
(Ibukota Victim)
“Tak..tak..tak” suara langkah kaki seseorang yang melihat keadaan ibukota
“Tidak kusangka akan jadi seperti ini ketika aku tidur” ujar Loid
Loid melihat semua keadaan ibukota yang tidak bersisa sama sekali, rata dengan tanah, ia sendiri tahu banyak yang menjadi korban.
“Beruntung aku bisa tepat waktu berpindah ke ruang dimensi, tapi…”
“Keh, ha..hahahaha, apa-apaan ini?” tawa Loid
“Sing..ting..sing” sebuah tumburan api di atas langit
“Apa mereka penyebab nya?”
Loid yang tidak tahu jika Helena sedang bertarung melawan Janembi,
“Rose?”
Melihat keadaan Rose yang terluka parah, Loid memeriksa nya dan memberikan air penyembuh.
"Tidak berhasil, luka nya terlalu parah" pikir Loid
...***...
"Sing...sing...sing"
"Duar...duar...duar"
"Zuusss, Duar"
Pertarungan besar terjadi di langit ibukota Victim, jika di lihat langit sekarang seperti bermandikan kembang api di siang hari.
"Spirit Fire, Ifrit!"
Kekuatan asli dari spirit Ifrit di keluarkan, hal ini karena kekuatan sejati milik Janembi berbeda jauh dengan Helena.
Kekuatan Helena semakin meningkat setiap menitnya, karena hari yang semakin panas, membuat api itu membara.
Berbeda dengan Janembi, api hitam miliknya harus menguras seluruh mana dan energinya.
"Kekuatan Ifrit sudah aku gunakan untuk mengaktifkan sihir kuno. Sisanya hanya bisa mengeluarkan satu Sihir lagi" pikir Janembi
"Wusss!" Helena kembali menerjang
"Tak, darr!"
Ledakan api kembali membakar tanah DJ bawah mereka. Tanah yang terbakar karena ledakan sihir Kuno, kembali retak karena panas nya pertarungan kedua orang tipe sihir api.
"Sihir Spirit, Nafas Ifrit!"
"Buss" Ifrit menyeburkan api
"Syuss"
Helena tidak bisa menghindari serangan Ifrit,
"Hahahaha, rasakan itu!"
Dari asap yang tebal, sedikit demi sedikit bayangan Helena tampak. Serangan mematikan dari Ifrit tidak berguna, Helena di lindungi oleh Jubah Phoenix.
"Pedang Api, Tebasan Api!"
"Sing...Sing...sing...sing"
5 tebasan sekaligus di keluarkan, arah serangan pada Janembi.
"Akhh"
"Apa ini?, regenerasi nya melambat. Apinya...masuk ke dalam tubuhku"
"Ini masih belum berakhir, akan kupastikan kau mati dengan siksaan yang lebih dari perbuatan mu"
"Jangan sombong dulu, bocah! Spirit Fire, serahkan semua kekuatan mu yang tersisa padaku!" perintah Janembi
"Hemm" Ifrit ragu untuk melakukannya
Pandangan Ifrit berubah ke arah Helena, karena sihir apinya yang begitu luar biasa.
"Apa yang kau lakukan Ifrit? Cepat berikan kekuatan mu padaku, aku adalah tuan mu!"
Tak bisa menolak perintah tuan Ifrit menyalurkan semua kekuatan terakhirnya pada Janembi.
"Benar...lagi, lagi. Lebih banyak lagi...Hahahaha"
"Dass, Duarr" ledakan energi sihir berlipat ganda dari Janembi
"Haaaa, akhirnya...ini lah kekuatan, aku...aku menjadi iblis terkuat, bahkan melebihi Raja Iblis!"
"Tak" Helena mengacungkan pedangnya
"Hah, kau masih belum mengerti keadaan ini ya. Baiklah pahlawan, ayo kita akhiri ini"
Keduanya mulai mengeluarkan kartu AS mereka, sihir terkuat yang mereka miliki.
"Sihir Kuno, Fire Cube!"
Dengan sisa sihir yang ada Janembi mengeluarkan sihir kuno lagi.
"Sihir kuno,..."
"Apa? Kau bisa menggunakan sihir kuno juga?" tanya Janembi
Sihir kuno milik Helena hampir sama seperti sihir kuno Victor. Sebuah sihir yang bisa menghancurkan setengah dari hutan perbatasan.
"Meteor Strike!" sihir kuno Helena
"Buzzz"
Awan menghilang, dengan kejatuhan sebuah meteor raksasa yang sudah mengenai atmosfer.
"Singg...Buzzz...Ting"
"Haaa"
"Matilah!"
Fire Cube dan Meteor Strike saling beradu, keduanya sama kuat hingga meledak di udara.
"Krakk....Duarrr!"
"Syungg...singg"
Angin dan panas menyebar ke segala arah, serangan keduanya hancur bersamaan. Namun pertarungan masih berlangsung, sayangnya Janembi yang di bantu oleh Spirit Fire masih memiliki kesadaran dan kekuatan.
Sementara Helena yang tidak terduga mengeluarkan kekuatan maksimal harus kehilangan kesadaran setelah mengeluarkan sihir dahsyat itu.
"Wusshh" Helena melayang jatuh
"Hahaha, seperti nya kekuatan mu lah yang habis lebih dulu. Ini kemenangan ku, sekarang matilah, pahlawan api!"
"Api hitam bakarlah sampai habis musuhku, Fire Shoot!"
Tembakan terakhir pada pertarungan yang membara, siapakah pemenangnya?
BERSAMBUNG....