
Sekitar pukul empat sore Angga dan Nita sudah menyelesaikan pekerjaannya di depan , mereka pun kembali keruangan untuk bergabung bersama Ara dan Mbak Rina , seperti biasa Luthfi sudah pulang duluan .
" Dek tadi cowok itu datang lagi " ucap Ara kepada Nita
" Cowok yang mana bul " tanya Nita
" Yang kemaren kami ceritain " jawab Mbak Rina langsung
" Oh tau tau Nita , pasti Reza kan " ucap Nita
" Reza siapa Ta " tanya Ara
" Itu kawan nya Jupe " jawab Nita
" Emank tau yang mana orangnya , yang bulek maksud " tanya Ara lagi
" Tau bulek , pasti cowok yang pake kaos warna merah kan " jawab Nita
" Lah iya bener , kok Nita tau ya " bathin Ara
" Kok bisa tau Ta " tanya Angga
" Tau lah kak , tadi si Tari juga kecaperan sama abang itu , nah habis tu Jupe bilang , itu kayaknya kawan SMA ku , namanya Reza , habis tu Tari bilang sama abang itu , abang yang namanya Reza kan " ucap Nita
" Terus - terus " tanya Ara penasaran
" Ya udah abang itu langsung nanya ke Tari , kok bisa tau nama nya , tapi tau lah ya , Tari kan kalau lihat cowok cakep pepet terus , ada aja jawabannya " jawab Nita
" Wah kalah tekong dek " ucap Mbak Rina
" He he he iya kan Mbak " ucap Ara
" Udah kak tenang aja , kalau jodoh gak kemana " ucap Angga memberi dukungan
" Ishh kakak gpp lho , sekedar seneng aja lihatnya , kayaknya cowok itu baik , penyayang gitu " ucap Ara
" Waktu SMA kata Jupe banyak juga yang suka sama dia Bul , tapi dia nya biasa aja " ucap Nita
" Kak tari tadi seneng kali dia Bul bisa ngobrol lama - lama sama abang itu " tambah Nita lagi
" Iya gpp dek , kita doakan yang terbaik " ucap Ara
Mereka pun membereskan semua barang - barang dan pulang ke Rumah masing - masing .
Ara masih mengingat setiap perkataan yang dilontarkan Mbak Pipit dan juga Uchi , hatinya masih merasa sakit . Apalagi dengan panggilan terbaru untuk Ara yang mereka panggil dengan Dokter Ara itu makin membuat Ara sakit . Disaat Ara berusaha sebaik mungkin untuk bisa menyembuhkan Mamak dan juga Uchi dengan selalu konsultasi ke Dokter Spesialis dan selalu menanyakan kabar mereka melalui teman - teman Ara yang bertugas di Ruangan isolasi , serta selalu membantu mempersiapkan kebutuhan mereka selama disana , tapi apa yang Ara dapatkan , Ara justru dianggap kepintaran karena melarang kepulangan mereka. Entahlah tapi untuk saat ini Ara belum siap untuk kembali pulang ke Rumah .
Keesokan harinya .
Hari ini Ara menggantikan posisi Nita di Depan , dikarenakan Nita mengambil cuti . Pada saat Ara berjalan mendekati ruangan pelayanan Poli Rawat Jalan , Inur , Tari dan Jupe terkejut melihat kedatangan Ara .
" Lho kakak di Depan lagi sekarang " tanya Inur
" Gak dek , cuma sehari aja , kakak tau kalian rindu kakak kan he he he " ucap Ara dengan pede nya
" Ha ha ha tau aja kakak " kata Jupe
" Iya dong " kata Ara
" Nita kemana kak " tanya Tari
" Gak tau kakak , ada perlunya mungkin " jawab Ara
" Eh ada kak Ara " sapa Feri yang berjalan mendekati ruangan pendaftaran
" Iya dek " jawab Ara
" Pindah lagi kak , enak dong " ucap Feri
" Sepertinya kalian pengen kakak balik lagi ke depan ya " ucap Ara
" Iyalah kak , gak ada yang bantuin kami kalau ngadepin Pasien " ucap Tari
" Kan adek - adek kakak udah pinter semua , dah ah kita kerja dulu , ghibahnya disambung lagi nanti ya " ucap Ara
" Ok kakak " ucap Tari
" Fer ingat tugas nya ya dek , kakak perhatiin belakangan ini laporannya berkurang " ucap Ara kepada feri
" Memang sedikit kak " jawab Feri
" Ya udah kita lihat hari ini ya" ucap Ara
" Ok kak "