It's All About Me

It's All About Me
bag 92



Reza lebih cepat menyelesaikan mandinya . Ia pun lalu bergabung bersama Mama dan Papa di Ruang Tamu . Pada saat mereka lagi asik mengobrol tiba - tiba Ara datang menghampiri mereka , dan penampilan Ara benar - benar membuat Reza takjub . Ara sangat cantik memakai pakaian yang telah disiapkan oleh Mama .


" Sayang Mama cantik sekali , bagus kan Za pilihan Mama " ucap Mama bangga


Ara pun tersipu malu saat mendengar Mama menyebut dirinya cantik .


" Iya Ma bagus banget , tapi karena pilihan Reza juga makanya pilihan Mama jadi ikutan bagus , he he he " ucap Reza yang gak mau kalah dengan sang Mama


" iya deh pilihan Anak Mama emank terbaik " ucap Mama sambil melihatkan jempol tangannya kepada Reza .


"Sayang sini deket aku " ucap Reza sambil menyuruh Ara untuk duduk disebelahnya .


Ara pun ikut bergabung bersama mereka dan duduk disebelah Reza .


" Sayang cantik banget " bisik Reza pada saat Ara sudah berada disebalahnya .


Ara pun tersipu malu saat Reza mengatakan hal itu .


" Ehem " goda Papa kepada dua insan yang lagi dimabuk cinta


" Gimana kerjaan kamu hari ini Ra " tanya Papa


" Alhamdulillah baik Pa " jawab Ara


" Syukurlah .. ngomong - ngomong Reza gak pernah macam -macam sama kamu kan " tanya Papa lagi


" Apa seh Papa ... pertanyaannya masa gitu .. gini - gini Reza masih tau batasannya Pa " Ucap Reza


" Reza bukan pria seperti itu kok Pa .. Papa tenang aja " jawab Ara


" Papa cuma gak mau kalian terjerumus kedalam pergaulan yang bebas " ucap Papa


" Iya Pa , Reza ngerti maksud Papa " ucap Reza


" Itu baru anak Papa , nah sekarang pertanyaan Papa selanjutnya kapan kalian segera menikah "


Ara pun terkejut mendengar pertanyaan dari Papa .


" Reza seh pengennya cepet Pa , tapi Reza gak mau maksa Ara untuk buru - buru nikah sama Reza " ucap Reza sambil melihat ke arah Ara dan mata mereka pun melihat satu dengan yang lainnya .


" Ara belum siap nak ? " tanya Mama


" Jangan lama - lama ya Nak , Mama itu udah pengen banget punya mantu " ucap Mama


" Insya Allah secepatnya Ma .. Pa.. " ucap Ara sambil tersenyum melihat kearah Mama dan juga Papa


Reza yang mendengar perkataan Ara pun mulai senyam senyum sendiri .


" Baiklah Papa juga ga mau maksa kalian , tapi Papa harap secepatnya kalian menikah , sekarang kita siap - siap dulu sebentar lagi Sholat Maghrib , habis itu kita makan malam " ucap Papa penuh perintah


Mereka pun bersiap - siap untuk melaksanakan Sholat Maghrib . Mama memberikan mukenah untuk dipakai oleh Ara .


" Ini Mukenah udah Mama siapin untuk kamu " ucap Mama


" Makasih Ma " ucap Ara sambil mengambil Mukenah yang diberikan oleh Mama kemudian Ara langsung memakai Mukenah tersebut .


Biasanya yang menjadi Imam Sholat dalam keluarga Wiratama adalah Reza . Begitupun hari ini , Reza juga menjadi Imam untuk keluarganya dan juga untuk kekasihnya Ara .


Setelah selesai Sholat tak lupa Ara mencium tangan Mama , Papa dan juga Reza . Mama yang melihat situasi saat ini pun menjadi terharu . Mama sangat bahagia memeliki Ara ditengah - tengah mereka .


" Mama kenapa kok nangis " tanya Ara saat melihat mata Mama yang mulai berkaca - kaca


" Mama gpp Sayang , Mama cuma bahagia .. Mama merasa keluarga Mama sekarang udah lengkap sejak adanya Kamu " ucap Mama


Ara pun langsung memeluk Mama dan berkata " Ara juga bahagia Ma , terimakasih karena sudah mau menerima Ara "


" Sama - sama Sayang " ucap Mama sambil mengelus punggung Ara


Papa dan Reza yang melihat Mama menangis tidak begitu heran , karena Mama itu mudah menangis , bahkan hal kecil sekalipun Mama bisa menangis .


" Lihat tu Mama kamu , dah nangis lah itu , Mama kamu tu dari dulu cengeng " ucap Papa kepada Reza


" He he he walaupun Mama gitu Papa Cinta kan sama Mama , cinta mati lagi ha ha ha " ledek Reza


" Ya cinta lah , kalau gak cinta , kamu mana ada didunia ini " ucap Papa sambil menjewer kuping Reza


" Ampun Pa ampun .. kan Reza bener Papa cinta sama Mama " ucap Reza sambil meringis kesakitan


" Ya betul , yang gak betul itu kamu ledekin Papa kamu " ucap Papa lagi masih menjewer kuping Reza


Reza pun berteriak kesakitan dan meminta tolong kepada Mama . Mama dan Ara yang melihat kejadian itu pun hanya bisa tertawa .