ISEKAI WORLD IS HARD LIFE

ISEKAI WORLD IS HARD LIFE
IBLIS TUJUH DOSA BESAR "SNAKERS"



(Kota Van)


Sosok berjubah mengangkat tangannya ke atas, dengan cahaya hijau di jarinya memunculkan kekacauan.


“Sudah terlambat manusia, meski kau bisa menghentikan para monster itu, tapi Summon ku akan melahap segalanya. Aku, Snakers, Iblis Tujuh Dosa Besar Raja Iblis Satan, Dosa Kerakusan!”


“Sebenarnya aku tidak peduli, tapi maksud mu ular raksasa itu? Jangan khawatir, monster itu sudah dirawat dengan baik oleh Helena dan Vina. Sekarang kita bisa fokus ke pertarungan sendiri, ayo!” ajak ku


Tatapan dari kedua makhluk berbeda ras itu sangat mencekam, sebagai Iblis kerakusan yang melahap semua musuhnya, Snaker tidak mengetahui bahwa mangsa di depan nya adalah predator ganas.


“Aku sudah menggunakan teknik kutukan Pencuri untuk mengambil Krisatal dari iblis itu. Jika dia pengguna Summon maka berbahaya bertarung di dalam kota, ia bisa saja memanggil ular itu langsung ke tengah kota”


Namun aku melihat jika mengendalikan makhluk panggilan adalah sesuatu yang sulit, apalagi dengan ukuran sebesar itu.


Sejak awal ia menunggu disini adalah untuk melihat keadaan, namun bagaimana cara ia kemari adalah sesuatu yang aneh.


Benar jika ia merencanakan semua ini, tapi masih ada beberapa keanehan dari iblis ini. Melibatkan suasana pertarungan untuk masuk ke kita adalah jawaban yang tepat, tapi tidak mungkin dari depan atau atas.


“Mungkin agak aneh bertanya, tapi apakah kau yang sudah mengalahkan Iblis Leviathan?”


Dia tahu tentang itu, tentu saja sudah pasti karena mereka adalah rekan,


“Entahlah, mungkin saja pahlawan yang mengalahkan nya”


“Itu tidak mungkin dasar bodoh, Iblis di benua ini sangat berbeda di Re-El dan Victim, Leviathan sangat kuat dan bisa dikatakan sebagai penerus Raja Iblis Gara, dan Belzebub dapat menjadi reankarnasi Raja Iblis Victor. Maka mustahil para pahlawan itu mengalahkan Leviathan dengan mudah disaat serangan pasukan Raja Iblis”


“Kau...tahu banyak ya. Kalau begitu akan aku katakan yang sebenarnya. Ya, aku adalah orang yang membunuh si Leviathan itu” tegas ku


Snakers tersenyum jahat dan itu membuat aku sedikit bingung,


“Maka tidak perlu berlama lagi, matilah! Teleport!”


Sihir perpindahan tempat di aktifkan tanpa aku sadari, dengan cepat aku dan Snakers berada di atas langit. Tentu aku tidak berpikir bahwa bisa selamat dengan mudah, apalagi dia sudah merencanakan semua, di bawah kami sudah ada ular raksasa yang membuka mulut untuk menelanku.


“Silakan nikmati menjadi makanan sisa dari Snake!” Snakers kembali teleportasi ke tempat aman


...***...


(Hutan Kematian Benua Bone)


“Kalian semua menyingkirlah!” teriakku


Suara ku menggema ke seluruh hutan, tanpa bantuan pengeras suara, aku sudah terbiasa seperti itu karena komunikasi adalah hal terpenting dalam menjalankn misi. Lalu membuat mereka pergi adalah cara agar aku bisa bertarung lebih leluasa.


“I..tu. Itu suara tuan Loid” Helena menyadari


Ia tahu asal suara namun tidak mengerti maksudnya, hal lain dalam keadaan genting adalah mereka kesulitan untuk mengalahkan ular raksasa dan sekarang muncul iblis lain berwujud wanita.


“Tuan Loid!”


“Helena! Perintahkan semua pasukan mu untuk mundur!” teriak ku


Helena sedikit bingung dengan kata-kata Loid, mengatakan untuk mundur namun alasan apa yang membuatnya menjadi seperti itu. Vina sendiri kesulitan untuk menghadapi iblis tujuh dosa besar, sementara Helena bertanggung jawab untuk menahan gerakan ular raksasa.


“Tuan Loid! Anda dimana?”


(Satu Jam Sebelumnya)


Ular raksasa bernama Snake bergerak lambat menuju kota Van, namun pasukan pahlawan berhasil sampai tepat waktu dan menggunakan semua kekuatan mereka untuk menyerang. Sihir dan serangan fisik dilancarkan, para petualang juga ikut andil dalam pertempuran.


“Khaakkk!” suara kesakitan dari Snake


Menggema hingga ke seluruh hutan, suara itu sangat mengintimidasi tekanan membuat manusia menjadi kehilangan semangat bertarung dan para monster dan hewan di dalam hutan berlari meninggalkan wilayah pertempuran.


“Jangan gentar, kita bisa melakukannya”


BERSAMBUNG....