It's All About Me

It's All About Me
bag 59



Sekitar pukul empat sore Angga dan Nita sudah menyelesaikan pekerjaannya di depan , mereka pun kembali keruangan untuk bergabung bersama Ara dan Mbak Rina , seperti biasa Luthfi sudah pulang duluan .


" Dek tadi cowok itu datang lagi " ucap Ara kepada Nita


" Cowok yang mana bul " tanya Nita


" Yang kemaren kami ceritain " jawab Mbak Rina langsung


" Oh tau tau Nita , pasti Reza kan " ucap Nita


" Reza siapa Ta " tanya Ara


" Itu kawan nya Jupe " jawab Nita


" Emank tau yang mana orangnya , yang bulek maksud " tanya Ara lagi


" Tau bulek , pasti cowok yang pake kaos warna merah kan " jawab Nita


" Lah iya bener , kok Nita tau ya " bathin Ara


" Kok bisa tau Ta " tanya Angga


" Tau lah kak , tadi si Tari juga kecaperan sama abang itu , nah habis tu Jupe bilang , itu kayaknya kawan SMA ku , namanya Reza , habis tu Tari bilang sama abang itu , abang yang namanya Reza kan " ucap Nita


" Terus - terus " tanya Ara penasaran


" Ya udah abang itu langsung nanya ke Tari , kok bisa tau nama nya , tapi tau lah ya , Tari kan kalau lihat cowok cakep pepet terus , ada aja jawabannya " jawab Nita


" Wah kalah tekong dek " ucap Mbak Rina


" He he he iya kan Mbak " ucap Ara


" Udah kak tenang aja , kalau jodoh gak kemana " ucap Angga memberi dukungan


" Ishh kakak gpp lho , sekedar seneng aja lihatnya , kayaknya cowok itu baik , penyayang gitu " ucap Ara


" Waktu SMA kata Jupe banyak juga yang suka sama dia Bul , tapi dia nya biasa aja " ucap Nita


" Kak tari tadi seneng kali dia Bul bisa ngobrol lama - lama sama abang itu " tambah Nita lagi


" Iya gpp dek , kita doakan yang terbaik " ucap Ara


Mereka pun membereskan semua barang - barang dan pulang ke Rumah masing - masing .


Ara masih mengingat setiap perkataan yang dilontarkan Mbak Pipit dan juga Uchi , hatinya masih merasa sakit . Apalagi dengan panggilan terbaru untuk Ara yang mereka panggil dengan Dokter Ara itu makin membuat Ara sakit . Disaat Ara berusaha sebaik mungkin untuk bisa menyembuhkan Mamak dan juga Uchi dengan selalu konsultasi ke Dokter Spesialis dan selalu menanyakan kabar mereka melalui teman - teman Ara yang bertugas di Ruangan isolasi , serta selalu membantu mempersiapkan kebutuhan mereka selama disana , tapi apa yang Ara dapatkan , Ara justru dianggap kepintaran karena melarang kepulangan mereka. Entahlah tapi untuk saat ini Ara belum siap untuk kembali pulang ke Rumah .


Keesokan harinya .


Hari ini Ara menggantikan posisi Nita di Depan , dikarenakan Nita mengambil cuti . Pada saat Ara berjalan mendekati ruangan pelayanan Poli Rawat Jalan , Inur , Tari dan Jupe terkejut melihat kedatangan Ara .


" Lho kakak di Depan lagi sekarang " tanya Inur


" Gak dek , cuma sehari aja , kakak tau kalian rindu kakak kan he he he " ucap Ara dengan pede nya


" Ha ha ha tau aja kakak " kata Jupe


" Iya dong " kata Ara


" Nita kemana kak " tanya Tari


" Gak tau kakak , ada perlunya mungkin " jawab Ara


" Eh ada kak Ara " sapa Feri yang berjalan mendekati ruangan pendaftaran


" Iya dek " jawab Ara


" Pindah lagi kak , enak dong " ucap Feri


" Sepertinya kalian pengen kakak balik lagi ke depan ya " ucap Ara


" Iyalah kak , gak ada yang bantuin kami kalau ngadepin Pasien " ucap Tari


" Kan adek - adek kakak udah pinter semua , dah ah kita kerja dulu , ghibahnya disambung lagi nanti ya " ucap Ara


" Ok kakak " ucap Tari


" Fer ingat tugas nya ya dek , kakak perhatiin belakangan ini laporannya berkurang " ucap Ara kepada feri


" Memang sedikit kak " jawab Feri


" Ya udah kita lihat hari ini ya" ucap Ara


" Ok kak "