
Sesampainya di tempat makan , Reza pun membuka kan pintu untuk Ara lagi .
" Aku bisa sendiri Za , gak enak tau aku nya kamu perlakukan seperti ini " ucap Ara
" Gpp Ra , aku justru seneng , apa lagi ini untuk orang yang spesial " ucap Reza
" Spesial apa nya Za , lagi pula ini tempat kayak nya mahal - mahal deh makanan nya Za , kita cari tempat makan di pinggir jalan aja ya , murah plus enak " ucap Ara yang merasa tidak nyaman dengan tempat yang di pilih oleh Reza .
" Nasi goreng pinggir jalan , atau abang - abang bakso pinggir jalan , gpp kok Za " tambah Ara lagi yang masih merasa minder , karena ia merasa tidak cocok makan di tempat seperti itu .
" Ara , percaya sama aku ya , untuk kali ini kita makan di sini , tapi untuk berikutnya bebas , kamu yang pilih mau makan di mana , oke " ucap Reza mencoba membujuk Ara
" Emangnya siapa juga yang mau pergi sama kamu lagi " ucap Ara ngremeng
" Kamu bilang apa Ra " tanya Reza
" Ah gak kok , gak ada bilang apa - apa " jawab Ara
" Syukur Reza gak dengar " bathin Ara
" Ya udah yuk masuk " ajak Reza
" Iya "
Reza pun membawa Ara masuk kedalam tempat makan tersebut . Sebenarnya Reza mendengar apa yang tadi di ucapkan oleh Ara . Hanya saja Reza pura - pura tidak mendengarnya .
" Maaf pak , apa sudah Reserve tempat " tanya pelayan wanita tersebut
" Sudah , atas nama Reza Wiratama " jawab Reza
Pelayan wanita tersebut pun mengecek datanya terlebih dahulu .
" Mari pak , saya antar " ucap pelayan wanita itu dengan ramah
" Terimakasih "
Mereka pun mengikuti pelayan tersebut .
" Silahkan pak " ucap Pelayan wanita itu
Reza pun menarik kursi untuk di duduki oleh Ara .
" Terimakasih Za " ucap Ara
" Iya Ra , sama - sama " ucap Reza tersenyum
" Untuk saat ini itu dulu Mbak , Terimakasih ya Mbak " ucap Reza ramah kepada pelayan wanita itu.
" Sama - sama pak , kalau masih ada tambahan silahkan panggil saya ya pak " ucap pelayan wanita itu dengan senyum yang menurut Ara terlalu berlebihan .
" Iya Mbak " ucap Reza
Pelayan wanita itu pun lalu meninggalkan mereka .
" Sepertinya ini terlalu berlebihan Za " ucap Ara
" Gak ada yang berlebihan kalau buat kamu Ra " ucap Reza
" Terus kenapa kamu udah pesan makanan duluan , emank kamu tau apa yang mau aku makan " tanya Ara
" Tau dong " jawab Reza sambil melepaskan Masker yang dari tadi sudah ia pakai .
" Subhanallah , Sungguh sempurna ciptaan mu Ya Allah , Reza ganteng bangetttt , hidungnya mancung , ada lesung pipinya yang membuat senyum nya semakin manis " bathin Ara yang masih tidak percaya kalau cowok yang selama ini berusaha deketin dia adalah cowok dengan wajah ya membuat hati Ara meleleh .
" Ra , Ara " panggil Reza
Ara pun tidak mendengar Reza memanggil namanya .
" Ara " panggil Reza lagi sambil melambaikan tangannya ke arah wajah Ara .
" Eh iya Za , kenapa - kenapa " tanya Ara yang sudah mulai sadar kalau dirinya dari tadi dipanggil oleh Reza
" kamu kok malah bengong seh Ra , trus ngelihatin aku sampai segitunya , ada yang salah ya , sama wajah aku " tanya Reza yang bingung kenapa Ara menatapnya seperti itu .
" Gak ada Za , cuma ada yang hitam aja tu di wajah kamu " ucap Ara kikuk menghindari dirinya yang sudah ketangkap basah karena dari tadi Ara memperhatikan wajah Reza sampai ia tidak mendengar Reza memanggil namanya , Ara begitu kagum menatap wajah Reza .
" Mampus deh aku , kenapa ni mata gak bisa di kondisikan , Ara - ara , malu - malu in aja seh kamu " bathin Ara yang merasa malu dengan tingkahnya .
" Di mana Ra hitamnya " tanya Reza
" Hmm di sini " jawab Ara sambil menunjuk ke arah pipi Ara sendiri .
" Di sini " ucap Reza sambil menunjuk pipi nya
" Eh udah gak ada kok , dah hilang " ucap Ara tersenyum kikuk
" Masa bilang hilang sendiri , Ara - ara , ada - ada aja seh kamu " ucap Reza dengan senyum nya yang mempesona .
" Aduhh Za , tolong tu senyum dikondisikan , bisa meleleh hati adek bang " bathin Ara