It's All About Me

It's All About Me
bag 27



Sesampainya di Mess Ara membawa semua barang - barang nya ke dalam kamar . Tidak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada Desi dan Tinik . kemudian Ara melanjutkan membereskan barang - barang bawannya , ia membersihkan dan merapikan semua barang - barang itu . Setelah selesai Ara langsung pergi mandi . Pada saat Ara keluar dari kamar mandi , Ara melihat Bulek ani sudah kembali dari Rumah Sakit .


Bulek pun bertanya " kenapa gak nunggu bulek pulang dinas , sama siapa pulangnya tadi "


" He he he iya bulek , tadi Desi sama Tinik ngajak pulang bareng , jadi mereka yang bantuin Ara bawa barang - barang " jawab Ara


Selepas sholat maghrib Ara bertanya kepada Bulek " Bulek ngerasa dingin gak ya "


" Dingin tapi dikit " jawab Bulek


Ara pun melihat telapak tangan nya , betapa terkejutnya Ara melihat telapak tangan nya pucat . Ara pun langsung memberitahukan hal tersebut kepada Bulek . Bulek pun panik , ia segera membuatkan Ara teh manis panas untuk menghangatkan badan Ara . Pada saat Ara ingin ke kamar mandi Ara kesulitan berjalan , ia hampir terjatuh . Ara memegang dinding - dinding untuk membantunya sampai ke Kamar Mandi . Ara menjadi takut kenapa tiba - tiba dia kesulitan berjalan , dan badan nya terasa sakit semua . Sekuat tenaga Ara keluar dari Kamar Mandi . Ara meminum teh manis panas yang telah dibuatkan oleh Bulek .


Pada saat Ara ingin beranjak tidur , Ara merasakan napas nya yang tiba - tiba menjadi berat , dan badan nya pun mulai panas . Ara semakin khawatir , karena pada saat di Isolasi Ara tidak pernah merasakan Demam , kenapa malah justru Ara sudah bisa kembali pulang , Ara mengalami keluhan seperti itu . Ara pun segera beristirahat karena dia merasa kepalanya sudah semakin pusing dan pandangan nya seperti berkunang - kunang . Ia berharap besok pagi kondisinya lebih stabil .


Keesokan harinya .


Ara terbangun dengan keadaan badan yang masih sakit dan pandangan yang masih berkunang - kunang , namun badan Ara sudah tidak Demam lagi dan Ara besyukur akan hal itu .


Ara membersihkan diri terlebih dahulu , lalu membuat sarapan nya sendiri , meski Ara kesusahan tapi Ara harus bisa melakukannya sendiri . Sebenarnya Ara bisa saja kembali pulang ke rumah nya , namun Ara masih merasa takut untuk kembali pulang , Ara takut Virus itu masih menempel di badannya . Setelah selesai sarapan dan minum Obat , perlahan Ara mencoba ke luar kamar dan berdiri di teras depan kamar nya . Dia ingin berjemur untuk menghangatkan badan nya . Namun setelah lima menit berdiri di teras , Ara sudah tidak kuat , keringat membasahi badan nya . Ara pun kembali ke dalam kamar .


Dia mengambil Hp dan menuliskan pesan kepada Desi .


" iya kak , kemaren adek juga gitu " jawab Desi .


Desi yang lebih dulu terkena Virus COVID 19 itu pun menjelaskan perihal keadaannya .


" Badan adek sakit semua , kepala adek oyong " tambahnya


" Berarti emank gitu ya dek , soal nya takut aja kakak dek , waktu di Isolasi kakak gak kayak gini , tiba pulang kenapa malah banyak keluhan nya " ucap Ara


" Gpp kak , banyak makan , minum sama istirahat yang cukup ya " kata Desi


" Iya dek , makasih ya dek atas infonya "


" Sama - sama kakak "


Ada perasaan lega ketika Ara membaca penjelasan dari Desi . Ternyata itu hal yang wajar , bisa di rasakan oleh beberapa pasien yang sebelumnya terkena Virus itu .


" COVID 19 kapanlah berakhir Wabah ini " bathin Ara