It's All About Me

It's All About Me
bag 69



" Bicara soal apa " tanya Ara


" Soal kita " ucap Reza


Ara pun terdiam .


" Yuk turun dulu " ucap Reza yang menyuruh Ara untuk turun dari Mobil .


Setelah itu Reza membawa Ara ke Taman . Di Taman itu bukan hanya ada Ara dan Reza saja , melainkan banyak orang . Karena Taman tersebut merupakan Taman yang biasanya digunakan untuk Arena bermain anak - anak , ada Ayunan , pelosotan , dan juga lainnya . Ara tersenyum bahagia melihat anak - anak kecil itu sedang bermain dan mereka tertawa bahagia . Reza yang dari tadi memperhatikan Ara pun ikut tersenyum , ia merasa bahagia karena hari ini Ara mau ikut dengan nya .


" Kamu suka anak kecil Ra " tanya Reza


" Iya , suka bangett , kalau lihat mereka tertawa rasanya aku juga ikut bahagia " jawab Ara yang pandangannya masih melihat anak - anak itu bermain .


Tiba - tiba ada bola yang menggelinding ke arah Ara . Ara pun lalu mengambil bola tersebut . Kemudian ada anak kecil laki - laki berusia sekitar 3 tahun yang berlari kearah Ara .


" Ante , ntu ola na ais " ucap anak itu


" Ini bolanya kamu " ucap Ara yang sudah berjongkok untuk mensejajarkan tinggi badannya dengan anak tersebut .


" Tadi siapa namanya anak pinter " tanya Ara sambil mengusap kepala anak itu .


" Ais " jawabnya


" Ais sama siapa di sini ? Mama nya mana nak " tanya Ara


" Ntu " jawab anak itu sambil menunjuk ke arah di mana mama nya duduk .


Melihat anaknya sedang berbicara dengan orang lain , mama nya Faiz pun lalu memanggil Mama nya .


" Faizz , sini sama Mama " ucap Mama Faiz memanggil anak nya .


Ara yang mendengar ada yang memanggil Faiz pun langsung memberitahukan kepada anak tersebut .


" Faiz , tu mama manggil " ucap Ara sambil menunjuk ke arah Mamanya Faiz .


" Oh iya Tante sampai lupa , ini bolanya Faiz , hati - hati main nya ya nak " ucap Ara


" ia nte " ucap Anak itu sambil berlari kecil menghampiri Mama nya


Reza yang dari tadi hanya melihat obrolan kedua nya pun merasa semakin kagum akan Ara , ia merasa Ara yang beberapa hari ini terlalu cuek , dan bawel ternyata mempunyai sisi yang lembut . Reza semakin yakin Ara adalah pilihan terbaik untuk dirinya .


Ara pun kembali duduk di sebelah Reza .


" Maaf ya Za , aku jadi ninggalin kamu "


" Iya Ra , gpp " ucap Reza sambil tersenyum


" Aku udah bisa ngomong sekarang belum " tanya Reza lagi


" Hmm iya bisa " jawab Ara gugup


Reza pun menarik badan Ara untuk memposisikan diri saling berhadapan . Ia ingin Ara menatapnya langsung disaat Reza mengutarakan apa yang ia rasakan terhadap Ara .


" Arabisa Calisa Putri , mungkin kamu merasa ini terlalu cepat , mungkin kamu juga merasa aku seperti orang yang aneh yang tiba - tiba datang di hidup kamu , mungkin beberapa hari ini kehadiran ku sudah sangat mengganggu kamu , mungkin cara ku mendekati kamu sempat membuatmu takut , mungkin kamu merasa selama ini ada yang memata - matai kamu , ya itu memang benar Ra , aku ngelakuin hal itu karena aku ngerasa kamu wanita pertama yang bisa begitu mudah menarik perhatianku dan membuat aku penasaran , mungkin apa yang aku lakukan membuat kamu marah , maaf juga kalau tadi aku sempat maksa kamu untuk ikut aku " ucap Reza


Ara masih mendengarkan apa yang Reza katakan . Detak Jantung Ara saat ini sudah tidak menentu , Ara merasa butuh oksigen untuk menstabilkan dirinya .


Reza pun melanjutkan perkataannya .


" Perasaan ini datang gitu aja tanpa aku minta , rasa khawatir saat aku gak tau kamu ada di mana waktu itu , juga tiba - tiba ada , itu sangat membuat aku takut , iya takut kehilangan kamu , aku gak tau sejak kapan rasa sayang ini ada , aku gak tau sejak kapan rasa cinta ini muncul , yang aku tau rasa untuk memiliki kamu itu sangat besar , aku tau kamu pasti berpikiran ini terlalu cepat untuk aku bisa sayang sama kamu , dan kamu juga pasti berpikiran kalau aku hanya main - main , aku serius Ra , bahkan sangat serius , aku harap kamu bisa menerima perasaan aku " ucap Reza dengan ketulusan dimatanya dan Ara bisa melihat itu .


Ara pun bingung sampai tidak bisa berkata apa - apa . Ia pun menundukkan kepalanya . Reza yang melihat Ara menundukkan kepalanya pun langsung memegang dagu Ara dan mengangkatnya agar meraka bisa saling menatap .


" Aku serius sayang sama kamu Ra " ucap Reza lagi


" Aku pikir itu cuma perasaan sesaat karena rasa penasaran kamu sama aku " ucap Ara yang sudah membuka suara .


" Ini bukan perasaan sesaat Ra , aku beneran sayang sama kamu , kamu wanita pertama yang berhasil masuk kedalam hati aku " ucap Reza mencoba meyakini Ara bahwa apa yang ia rasakan bukan lah perasaan sesaat .