
"Kesombongan disini seharusnya ada padaku tapi kenapa dia yang menjadi lebih tinggi dariku?" pikiran Leviathan menjadi tertekan
Serangan bertubi-tubi di lancarkan Loid, puluhan Serangan berisi energi kutukan menghantam tubuhnya.
Beberapa kali Kilat Putih terjadi dan membuat ia sulit beregenerasi. Meski begitu di dalam kandang miliknya ia menjadi bulan-bulanan.
"Apa yang sebenarnya terjadi, aku Iblis Dosa Besar, Leviathan kalah oleh manusia ini?"
"Kau...Iblis Kesombongan bukan? Hahaha aku suka itu, di tempat ku dulu banyak sekali orang yang lebih kuat dariku. Tapi sikap mereka bukan lembut pada anak-anak, tapi mereka selalu menyombongkan kekuatan nya"
Cerita dari masa lalu, dimana para penyihir roh kutukan hanya mementingkan diri sendiri dan kekuatan mereka.
"Aku juga seperti itu, selalu mencari kekuatan, lagi, lagi dan lagi. Sampai kesombongan muncul di hati ini, ahh tapi itu tidak menyenangkan, kau tahu apa yang lebih menyenangkan?" tanya Loid pada Leviathan
Leviathan hanya diam dan terkejut dengan tatapan yang dilontarkan Loid. Tatapan itu, seseorang yang telah menelan banyak kesombongan.
"Buak!"
"Kilat Putih!"
Leviathan yang kembali terkena serangan Loid, kini mulai melemah.
"Jawabannya adalah Kejahatan..."
"Ting!"
...***...
(Dua Jam Kemudian)
"Tik...tik...tik"
Suara tetesan air jatuh ke bawah, terdengar seperti air tapi sebenarnya adalah darah yang keluar deras.
Loid yang awalnya terperangkap kini berbalik menyerang, tanpa henti dia memainkan Leviathan sang iblis Sombong.
"Ahh ini cukup menarik, kupikir kau lawan yang kuat, ternyata sama saja seperti iblis lainnya" ujar Loid
Loid mengatakan itu di atas mayat Leviathan yang telah mati, dengan darah di sekujur tubuh keduanya kemenangan di ambil Loid.
"Kuambil ini kembali" Loid mengambil Pedang Gram
Pertarungan keduanya sangat sengit, dengan tangan kosong mereka bertukar serangan. Luka dan kematian sudah berada di depan mata mereka, tapi bagi Loid dia tahu lebih unggul.
Domain yang awalnya di dominasi oleh Leviathan kini berbalik menjadi milik Loid. Bahkan lebih kuat dan kuat, di dalam simple Domain Loid.
"Tapi ini seru juga, kuharap kau juga melihat nya, Raja Iblis Satan!" ujar Loid
Tahu bahwa Leviathan datang tidak sendirian, ia di mata-matai dari jarak jauh. Seseorang yang sebenarnya bukan Raja Iblis, tapi salah satu rekan Leviathan.
"Baiklah sekarang waktunya kembali"
Loid yang awalnya berpikir dengan mengalahkan Leviathan, ruang dimensi miliknya akan menghilang. Tapi hal itu tidak terjadi, Loid masih terkurung di dalam dimensi.
"Haaa, benar-benar merepotkan saja"
Tak ada pilihan, meski ia tahu ini berhasil atau tidak. Loid mencoba meng-copy teknik ruang milik Leviathan.
"Ini bukan sihir elemen, ini adalah sihir kuno. Sejak awal aku berpikir jika sihir kuno hampir mirip dengan teknik kutukan"
Loid menyentuh tubuh Leviathan yang telah mati,
"Teknik Kutukan, Copy!"
Tidak tahu berhasil atau tidak, ia berusaha membuka ruang untuk kembali.
"Sihir kuno, ruang dimensi?"
Loid melakukannya tapi tidak berhasil, sejak awal ia memang tidak bisa menggunakan sihir.
"Sihir kuno, perpindahan ruang!"
"Sihir kuno, ruang dimensi, kembali!"
"Aahhh, bagaimana ini? oh benar juga"
Dia bukanlah penyihir di dunia ini, dia adalah penyihir roh kutukan dari dunia lain.
"Teknik kutukan, perpindahan ruang dimensi"
"Sing..." sebuah lubang dimensi muncul
"Haa, akhir nya berhasil" ujar Loid memasuki ruang dimensi
Tak lama, ia melihat cahaya di depannya. Dengan begitu ia terus maju dan berhasil keluar, disambut hangat oleh sinar matahari.
"Dunia Lain benar-benar kehidupan yang sulit"
BERSAMBUNG....