
" Satu ... dua ... tiga... "
Ara pun membuka matanya , dan betapa terkejutnya Ara dengan apa yang ada di depan nya saat ini .
Ara melihat di tangan Reza sudah ada satu buket Bunga Mawar Merah dan juga satu buah Boneka Panda .
" Ini buat kamu " ucap Reza sambil tersenyum
" Kamu suka " tambahnya
Ara pun tidak mendengar apa yang Reza katakan . Dia masih fokus dengan Boneka Panda yang Reza bawa . Boneka panda yang kembali mengingatkan Ara pada kenangan masa lalunya . Dimana seorang pria yang amat dia cintai tega membohonginya . Dia adalah Dirga , pria yang selalu memanggilnya dengan sebutan panda . Entah kenapa hati Ara masih merasakan sakit ketika kenangan itu kembali muncul .
" Ra ... Ara .. " panggil Reza yang merasa bingung kenapa Ara terlihat tidak fokus .
" Eh iya Za " ucap Ara kembali tersadar bahwa ada Reza disampingnya , yang sedang memegang Bunga dan Boneka Panda tersebut .
" Kamu kenapa Ra " tanya Reza khawatir
" Aku gpp Za " jawab Ara
" Kalau kamu baik - baik aja , kenapa kamu bengong , sampai - sampai kamu gak dengar waktu aku bicara tadi " ucap Reza
" Kamu gak suka sama kejutan aku " tambahnya
Ara pun langsung mengambil Bunga dan Boneka tersebut dari tangan Reza .
" Aku suka Za , maaf ya tadi aku lagi gak fokus aja he he " ucap Ara sambil memaksakan dirinya untuk tersenyum , agar Reza berhenti bertanya .
" Maafin aku Za , aku gak mungkin bilang ke kamu , kalau Boneka Panda itu mengingatkan aku akan Dirga " bathin Ara
" Terimakasih Za , bisa kita jalan sekarang keburu malam soalnya " tambah Ara lagi
" Iya Ra , Alhamdulillah kalau kamu suka Boneka nya , ya udah sekarang kita berangkat ya , Let's Go tuan putri " ucap Reza bersemangat
Mereka pun segera berangkat menuju tempat di mana teman - teman Reza sudah menunggu kedatangan mereka .
Selama diperjalanan Ara lebih banyak terdiam . Ia melihat ke arah luar melalui kaca jendela pintu mobil . Ia memikirkan Dirga , telinganya masih bisa mendengar jelas suara Dirga yang sering menggoda dan memanggilnya Panda . Entah kenapa Air mata Ara kembali menetes . Apakah karena rasa sakit atau sebenarnya Ara masih sayang dengan Dirga .
Reza yang beberapa kali melirik Ara pun menjadi bingung , kenapa Ara tidak berbicara padanya selama diperjalanan .
Tanpa Ara sadari ternyata mereka sudah sampai ditempat tujuan .
" Kita dah sampai Ra , yuk turun " ajak Reza kepada Ara
Reza bisa melihat dan mendengar jelas kalau Ara ternyata habis menangis . Itu terlihat dari matanya yang masih berkaca - kaca dan suaranya yang masih bergetar . Reza ingin menanyakan kenapa Ara tiba - tiba menangis , apa karena dia yang mengajak paksa Ara untuk menemaninya , apa ada hubungannya dengan kejutan yang baru Reza kasih , atau ada alasan lainnya . Namun ia urungkan untuk bertanya . Reza pun merasa sedih melihat wanita yang amat ia sayangi menangis . Ingin sekali Reza memeluk Ara , memberinya ketenangan namun tak dapat ia lakukan .
" Za , ayuk turun kenapa kamu malah bengong "
" Eh iya Ra "
Ara pun meletakkan Bunga dan Boneka tersebut ke bangku belakang . Mereka pun turun dari Mobil . Pada saat mereka hendak berjalan masuk kedalam , tiba - tiba Reza menggandeng tangan Ara .
" Ishhh Za , kenapa tangan aku di gandeng , aku bisa jalan sendiri " tanya Ara yang merasa terkejut dengan apa yang Reza lakukan
" Ntar kamu hilang , jadi biar aman makanya aku gandeng kamu he he he " jawab Reza dengan alasan yang dibuat - buat .
Ara pun hanya bisa pasrah , dan mengikuti langkah kaki Reza .
" Itu teman - teman aku Ra " ucap Reza sambil menunjuk ke arah di mana teman -temannya sudah pada berkumpul .
Ara melihat ada beberapa cowok dan cewek hanya ada satu orang .
" Bukannya kemaren Reza bilang semuanya pada bawa pasangan , kenapa cewek nya cuma satu orang , ternyata aku di bohongi , awas aja kamu ya Za " bathin Ara sambil melirik ke arah Reza .
Reza yang paham akan tatapan Ara pun langsung membisikkan sesuatu ketelinga Ara " Maaf ya Ra , aku udah bohongi kamu , aku cuma mau kamu temenin aku "
Ara pun langsung mencubit lengan Reza " Awas kamu ya Za"
" Ampun Ra , ampun Ra " ucap Reza sambil meringis menahan sakitnya cubitan yang Ara beri
" Sakit kan , makanya jangan bohongi aku " ucap Ara sambil melepas cubitannya
" He he iya gak lagi , habisnya kalau aku gak bohong , kamu mana mau nemeni aku " ucap Reza sambil tersenyum meringis karena masih merasakan sakit pada lengannya
" Dasar " ucap Ara yang kembali mencubit Reza
" Ampun Ra , maaf maaf "
Ara pun tertawa puas melihat Reza yang kesakitan akibat ulahnya .
Dan tanpa Ara sadari ada sepasang bola mata yang dari tadi mengamati mereka dari kejauhan . Tatapan penuh amarah dan rasa tidak suka melihat kedekatan keduanya .
" Kalau aku gak bisa dapetin Reza , maka siapa pun gak akan ada yang bisa , Reza tetap harus jadi milik ku " bathin Wanita itu penuh rasa amarah