
Ara pun membeli beberapa roti dan buah , kesukaan Mamak dan juga Uchi . Setelah selesi membeli keperluan mereka , Ara langsung kembali ke Rumah Sakit .
Sesampainya di Rumah Sakit , Ara langsung menuju Ruangan Isolasi . Ia menitipkan barang bawaannya kepada Petugas Medis yang ada di Ruangan Isolasi tersebut , untuk diberikan kepada Mamak dan juga Uchi . Setelah itu Ara kembali ke Ruangannya .
" Udah dibeli roti sama buah mamak dek " tanya mbak Rina
" Udah mbak , Uchi juga udah dibeliin sekalian " jawab Ara
" Gimana mamak " tanya mbak Rina lagi
" Gak tau mbak , tadi belum sempat lihat mamal dari jendela , nanti kita Video Call aja ya mbak " jawab Ara
" Iya dek "
Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka . Sekitar pukul empat sore , sebelum kembali ke Mess , Ara dan mbak Rina menyempatkan diri untuk menghubungi Mamak .
" Assalamu'alaikum Bulek " sapa mbak Rina dari sambungan Video call . Hp Mamak sudah di pegang oleh Uchi , dan kameranya diarahkan ke Mamak , Terlihat Mamak begitu lemah .
" Wa'alaikum salam " jawab Mamak nyaris tanpa suara .
" Semangat Bulek " ucap mbak Rina memberi semangat .
Mamak hanya memberi kode memegang perut dan kepala , yang artinya kepala dan perutnya sakit .
" Ya udah bulek istirahat ya , buah sama roti nya di makan , semangat Bulek , bulek pasti sembuh " ucap mbak Rina
" Udah ya bulek , assalamu'alaikum " ucap mbak Rina lagi menutup pangilan Video Call bersama Mamak .
Setelah itu mbak Rina pun menangis
" Mbak gak boleh nangis " ucap Ara menguatkan mbak Rina , padahal Ara sendiri air matanya juga sudah hampir terjatuh , namun ia berusaha untuk tidak menangis di depan mbak Rina , ia harus kuat .
" Sedih kali mbak dek lihat Mamak , lemas kali Mamak , apa mamak masih gak mau makan dek " tanya mbak Rina sambil menangis
" Di paksa dek , bilang sama mamak , sampai kurus kali mamak dek "
" Udah mbak , Ara juga bilang ke Mamak untuk makan tiap 30 menit sekali , makan satu buah roti sedikit - sedikit berhenti makan lagi , biar perutnya gak kosong "
" Iya dek , sedih kali mbak "
" Doain mamak ya mbak " ucap Ara
" Iya dek "
Ara dan mbak Rina pun meninggalkan Ruang Kerja mereka . Mbak Rina kembali pulang ke Rumahnya , sedangkan Ara kembali ke Mess .
Sesampainya di Mess , Ara menumpahkan Air mata yang sudah dia bendung sejak di Ruangan tadi . Ara begitu sedih melihat kondisi Mamak , dan dia tidak bisa melakukan apapun , tidak bisa membantu Uchi merawat mamak , padahal Uchi juga sedang sakit .
Malam harinya Ara mendapatkan kabar bahwa hasil Swab Mamak dan Uchi sudah keluar . Dan hasilnya adalah Mereka dinyatakan Positif . Ara yang membaca pesan tersebut pun seketika menangis . Ara lalu segera datang ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi Mamak dari jendela kamar ruangan di mana mamak di rawat . Sesampainya di sana Mamak sedang tidur , badannya terlihat sangat kurus , Ara pun berbicara kepada Uchi dari balik jendela .
" Mamak masih muntah dek " tanya Ara
" Masih mbak , seharian ini Mamak bolak balik muntah " jawab Uchi
" Adek gimana keadaannya " tanya Ara lagi
" Indra penciuman adek sama perasa adek udah gak ada mbak " jawabnya
" Adek udah tau hasil nya kan , jangan kasih tau mamak dulu ya , nanti kondisi mamak makin ngedrop " ucap Ara
" Iya mbak , adek udah tau , tadi mamak udah nanya sama adek , tapi adek bilang hasilnya Negatif " ucap Uchi
" Ya udah gpp , sekarang adek tidur ya , mbak balik dulu , kalau butuh atau pengen makan sesuatu kabarin mbak ya dek "
" Iya mbak "