayang buat aku "
" Sebenarnya rasa buat kamu udah ada Za , tapi aku masih takut untuk memulai " bathin Ara
" Maaf Za , kalau panggilan sayang aku ke kamu tadi , malah buat kamu salah paham , karena perasaan aku ke kamu itu masih belum ada " ucap Ara berbohong