It's All About Me

It's All About Me
bag 43



Keesokan paginya .


Ara berangkat kerja dengan menaiki Angkutan Umum . Ia sampai di Rumah Sakit lebih awal . Ia langsung menyelesaikan pekerjaanya . Mulai hari ini Ara tidak bekerja di Bagian Pelayanan lagi , ia di pindahkan untuk mengurusi Bagian Pemberkasan . Ia bakal jarang bertemu adik - adiknya seperti Jupe , Rizka , Inur , Novi , Tari dan yang lainnya .


Ara menyelesaikan pekerjaannya hari ini lebih cepat dari biasanya , karena sudah tidak ada lagi laporan yang bakal dia kirim , itu sudah dilimpahkan kepada temannya yang lain .


Hari berganti hari Ara mendapatkan kabar bahwasanya Mamak sedang sakit di rumah . Pada saat jam istirahat Ara mencoba menelepon Mamak melalui sambungan Video Call .


" Assalamu'alaikum Mak " sapa Ara


" Wa'alaikum salam " ucap mamak


" Mamak sakit , udah pergi berobat " tanya Ara


" Mamak udah berobat kemaren , iya mamak batuk , kemaren Indra Penciuman mamak juga hilang , tapi hari ini udah mulai sedikit - sedikit bisa nyium bau , Zuzu sama Aya juga batuk - batuk demam " jawab Mamak


" Ya Allah jangan - jangan mamak positif juga , terus anak - anak gimana ? apa ini karena aku balik ke rumah kemaren , tapi bukannya hasil aku udah negatif , apa masih ngaruh juga , seharusnya aku jangan dulu balik ke rumah " bathin Ara menyesali dirinya , ia merasa kondisi Mamak dan Ponakan - ponakannya sakit itu di karenakan kepulangannya ke rumah .


" Jadi sekarang mamak gimana keadaannya , kalau masih lemas Mamak langsung ke Rumah Sakit ya " ucap Ara , ia tidak mau memberi tahu gambaran penyakit Mamak di karenakan , ia takut kondisi Mamak semakin memburuk .


" Iya nak " ucap Mamak


" Minum Obatnya , minum Vitaminnya , makan buah , sayur , perbanyak minum air putih ya Mak , semangat " ucap Ara memberikan semangat kepada Mamak .


" Iya "


Ara begitu menghawatirkan kondisi Orang Tuanya , apa lagi kedua Ponakannya juga sakit .


Ara melanjutkan kembali pekerjaannya . Jam sudah menunjukkan pukul lima sore , Ara pun segera membereskan berkas - berkas yang menumpuk pada meja kerjanya dan bergegas untuk kembali pulang ke mess .


" Gimana mamak dek ? " tanya Ara


" Mamak masih lemas mbak , ini aja adek udah Demam Flu " jawab Uchi


" Besok kalau mamak masih lemas , bawa mamak langsung ke Rumah Sakit ya dek " ucap Ara


" Iya mbak "


Keesokan harinya seperti biasa Ara mengecek kondisi mamak melalui sambungan Video Call .


" Assalamu'alaikum mak " sapa Ara


" Wa'alaikum salam " jawab Mamak lemah


" Mamak kenapa jadi lemas , ke Rumah Sakit aja ya sekarang " ucap Ara


" Iya , ini Kami mau ke Rumah Sakit , ini lagi nyiapin keperluan di sana , nanti kalau adek udah nyampe , adek kabarin mbak lagi " ucap Uchi yang langsung mengambil alih telepon genggam milik Mamak .


Ara pun melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu kedatangan kelurganya.


Satu jam kemudian Ara mendapatkan telepon dari Uchi yang mengatakan , dia sudah sampai di Instalasi Gawat Darurat .


Ara pun bergegas menuju IGD , di sana ia melihat kondisi mamak yang sudah terbaring lemah dengan memakai selang Oksigen , serta infus yang sudah terpasang .


Ara pun bertemu dengan Dokter , beliau menjelaskan bahwasanya dengan serangkaian tes yang sudah dilakukan , hasilnya menunjukkan Mamak harus msuk ke Ruangan Isolasi .


Ara pun bingung dengan kondisi Mamak yang seperti ini , tidak ada yang bisa menjaga Mamak , Akhirnya Ara menyetujui dengan semua tindakan yang disarankan oleh Dokter. Sebelumnya Ara sudah menelepon temannya yang bernama Nila , Ara meminta tolong untuk sering - sering melihat kondisi Mamak pada saat di Rungan Isolasi nanti . Karena Nila adalah perawat Untuk Ruangan Isolasi . Jadi ada sedikit ke legaan di hati Ara , ketika Nila mau membantunya .