
Keesokan paginya Ara terbangun lebih awal selesai Sholat Subuh , Ara pun mengambil Hp nya , ia melihat ada pesan masuk dari Reza . Ara pun membaca pesan tersebut , dan setelah membaca pesan dari Reza , perasaan Ara begitu bahagia , hatinya menghangat , ketakukan diri karena merasa tidak pantas untuk dicintai seorang Reza pun sirna . Karena kenyataannya Reza mencintai dirinya tanpa syarat .
Pada saat Ara sedang melihat pesan dari Reza berkali - kali , tiba - tiba Reza menelepon Ara .
" Assalamu'alaikum Sayang ... Pesan aku cuma dibaca aja Yang , udah kayak Koran aja ni " protes Reza
" Wa'alaikum salam , kamu udah bangun Yang , udah Sholat tadi , maaf ya Yang , aku baru baca pesan kamu , terus terpesona gitu sama kata - kata yang kamu kirim , jadi lupa balas " ucap Ara
" Udah dong Yang , dah Sholat juga tadi .. Beneran kamu terpesona , kayak lagu aja kamu Yang , Terpesona aku terpesona .. saat saat memandang pesan ku yang manis , he he he " ucap Reza sambil bernyanyi menirukan Lagu yang sekarang lagi hits
" He he he beneran Yang , belajar dari mana kamu Yang , bisa jadi puitis gitu " tanya Ara
" Gak belajar dari mana - mana sayang , ini berkat kamu lho Yang , tiba - tiba kata - kata itu keluar gitu aja , mungkin karena memang itu yang aku rasain ke kamu , kamu itu hadiah terindah yang Allah kasih buat aku Yang " ucap Reza
" Kamu juga hadiah terindah yang Allah kasih buat aku , dan aku bersyukur akan hal itu "
" Hari ini kamu pulang jam berapa Yang ? " tanya Reza
" Sepertinya hari ini balik jam 4 Yang , kenapa Yang ? "
" Gpp seh Yang , Mama pengen kamu datang ke Rumah , Mama tiba - tiba kangen kamu , pulang kerja aku jemput Ya " ucap Reza
" Mama yang kangen aku , atau Sayang yang kangen aku " ledek Ara
" He he he aku juga kangen kamu Yang .. tapi Mama juga kangen beneran aku gak bohong " ucap Reza
" Iya Sayang , nanti jemput aku ya "
" Beneran kamu mau , makasih ya Sayang , ya udah kamu mandi geh , siap - siap ke Rumah Sakit "
" Iya Sayang "
" Aku sayang kamu " ucap Reza
" Aku juga sayang kamu " ucap Ara
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikum salam " ucap Ara dan panggilan dari Reza pun berakhir
Sesampainya di Rumah Sakit , Ara mendapatkan telepon dari Mamak .
" Assalamu'alaikum Mak " sapa Ara
" Wa'alaikum salam Nak , sabtu ini jadi pulang " tanya Mamak
" Insya Allah jadi Mak , dah kangenn juga he he he " jawab Ara
" Nanti Mamak masakin Sayur Daun Ubi tumbuk sama Sambel Ikan ya " ucap Mamak
" Beneran ya , kemaren Mamak bilangnya gitu , tapi gak jadi "
" Iya beneran , nanti Mamak masakin ya "
" Siap bos , ohy Mak .. Ara kerja dulu ya , mamak jaga kesehatan ya , Assalamu'alaikum "
" Iya nak , Wa'alaikum Salam "
Tidak berapa lama Luthfi dan Mbak Rina pun tiba di Rumah Sakit . Mereka lalu mengerjakan pekerjaan Mereka .
" Belakangan ini makin rame aja ya kan Mbak pasien Covid " ucap Ara kepada Mbak Rina
" Iya dek , makanya kita juga harus jaga kesehatan , makan yang teratur , minum vitamin " ucap Mbak Rina
" Ni Ara , paling malas kalau udah disuruh makan , gak boleh gitu Ra , makan siang tetap harus , ni gak Makan cuma malam aja " ucao Luthfi protes
" Terkadang malas Pi akunya " ucap Ara
" Gak boleh gitu dek , tetep harus makan " ucap Mbak Rina
" He he he iya Mbak " ucap Ara
Pada saat mereka lagi mengobrol tiba - tiba ada suara ketukan pintu kaca Ruangan Mereka .
" Permisi " ucap Pria itu dengan senyum manisnya
Semua mata tertuju kearah pintu masuk . Telah berdiri seorang Pria dengan mengenakan pakaian kemeja kerja dengan lengan yang digulung sampai kesiku sambil membawa beberapa makanan . Ara pun terkejut dengan apa yang dilihatnya . Ia pun lalu berdiri menghampiri dan menarik Pria tersebut keluar Ruangan kerja mereka . Mbak Rina dan Luthfi pun saling pandang menatap bingung dengan tingkah Ara .