
" Uchi bangun , Uchi " teriak Bang Bobi dari depan pintu kamar Uchi
Uchi yang mendengar teriakan Bang Bobi pun langsung terbangun .
" Apa seh bang , adek masih ngantuk " ucap Uchi yang masih setengah sadar
" Bangun dulu , udah jam berapa ini , jam sepuluh , anak gadis jam segini belum bangun " ucap Bang Bobi
" Namanya adek ngantuk "
" Bangun , cuci muka sarapan terus minum obat " perintah Bang Bobi
" Ya udah iya " jawab Uchi kesal karena merasa tidurnya di ganggu , ia pun beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi .
Hp Ara tiba - tiba berbunyi ia melihat ada pesan masuk dari Abang Angkatnya yang bernama Dion . Ara pun membaca pesan tersebut sambil berjalan ke teras rumah , karena di ruang tamu sudah ramai orang , ada Mbak Pipit , Aya , Bang Bobi , Kak Juli dan juga Uchi .
" Assalamu'alaikum dek " sapa Bang Dion
" Wa'alaikum salam bang " jawab Ara
" Adek lagi apa " tanya Bang Dion
" Adek lagi duduk di teras rumah , Adek berantem sama adek nya adek , Mamak sama adek pulang rawatan semalam , dan hasil Swabnya masih Positif " jawab Ara
" Kenapa adek bisa berantem " tanya Bang Dion lagi
" Kenapa harus pulang di saat hasil Swab masih Positif "
" Ngotot mau pulang "
" Iya , Memang seh Dokter sudah Pbj kan Pasien , tapi pasien tetap harus isolasi mandiri di Rumah dengan catatan rumah juga harus kosong , abang bayang kan aja ponakan adek banyak di Rumah , semalam adek pulang terus lihat ke kamar , adek lihat ponakan adek udah di kamar sama adeknya adek "
" Apa Mamak gak adek kasih tau "
" Adek juga berantem sama Mamak "
" Terus yang lain juga dukung "
" Terus sekarang gimana "
Ara mengirim beberapa percakapan antara dirinya dan juga Uchi kepada Bang Dion .
" Sakit kali adek rasa , sampai nangis , apa pun yang adek bilang salah " ucap Ara
" Chia itu siapa " tanya Bang Dion
" Chia ya Uchi bang , adeknya adek " jawab Ara
" Hebatt....!!!!! Terbaik 👎👎👎👎👎 Ada aja 10 orang 1 kecamatan cara berpikir kayak dia , sebulan bumi habis Positif semua " ucap Bang Dion yang juga kesal dengan sikap Uchi
" Semalam adek balik ke rumah , juga dimarahi sama mbak , karena mbak nanya , gak adek jawab , jadi mbak bilang , kenapa kau diam kata mba , terus adek jawab percuma juga Ara bicara kalau ucapan Ara gak kalian dengar .
Terus mbak bilang lagi , Kok kau pula yang melarang , Dokter aja udah kasih ijin Mamak pulang , mereka gak paham sama situasinya bang , adek udah gak tau mau gimana lagi " ucap Ara
" Yang abang khawatirkan ada 2 ya , yang pertama satu lingkungan tempat kalian tinggal bisa Positif gara - gara kalian dan yang kedua Satgas datang , pasti ribet jadinya "
" Itu semua udah adek pikirin , tapi mereka gak percaya sama apa yang adek bilang , Swab mamak sama adek sampai Swab ke-4 masih Positif , kalau seandainya Satgas datang dan mereka di bawa ke Ruman Sakit lain , adek udah gak bisa bilang apa - apa lagi , adek udah pasrah "
" Parah ya , apa yang lain gak bisa kasih pengertian gitu "
" Buktinya si mbak juga marahin adek "
" Adek udah bener , tapi Chia aja yang ngotot , Chia udah kerja juga gak "
" Dia juga kerja di Rumah Sakit Bang "
" Lho seharusnya dia tau kan , mana seh fotonya " tanya Bang Dion penasaran
Ara lalu mengirim foto Uchi .
" Udah ya dek jangan dipikirin kali , kesal memang , tapi seharusnya Uchi lebih paham "
" Sepertinya mereka lebih ngebela Uchi bang , adek udah kalah . Gak ada apa - apa nya adek , miris kan " ucap Ara dengan perasaan sedih