It's All About Me

It's All About Me
bag 72



Sesampainya di Mess , Ara lalu membersihkan dirinya . Selesai mandi Ara lalu beristirahat rebahan di tempat tidur sambil menonton TV . Pada saat Ara sedang asik menonton TV , tiba - tiba Hp Ara berdering , dilihatnya panggilan tersebut dari Reza .


" Mau apa lagi sih ni orang " bathin Ara


" Hallo "


" Assalamu'alaikum Ra " ucap Reza


" Wa'alaikum salam "


" Kamu udah pulang kerja ? " tanya Reza


" Udah " jawab Ara


" Kamu lagi apa sekarang "


" Tiduran "


" Jutek amat , calon istrinya aku " ucap Reza sambil tertawa


" Gak lucu " ucap Ara jutek


" He he he gemesin banget seh kamu , kalau ada di dekat aku , habis tu pipi kamu aku cubitin "


" Enak aja , main cubit - cubit "


" Malam ini bisa keluar gak , sebentar aja ? " tanya Reza


" Mau ngapain lagi , kan semalam kita udah keluar " jawab Ara


" Semalam masih kurang lama Ra , kalau ada di dekat kamu waktu itu berasa cepat banget " ucap Reza


" Elehh Modus kamu " ucap Ara


" Aku seriusan Ra , aku pengen lama - lama sama kamu , gimana kalau kita menikah aja ha ha ha " ucap Reza senang


" Idihhh siapa juga yang mau nikah sama kamu "


" Ntar kamu pasti mau "


" Udah ah , ngomong apa seh kamu Za "


" Malam ini aku jemput ya " ucap Reza


" Gak , aku gak mau " ucap Ara


" Kenapa Ra "


" Tapi ini kan malam minggu , kamu pasti gak balik ke Rumah kan "


" Tau dari mana kamu kalau aku hari ini gak balik , perasaan aku gak ada bilang "


" Kan aku udah pernah bilang , apa seh yang aku gak tau soal kamu , mata - mata aku kan banyak he he he "


" Idihh kok berasa serem ya aku "


" Ha ha ha Jadi gimana Ra , aku jemput ya sekarang "


" Gak mau Za , aku mau di kamar aja , gak kepengen jalan - jalan , maaf ya " ucap Ara


" Ya udah deh , malam ini kita gak jadi pergi , tapi hari sabtu minggu depan , nanti temani aku ya , teman - teman aku pada ngajak ngumpul dan mereka pada bawa pasangan masing - masing , jadi kamu bisa kan temani aku "


" Kenapa harus aku , ajak aja teman wanita kamu yang lain "


" Cuma kamu Ra gak ada yang lain , pleaseee temani aku ya , kamu gak kasihan lihat aku Ra , masa iya mereka pada bawa pasangan sedangkan aku sendirian " ucap Reza memelas


Ara pun menjadi bimbang , di satu sisi ia tidak mau pergi tapi di sisi yang lain ia merasa kasihan terhadap Reza .


" Ya udah iya , aku temani , lagi pula minggu depan aku juga gak balik ke rumah lagi karena harus ngantor " ucap Ara


" Makasihh sayang " ucap Reza keceplosan


" Sayang - sayang , peyang yang ada , dah geh siap - siap sana , udah mau Maghrib juga "


" Ha ha ha maaf - maaf , ya udah aku siap - siap mau Sholat dulu ya , Terimakasih Ra , Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikum salam " ucap Ara menutup panggil telepon dari Reza


Sebenarnya sabtu minggu depan nanti , teman - teman Reza tidak semua yang datang bakal membawa pasangan , itu hanya akal - akalan Reza saja , supaya Ara mau pergi dengan nya .


" Tunggu kejutan dari aku lagi ya Ra , aku yakin lambat laun hati kamu bakal terbuka untuk aku " ucap Reza menyemangati dirinya sendiri


Hari pun berganti hari .


Seperti biasa Ara mendapatkan pesan dari Reza yang berisi " Assalamu'alaikum calon istriku sudah siap untuk kejutan berikutnya , semoga kamu suka ya "


" Kejutan apa lagi ini , Kemaren aja habis aku diledekin , hari ini bisa makin gawat aku nya " ucap Ara yang mulai gelisah


Ara pun buru - buru datang ke Rumah Sakit . Sesampainya di Rumah Sakit Ara langsung masuk keruang kerjanya . Di sana ia melihat satu buah parcel yang berisikan bermacam - macam Choklat yang di dalamnya juga terdapat kartu ucapan yang berisi .


" Aku tau Choklat ini bisa membuat kamu tersenyum , aku juga tau choklat ini bisa membuat kamu bahagia , tapi yang perlu kamu tau , kamu adalah alasan untuk aku tersenyum bahagia " tertanda Reza Wiratama