It's All About Me

It's All About Me
bag 63



Keesokan harinya..


Ara bangun lebih awal , ia membereskan rumah terlebih dahulu kemudian bergegas mandi , pagi ini sekitar pukul sepuluh Ara harus ikut serta dalam rombongan keluarga Deni sahabat nya , yang hari ini akan melamar sang pujaan hati nya .


Ara sudah bersiap - siap menunggu mobil jemputan datang . Setelah mobil jemputan datang , Ara lalu pergi menuju rumah kediaman calon istri Deni bersama keluarga besar Deni , tidak lupa ia berpamitan ke Mamak Tercinta Terkasih Nusantara . Hari ini Mamak tidak bisa ikut dalam rombongan dikarenakan Mamak harus banyak istirahat .


Cuaca hari ini sangat bagus . Ara satu mobil dengan Deni dan juga Kakaknya Deni . Di perjalanan Deni terlihat sangat gugup , Ara pun lalu menggoda Deni .


" Ehemm ada yang lamaran lagi ni " goda Ara


" Apa seh Nyaw " ucap Deni yang dari tadi kelihatan tidak tenang padahal dia lagi membawa Mobil .


" Ha ha ha biasa aja bro mukanya , kayak baru pertama kali aja " ejek Ara yang dari tadi memperhatikan Deni dari tempat duduk belakang .


" Beda Nyaw , kali ini aku ngerasa lain " ucap Deni


" Lain gimana , kayak mau perang ya , he he he " ledek Ara


" Lambelah Nyaw "


" Ini lambeku " jawab Ara tertawa


" Bukannya nenangi aku , malah makin buat aku deg - deg an " ucap Deni yang mulai protes


" Habisnya , tu muka tegang amat , padahal kita masih di jalan , perjalanan juga masih dua jam lagi , masih lama , tenang aja Bismillah , berdoa . Insya Allah semuanya berjalan lancar " ucap Ara


" Sekarang tarik napas buang napas bilang dalam hati semua bakal baik - baik saja " tambah Ara lagi menyuruh Deni melakukan gerakan yang bisa buat Deni lebih tenang .


Deni pun mengikuti Apa yang Ara suruh . Dia mulai sedikit lebih tenang .


" Makasih ya Nyaw "


" Sama - sama , aku doain ini yang terakhir ya Den , udah bosen aku dengerin curhatan mu he he he " ucap Ara


" Makasih ya Nyaw , Aamiinn semoga ini yang terakhir , capek juga aku Nyaw , kalau ini gagal juga , udah lah aku nikah sama mu aja " ucap Deni


" Apa !!! nikah sama mu , ohh tidak bisa " jawab Ara


" Lah kenapa "


" Itu namanya dirimu mau ngelihat aku jadi istri durhaka , karena bakal ngelawan tiap hari ha ha ha , ogah amit - amit "


" Awal - awal aja tu ngelawan , lama - lama juga gak , ha ha ha " jawab Deni dengan ketawanya yang kencang


" Udah gilak kali kurasa kau ya " ucap Ara


Kak Ida pun selalu kakaknya Deni yang dari tadi hanya menyimak obrolan mereka pun mulai membuka suara .


" Udah - udah , asik berantem aja kalian berdua ya , pantesan aja gak mau dijodohin dari dulu " ucap Kak Ida geleng - geleng melihat tingkah keduanya .


" Tu kak , Si Deni udah ada gilak nya dia , belum apa - apa udah pesimis dia " ucap Ara


" Bukan pesimis Nyaw , tapi kan aku harus punya Plan B " ucap Deni


" Terus aku masuk daftar Planing mu , emohhhh " ucap Ara


" Ha ha ha ha kok jadi kayak Lembu ya Ra " ucap Kak Ida yang sudah tertawa .


" Kan memang dia kayak Lembu kak , lihat aja badannya gede he he he " ledek Deni


" Awas au ya , ngejekin aku aja terus , nanti pestamu , gak mau datang aku " ucap Ara yang mulai merajuk


" Lah mana bisa gak datang , kan mantennya au Nyaw ha ha ha " ucap Deni ketawa senang karena berhasil menggoda Ara balik


" Deniiiiiiii !!! makin gilak kurasa anak ini " ucap Ara


" Kak Ida , Deni tu ... suka kali buat Ara esmosi " rengek Ara kepada kak Ida


" Sabar ya Ra , becanda aja itu Si Deni , udahh sekarang kita fokus sama acara nanti . Den jangan ledekin Ara lagi , Fokus aja kejalan nanti malah kenapa2 kita " ucap Kak Ida memberi peringatan kepada Deni .


