It's All About Me

It's All About Me
bag 71



Keesokan harinya ..


Pagi - pagi Ara sudah mendapatkan pesan dari Reza .


" Assalamu'alaikum calon istri aku , semangat untuk hari ini , doain calon suami kamu ini ya , agar berhasil meluluh kan hati calon istrinya yang bawel ini , oh iya ada kejutan buat kamu , ntar kamu lihat ya , pasti kamu suka " tulis Reza


Ara pun senyum - senyum sendiri membaca pesan yang di kirim oleh Reza .


" Tadi Reza bilang ada kejutan , kejutan apa yang dia maksud , terus aku lihat di mana , aneh bener ni orang " ucap Ara berbicara sendiri


Ara pun bergegas mandi dan setelah itu langsung pergi ke Rumah Sakit .


Sesampainya di Rumah Sakit , Ara langsung menuju Ruang kerjanya . Disana ia melihat ada Buket bunga Mawar berwarna putih yang sangat cantik dengan kartu di dalamnya . Ara pun membaca tulisan yang ada di kartu tersebut .


" Aku mencintai kamu hari ini esok dan seterusnya "


Pada saat Ara sedang membaca pesan tersebut , tiba - tiba Luthfi datang dan membuat Ara terkejut . Ara pun panik dan menyembunyikan kartu ucapan tersebut ke dalam laci meja kerja nya .


" Bunga untuk siapa Ra " tanya Luthfi


Ara pun gugup , mendengar pertanyaan dari Luthfi .


" Ehh hm ini Pi , hmm bukan untuk siapa - siapa Pi " ucap Ara terbata - bata


" Ohhh aku tau , cieee ada yang kasih bunga ni yee " ledek Luthfi


Tidak berapa lama Mbak Rina pun juga datang .


" Kenapa ni bro " tanya Mbak Rina heran melihat kedua nya


" Ini Mbak , Si Ara dapat kiriman bunga , cie ciee cowok yang mana lagi ni Ra " ledek Luthfi lahi


" Iya dek , bunga dari siapa dek , itu bunga nya ya , cantiknyaaa , swit swit cowok baru dia ah " ucap Mbak Rina


Ara pun semakin kikuk .


" Hmm dari temen Mbak " jawab Ara


" Masa dari temen Ra , temen spesial ya " tanya Luthfi


" Temen pi , beneran " jawab Ara


" Temen apa demen dek he he he " tanya Mbak Rina .


" Dah ah kerja dulu , ntar gak siap - siap kerjaan kita " ucap Ara mengalihkan pembicaraan .


" Ciee Ara malu tu Mbak " ucap Luthfi yang masih terus mengganggu Ara


" Iya kan pi " tambah Mbak Rina lagi


Ara pun hanya bisa tersenyum .


Di lain tempat Reza yang dari tadi menunggu respon Ara tentang kejutan yang ia berikan pun menjadi gelisah , kenapa sampai sekarang Ara belum juga mengirimkan dia pesan apa pun . Dan sekitar pukul dua siang Ara baru mengirimkan pesan untuk Reza .


" Assalamu'alaikum Za , Makasih ya untuk bunga nya , aku suka , tapi aku pikir ini terlalu berlebihan " tulis Ara


Reza yang baru selesai makan siang pun mendengar ada pesan masuk dari Hp nya . Reza lalu segera melihat Hp nya , ternyata Ara mengirimkan pesan untuk nya .


" Wa'alaikum salam Ra , aku seneng kalau kamu suka kejutan yang aku kirim , tapi menurut ku , itu bukan lah hal yang berlebihan untuk seseorang yang lagi aku perjuangkan " balas Reza


" Aku gak mau kasih kamu harapan Za , aku yakin di luar sana banyak cewek yang antri untuk bisa deket sama kamu "


" Aku tau memang banyak cewek di luar sana , tapi sayang nya hati aku udah menemukan pemiliknya "


" Siapa "


" Kamu "


Tidak ada balasan apa pun lagi dari Ara . Ia masih merasa takut untuk memulai suatu hubungan lagi . Ia masih tidak yakin dan percaya kalau Reza benar - benar menyukainya .


Sore hari nya saat Nita dan Angga sudah kembali ke ruangan belakang , mereka melihat buket bunga yang Ara letak kan di atas meja .


" Cantiknyeee tu bungaaa " ucap Nita


" Bunga siapa tu Mbak Rin " tanya Angga kepada Mbak Rina


" Bunganya Ara , di kasih temen nya " jawab Mbak Rina


" Cieee bul - bul " ledek Nita


" Sapose kak , temen apa demen " tanya Angga dengan rasa penasarannya .


" Bunga dari temen kakak lho , udah yuk kita balik " ajak Ara ke yang lainnya agar drama bunga hari ini berakhir .