
(Gerbang Kota Van)
"Akhirnya kita sampai..."
Perjalanan kami akhirnya hampir selesai, kami sampai di Kota Van, kota sebelum ibukota.
Meski berada di dekat ibukota, kota ini masih di kelilingi oleh hutan. Hutan yang baru saja kami lewati, dikenal oleh banyak orang sebagai Hutan Kematian.
"Maaf tapi apa kami bisa melihat tanda pengenal kalian?" ujar seorang penjaga
Saat kami ingin masuk dua orang penjaga menjegal kami. Tentu untuk memeriksa orang yang akan masuk ke kota.
"Ini" Helena memberikan tanda pengenal nya ke penjaga
Bentuk tanda pengenal nya sangat berlebihan, mungkin karena ia anggota kerajaan di Re-El. Atau mungkin Vina juga memiliki hal yang sama.
"M.. mungkin kah, Anda adalah...."
"Sstttt..." suruh Vina
"Kedatangan kami memang mendadak, jadi kalian tidak perlu berlebihan sama sekali"
"Anda juga?"
Melihat tanda pengenal Vina,
"M...mustahil, Pahlawan Pedang Api dan Pahlawan Pedang Angin"
"S..silakan masuk Yang Mulia"
Mudah sekali, bahkan mereka langsung tunduk.
"Ngomong-ngomong aku belum ada tanda pengenal. Dan juga Rosa, Rose tidak memiliki nya. Bagaimana itu?" tanya ku
"A..anda teman party Pahlawan bukan?"
"Hmm, bisa di bilang begitu"
"Kalau begitu anda bisa membuat tanda pengenal di guild, sesuai dengan job anda, disini terdapat guild petualang, guild pedagang dan guild pengobatan"
Begitu rupanya, jadi di dunia ini untuk membuat tanda pengenal di bagi sesuai job. Jika di dunia ku sebelumnya untuk membuat tanda pengenal hanya perlu ke Kantor Masyarakat.
"Baiklah, aku akan melakukan nya. Terima kasih penjaga"
"T.. tentu saja"
(Di dalam Kota Van)
"Wow, sangat besar dan ramai disini"
Orang-orang dengan ras berbeda berkumpul disini. Keramaian yang memekikan telinga, dengan kepentingan yang berbeda.
"Ya, tentu saja. Karena disini dekat dengan ibukota, banyak orang yang datang kesini"
"Berarti di ibukota lebih dari ini, kurasa lebih baik menginap disini"
"Anda tidak ingin ikut ke Istana Kerajaan?"
Tentu sangat menguntungkan tinggal di istana, tapi aku sudah memutuskan, setelah perjalanan panjang.
”Kalian tahu, aku harus membicarakan ini pada kalian"
Semua melihat ke arah ku,
(Tempat Makan Memble)
Yah, suasana serius akan kami hadapi nanti.
"Jadi, aku ingin mengatakan ini pada kalian..."
Semua berhenti makan,
"Saya tahu yang ingin anda katakan Tuan Loid" kata Rosa
Helena dan Vina saling melihat,
"Ini sama saat kita di Victim, anda ingin pergi sendiri bukan"
"T..tunggu, apa maksudnya itu?" tegas Helena
"Seperti yang mereka katakan, aku ingin kita berpisah disini. Maksud ku, aku sudah memutuskan untuk hidup biasa mulai sekarang"
"Maksud anda?"
"Level kalian sudah meningkat bukan, dan di ibukota ada pahlawan lain. Aku merasa kalian sudah bisa menghadapi Raja Iblis bersama, karena itu kalian tidak memerlukan aku lagi"
"Itu mustahil! Kami...kami mungkin akan kesulitan menghadapi Raja Iblis. Karena itu kami membutuhkan kekuatan mu"
"Yah, aku juga tidak akan membiarkan Raja Iblis menghancurkan benua ini. Jadi jika kalian membutuhkan bantuan, aku akan membantu"
"Jadi anda benar-benar ingin berhenti menjadi kuat?"
Menjadi kuat kah? Sudah lama aku tidak merasakan itu.
"Apakah itu tujuan mu Helena?"
"Ya, untuk apa aku menjadi pahlawan jika aku tidak bisa menjadi kuat"
Perasaan salah tiba-tiba muncul, tentang aku di masa lalu.
"Kalian tahu, kekuatan yang aku miliki? Di tempat ku dulu, musuh-musuh ku sangat lah kuat, aku selalu kalah melawan mereka"
"Apa? Mustahil Tuan Loid kalah"
"Tentu saja aku pernah kalah, dengan kekuatan penuh aku selalu kalah menghadapi musuh. Dan saat aku tidak bisa merasa menang, aku kabur dan lari"
Helena dan Vina tersentak,
"Mungkin bagi kalian itu adalah tindakan pengecut, tapi bagi aku dan rekan-rekan ku, lari lebih baik dari pada mati. Jumlah kami lebih sedikit dari musuh, jadi selamat ada tujuan. Saat kau hidup dari pertarungan hidup dan mati, semua pengalaman akan menjadi satu"
"Saat itulah kau menjadi kuat, dan aku sudah melalui banyak pertarungan melawan musuh yang berada di atas ku"
"Lalu, apa hubungannya?"
"Saat aku menjadi kuat, aku mulai merasa melupakan sesuatu, hal yang harusnya aku lindungi"
"Hal yang harus kau lindungi?"
"Ya, dan itu terjadi padaku. Saat rekan-rekan ku mati, orang terdekat ku mati, dan orang-orang tidak bersalah mati, aku...tidak merasa bersalah"
"Kekuatan adalah kutukan, Helena. Dan aku akan memberitahu mu, jangan pernah lupa alasan kau menjadi seorang pahlawan"
"Alasan aku menjadi seorang pahlawan?"
"Ya, aku tahu kau keras kepala, tapi kau adalah pahlawan, tugas dan tanggung jawab mu adalah untuk melindungi semua orang dari kejahatan. Itulah, arti dari pahlawan"
BERSAMBUNG....