
Setelah selesai melepas kepergian kak Rita , Ara dan kak Anida pun kembali ke Mess . Mereka sudah masuk ke kamar masing2 . Sesampainya di kamar Ara langsung mandi , setelah selesai mandi , Ara kembali menangis , dan dia tidak bisa tidur sampai pukul empat pagi .
Keesokan paginya Ara terbangun dengan kepala yang sangat pusing dan dia merasakan badannya sangat lemah . Dia berpikir bahwasanya itu akibat dia kurang tidur dan kebanyakan menangis . Akhirnya dengan sekuat tenaga dia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk bersiap2 berangkat kerja . Sesampainya di kerjaan Ara masih bisa mengerjakan pekerjaannya dengan sangat baik . Hingga waktu istirahat tiba Ara merasa tubuhnya seakan2 mau jatuh . Temen Ara yang melihat ada yang aneh dari Ara pun membawa Ara untuk di Periksa ke IGD .
Sesampainya di IGD Ara hanya ingin mengecek tekanan darahnya saja . Namun apa yang terjadi tekanan darah Ara hanya 80/ 60 mmHg . Temen Ara yang merupakan perawat di IGD pun terkejut melihat tekanan darah Ara begitu rendah . Ia menyarankan Ara untuk berobat . Ara pun sudah pasrah . Beberapa pengecekan telah dilakukan , mulai dari Pemeriksaan Darah hingga Foto Rontgen . Namun hasilnya membuat Ara terkejut . Dokter Spesialis Paru yang kebetulan pada saat itu lagi ada Praktek di Poli datang ke IGD guna melihat keadaan Ara dan membacakan hasil Foto Rontgen tersebut . Ternyata hasilnya ada Peradangan Paru2 Kanan dan Kiri atau bahasa medisnya dikenal dengan diagnosa PNEUMONIA DUPLEX . Dokter Paru pun menanyakan keluhan Ara yang lain .
" Ada batuk dan demam Ra " tanya Dokter
" Gak ada Dokter " jawab Ara
" Ada kontak dengan teman2 kita yang udah masuk ke Ruangan Isolasi " tanya Dokter kembali
" Ada dokter , sama Almarhumah kak Rita , Ara sempat Dinas bareng sama kak Rita sebelum kak Rita masuk ke Ruangan Isolasi " jawab Ara
" Menurut dokter hasil Foto Ara gak akan bisa seperti ini , pasti sebelumnya Ara sudah merasakan tidak enak badan " kata Dokter Paru
" Iya sih Dok , sudah satu minggu badan Ara sakit , linu2 , suka bilang juga sama adek2an itu badan kakak kenapa sakit , tapi Ara jawab juga itu mungkin Sugesti aja , karena banyak temen2 kita yang masuk Isolasi " kata Ara
" Bener berarti , karena gak mungkin hasil Foto Ara langsung seperti ini " ucap Dokter
Tiba2 Ara terbatuk .
" Gak Dokter , ini baru aja biasanya gak pernah batuk " kata Ara
Dokter Paru pun tersenyum dan berkata " Kita langsung masuk Ruang Isolasi ya , gpp Ara jangan takut ya , kita obatin sakitnya , karena kondisi Paru2 Ara sedang tidak baik2 saja " kata Dokter Paru memberi pengertian kepada Ara .
Ara pun pasrah dan menjawab " baik Dokter , Ara ikut gimana baiknya "
" Perlu dilakukan pengecekan RAPID ANTIGEN lagi gak dokter " tanya Dokter Umum kepada Dokter Spesialis Paru .
" Gak usah Dokter , kita langsung SWAB aja , berapa Temperature , Tensi Darah dan Saturasi Ara " tanya Dokter Paru
" Temp 36.5 `C , Tensi 80/60 mmHg , Saturasi 92 dokter " jawab Dokter Umum
Saturasi adalah Kadar Oksigen dalam darah dengan batas normal 95 - 100 . Apabila di bawah 90 kadar Oksigen dianggap rendah atau biasa disebut dengan HIPOKSEMIA . Saturasi di bawah 80 dapat mengganggu Fungsi Organ , seperti Otak dan Jantung dan harus segera ditangani .
" Semangat ya Ara " ucap Dokter Paru memberikan semangat kepada Ara .
" Makasih ya Dokter " jawab Ara
Teman2 Ara di Rumah Sakit pun memberikan semangat kepada Ara . Uchi yang pada saat itu berada di Rumah Sakit tampak raut khawatir di wajahnya , namun Ara meyakinkan Uchi bahwa mbak nya baik2 saja . Sebelum ke Ruangan Isolasi , Uchi menyiapkan segala keperluan Ara . Setelah semuanya beres Ara di bawa ke Ruangan Isolasi, tak lupa dia mengucapkan terimakasih kepada Teman2nya , Dokter dan Perawat . Mereka pun terus memberi semangat kepada Ara . Ara sampai ke dalam Ruangan Isolasi dan di sambut oleh teman2nya yang lain , selaku Perawat Isolasi di sana dan beberapa temen Ara yang lain yang sudah lebih dulu berada di Ruangan Isolasi tersebut . Ara masuk kedalam kamar rawatannya . Dia membereskan barang2nya sendiri . Semua harus dia lakukan sendiri , karena beberapa hari kedepan dia bakal di ruangan itu sendiri tanpa ada satu orang pun yang menemani .