" Tu dengerin Kak Ida , fokus nyetirnya , ok Pak Supir , Tuan Putri mau tidur dulu dibelakang " ledek Ara bak tuan putri


Dalam perjalanan suasana kembali hening . Ara pun sudah mulai mengantuk . Biasanya kalau hari Minggu Ara bakal menghabiskan waktunya dikamar . Ia lebih suka di rumah dari pada harus keluar , tapi karena hari ini adalah hari terpenting bagi sahabatnya , ia harus rela mengikhlaskan waktu tidur siangnya untuk ikut mendampingi sahabatnya , mengingat yang terdahulu Ara selalu tidak pernah bisa ikut .


Ditengah perjalan Hp Ara berbunyi menandakan ada pesan masuk . Ara lalu membuka pesan tersebut .


" Assalamu'alaikum Ra " sapa Pria itu


" Si Bambang ternyata " bathin Ara


" Wa'alaikum salam "


" Udah bangun Ra , aku pikir kamu masih tidur " ucap Pria itu


" Udah dong , emank kamu pikir ini jam berapa " ucap Ara


" Jutek amat Ra , lagi M ya ? " tanya Pria itu


" Iyah , kenapa " jawab Ara masih dengan kejutekannya . Pagi ini Ara kedatangan tamu bulanan nya yang membuat Mood nya sering berubah .


" Gpp Ra , kamu lagi apa "


" Lagi lihat jalan "


" Jalan kok dilihat Ra , bagus lihat aku pasti ada masa depan kita he he "


" Wuidih udah mulai bicara masa depan aja ni si Bambang" ledek Ara


" Ara , nama aku bukan Bambang "


" Terus siapa ? masih gak mau jawab juga kan , ya udah aku panggil Bambang "


" Ya udah gimana baiknya Ara aja " ucap Pria itu yang selalu sabar dengan semua perkataan Ara


" Ya iya lah , lagian suruh lihat kamu , pasang foto aja gak di WA "


" Aku gak suka pasang foto di WA , nanti aja ya kalau kita udah nikah , baru aku pasang foto kita berdua " ucap Pria itu percaya diri


" Udah gila ni orang " ucap Ara bersuara dan terdengar oleh Deni


" Siapa yang gila Nyaw " tanya Deni


" Ini ada cowok , aku belum ada cerita ya tadi . Jadi gini tadi malam cowok ini WA aku den , nah aku gak tau dia pasien atau keluarga pasien , terus dia cari info tentang aku sama Satpam sekalian minta nomor Hp aku , nah tadi malam lah dia mulai chat aku " jawab Ara


" Ciee udah ada pengagum rahasia ni " ledek Deni


" Bukan gitu Den , masa dia bilang , dia mau kenal aku lebih jauh , aneh kan , kenal aja aku gak " ucap Ara


" Mungkin dia cinta pada pandangan pertama kali "


" Eleh gak ada itu semua Den "


" Ada Nyaw , mungkin dia salah satunya . Oh iya siapa namanya , tinggal dimana dia " tanya Deni


" Gak tau aku nama nya siapa , dia gak mau kasih tau " jawab Ara


" Lho kenapa gitu "


" Ya aku gak tau , dia bilang , dia mau ketemu aku langsung , pasti setelah itu aku langsung bisa tau nama nya "


" Nah berarti seharusnya au udah tau siapa dia , buktinya dia bisa bilang gitu "


" Denii , begitu banyak Pasien , manalah aku ingat - ingat "


" Ya udah , ikutin aja apa mau dia dulu , sekarang bangunin kak Ida , kita udah mau sampai " ucap Deni


" Ok " ucap Ara


Ara lalu membangunkan Kak Ida yang sudah ketiduran . Di lain tempat ada yang merasa gelisah karena pesan nya belum juga di balas oleh Ara .