It's All About Me

It's All About Me
bag 35



Malam harinya ..


Ara sedang tidur , tiba - tiba ada telepon masuk , Ara melihat panggilan masuk dari Dirga .


" Kenapa dia menelepon aku lagi , kebohongan apa lagi yang ingin dia buat , atau ada sesuatu yang ingin dia jelaskan " bathin Ara


" Assalamu'alaikum " sapa dirga


" Wa'alaikum salam " jawab Ara


" Kamu udah tau kan kalau aku udah nikah " ucap Dirga


" Iya " ucap Ara


" Jadi jangan ganggu aku lagi " ucap Dirga tanpa rasa bersalah .


" Apa !! Aku yang ganggu , kenapa malah aku yang di anggap pengganggu , bukan nya selama ini dia yang udah bohongi aku , terus sekarang tiba - tiba telepon hanya untuk mengatakan hal itu , tanpa ada rasa bersalah , maksudnya apa " bathin Ara dengan perasaan sedih


" Udah selesai kamu bicara nya atau ada hal lain lagi yang mau kamu bilang " jawab Ara


" Assalamu'alaikum " ucap Dirga mengakhiri


" wa'alaikum salam "


Setelah Dirga mengakhiri panggilannya , Ara kembali menangis .


Ara pun berusaha untuk tegar dan ikhlas dengan semua yang telah terjadi dalam hidup nya .


Hari berganti hari , Ara melakukan aktifitas seperti biasanya . Dia tidak ingin lagi memikirkan hal - hal yang akan membuatnya sedih . Namun di luar dugaan pada malam hari tiba - tiba Dirga mengirim kan pesan untuk nya .


" Masih ingat aku enggak " tanyanya


" Ingat " jawab Ara


" Banyak hal yang mau aku bicarakan, tapi ya udah lah kamu juga udah enggak percaya " ucap Dirga


" Aku cuma gak habis pikir kamu bisa setega itu sama aku , salah aku apa sama kalian . Sampai Keyla juga nutupin itu semua . Atau Keyla itu juga bohongan , dia bukan adek kamu " ucap Ara


" Itu kesalahan aku semua, kamu enggak ada salah, Keyla juga enggak salah , aku yang nyuruh dia untuk menutupi itu semua , Keyla itu memang adik kandung aku , aku minta maaf udah berbohong sama kamu , semua yang aku lakuin ada alasan nya " ucap Dirga


" Apa alasannya , kamu mau jadikan aku Pelakor " tanya Ara kesal


" Karena aku enggak bahagia sama pernikahan aku , bukan mau ngejadikan kamu Pelakor , aku juga masih punya pikiran , masih punya hati " jawab Dirga


" Masih punya pikiran , masih punya hati kamu bilang . Dimana hati dan pikiran kamu yang udah tega bohongi aku , yang udah tega ngebuat aku seperti seorang Pelakor dan merebut seorang ayah dari anak perempuan satu - satunya Diandra , Benarkan !! " ucap Ara


" Iya aku yang salah, tapi asal kamu tau aku enggak bahagia dengan semua itu , aku lebih bahagia dengan pilihanku, aku minta maaf yang sebesar - besar nya sama kamu " ucap Dirga


" Kalau kamu gak bahagia kenapa gak kamu lepasin . Bukannya dari awal itu juga yang kamu bilang . Bahagia sama pilihan kamu , emang apa pilihan kamu ? Dengan bodoh nya aku khawatir dengan keadaan kamu yang lagi sakit , tiba - tiba malam hari nya muncul istri kamu , itu udah buat aku hancur . Lalu beberapa hari setelahnya bisa - bisa nya kamu telepon aku cuma untuk ngomong , kamu udah tau kan aku udah berkeluarga , jadi jangan ganggu aku lagi . Allahu akbar , apa yang ada di pikiran kamu , bukan ucapan maaf dari kamu yang keluar waktu itu , kamu dengan entengnya mengatakan hal itu , seolah - olah di sini aku yang salah , aku yang udah merebut suami orang , padahal aku juga gak tau apa - apa , hati aku hancur , kamu udah buat aku seperti orang yang jahat " ucap Ara