ISEKAI WORLD IS HARD LIFE

ISEKAI WORLD IS HARD LIFE
DEATH GAME



(Guild Petualang)


Loid menikmati teh dan cemilan di Guild petualang sambil menunggu kepulangan Rosa dan Rose. Terlihat ruangan Guild sepi dan hanya tersisa satu resepsionis, semua petualang dan pegawai lain sudah pergi evakuasi keluar dari kota.


“T, tuan Loid. Apakah anda tidak pergi evakuasi dari kota?”


“Tidak, aku akan menunggu Rose dan Rosa kembali, kurasa mereka akan selesai sore nanti. Jadi aku akan tetap disini sambil memakan cemilan”


Loid tampak percaya diri dengan kekuatan dua elf kembar, namun ia sadar bahwa ada kekuatan yang lebih besar mengintai mereka. Berada di jarak yang cukup dekat dengannya, ia tahu bahwa mereka adalah pemimpin dari serangan ini.


“Aku ingin melawan mereka tapi itu bertentangan dengan prinsip ku” pikir Loid


Energi yang hampir sama dengan Snakers, ada dua orang dengan energi besar. Loid tahu bahwa salah satunya adalah energy Celine, dan satunya pasti Jenderal Raja Iblis lain.


“Apakah Rosa dan Rose bisa mengalahkan mereka?”


“Hei nona, aku ingin tahu apakah pahlawan pedang api dan angin dari Benua lain sudah bergerak?”


“Dari informasi yang ada pahlawan Helena dan Pahlawan Vina sudah melakukan perjalanan menuju ke Benua Bone dari tiga hari yang lalu”


“Jadi mereka hampir sampai kemari?”


“Namun, saya yakin para pahlawan tidak akan kemari sebagai bala bantuan”


“Kenapa?”


“Kondisi di ibukota lebih parah dari kota kita, pasukan Raja Iblis menyerang dengan jumlah besar dan berniat mengambil ibukota”


“Begitu rupanya”


Rencana mereka seperti melempar batu untuk mendapatkan dua burung, menyerang Kota Van sebagai perbatasan antar benua, dan meyerang ibukota untuk menguasai benua, mereka menyerang di waktu yang sama agar bala bantuan sulit datang kemari.


Dilihat dari banyak hal ini sangat kompleks, ibukota yang tidak bisa mengirimkan bala bantuan membuat Kota Van akan runtuh dan jatuh ke tangan Iblis. Sementara di ibukota yang diserang habis-habisan sudah pasti akan kalah dan dikuasai oleh bangsa iblis.


Dari dua sisi pasukan Raja Iblis telah menang dari segala hal, namun ada beberapa masalah yang tidak terlepas yaitu Pahlawan dari benua lain dan diriku. Mereka menyerang kota Van pasti bukan hanya alasan biasa namun juga karena diriku.


“Mereka ingin menjebak dan memancingku keluar”


Saat aku berpikir, energi kehidupan dari Rosa dan Rose menghilang. Membuat aku terkejut dan tidak tenang, seakan yang aku pikirkan di awal adalah benar.


“Cih, mereka menangkap Rosa dan Rose lebih dulu kah”


“Ada apa Tuan Loid”


“Aku ingin keluar sebentar, Nona kau tetap di dalam jangan pergi kemanapun”


“Baik, hati-hati ya Tuan Loid”


(Beberapa Menit Sebelumnya, Pusat Kota)


“Dimana orang tanpa sihir itu?” Spel mulai kehabisan waktu


“Tampaknya Tuan Loid benar-benar tidak akan muncul untuk membantu”


“Tenang saja, Rosa dan Rose sebentar lagi kehabisan sihir, kita bisa membunuh mereka saat lengah”


“Tujuanku adalah orang tanpa sihir itu, bukan elf kotor seperti mereka. Aku ingin mencabik-cabik orang yang telah mengalahkan Leviathan dan Snaker di dalam permainanku. Ah, tidak…”


Spel mulai merencanakan hal yang tidak perlu karena keegoisan sendiri, ia mengaktifkan sihir kuno miliknya dan menjebak semua petualang di pusat kota ke dalam dimensi miliknya.


“Sihir Kuno, Death Game”


“Tunggu, apa yang lakukan?” Celine berusaha menghentikan Spel


“Jika dia tidak ingin datang, biarkan dia datang dengan sendirinya. Jika kedua elf itu menghilang dan mati, aku yakin orang itu akan datang” Spel teleportasi ke tengah kota


...***...


“Tersisa tiga lagi, ini akan sulit” Rosa dan Rose saling membelakangi


“Kak, kita gunakan sihir gabungan. Dengan begitu akan cepat selesai, aku yakin masih banyak iblis di sisi kota lain”


“Apa kau yakin? Mana milikmu tinggal sedikit”


“Tidak apa, aku bisa bertahan. Selain itu aku tidak ingin Tuan Loid menunggu kita terlalu lama”


“Em, kau benar”


“Wahai angin yang berhembus…..”


“Wahai api yang membara…..”


“Siingg!!!”


Sebuah sinar dari sihir seseorang membuat Rosa dan Rose sulit melihat, di hadapan mereka muncul Jenderal Raja Iblis, Spel.


“Yo, kalian berdua”


“S, siapa kau?”


“Hahaha, kalian akan tahu setelah bermain denganku”


Sinar kembali menyala, pusat kota menjadi lebih terang di siang hari. Sihir kuno yang dilakukan oleh Spel mengirim para petualang termasuk Rosa dan Rose masuk kedalam dimensi sihir miliknya.


“Sihir Kuno, Death Game!”


“G, gawat!”


“Waaa!!!”


Saat semua membuka mata, mereka berada di tempat yang asing, sekilas hampir mirip dengan dungeon. Namun ukiran di dinding terlihat lebih banyak gambar unik dan pintu-pintu besar dengan warna berbeda.


“Selamat datang di dunia permainanku, Death Game”


BERSAMBUNG....