
"Siapa kau, bocah?"
Aku sedikit terkejut ketika orang yang dikatakan guru muncul. Orang yang benar-benar berbahaya, aku tidak merasakan energi kutukan darinya, tapi gerakan cepat dan bekas serangan menghancurkan gama.
"Harusnya aku yang bertanya begitu, setelah menghadapi banyak orang berjubah itu sekarang aku bertemu dengan lawan yang merepotkan"
"Hati-hati nak, meski dia tidak memiliki energi kutukan, dia mungkin berada di tingkat 1 atas"
"Tingkat 1 atas? Apa itu? Ah, grade kah"
"K..kau bahkan tidak tahu grade penyihir roh?"
"Nak, cepat kau bawa Nona Angelica dari sini dan aku akan menahan dia. Aku semi grade 1 bisa menahan nya walau sebentar"
"Tidak, Angelica kau bawa kakek tua ini menjauh. Aku yang akan melawannya, benarkan?" Mata ku menuju ke Taro
"Apa maksudmu? Kau hanya penyihir baru bukan, bahkan grade 1 atas pun tidak bisa melawannya"
Aku mengeluarkan pedang Zen dari ruang dimensi. Ketika itu mereka terkejut dengan teknik milikku.
"Benar juga, mungkin aku akan sedikit kesulitan. Jadi kalian pergi saja"
Taro yang tampaknya sudah siap juga mulai melangkahkan kaki, makhluk panggilannya siap menyerang kapan saja.
"Teknik Roh, Teknik Pemanggilan, Tora!"
Sekarang menjadi sama, penyihir dengan 2 teknik panggilan. Aku sendiri merasakan sesuatu yang aneh ketika berhadapan dengannya, rasanya sama seperti melawan guru Six Eyes.
Taro langsung memberi instruksi menyerang pada Elang, melesat cepat menuju ke arahku. Tapi Garuda juga langsung menghadang, keduanya saling bertarung.
"Pyakk!"
"Yakk!"
Ular milik Taro menghilang, sebuah getaran dari tanah memberikan aku sinyal buruk. Tiba-tiba ular milik Taro menjadi sebesar pohon dan berusaha melahapku.
"Krak!"
"Shiss!"
Tanah yang berlubang dengan ular keluar dari dalam, membuat aku terhempas ke udara. Sebelum ia memakan ku hidup-hidup, kuambil jarak jauh untuk menyelamatkan diri.
"Sratt!"
Tora tidak memberikan aku waktu dan kesempatan, dengan cepat dia sudah berada di depanku.
"Ya ampun, tidak aku sangka kau bisa menghindari itu"
"Hanya sebuah keberuntungan"
"Kalau begini aku akan lebih serius"
Taro meningkatkan tempo pertarungan, kecepatan miliknya semakin tinggi. Aku tidak bisa melihat gerakan nya.
"Kejutan, bocah!"
Serangan dari atas udara, melesat mengincar kepalaku. Tidak berpikir lagi, aku refleks menggunakan teknik Copy, dan mengaktifkan Boggie Woggie.
Aku berpindah tempat kembali ke atap tempat semula. Sementara Taro yang tetap melancarkan serangan terkejut aku yang berubah menjadi kayu kering.
Teknik yang aku Copy adalah perpindahan tempat dengan objek lain sebagai gantinya. Syarat penggunaan teknik ini adalah aku harus menyentuh objek untuk memindahkan nya.
Sebenarnya sentuhan hanya sebuah pilihan, jika sebuah objek tidak di aliri energi kutukan. Lalu untuk syarat selanjutnya adalah aku yang mengaktifkan Boggie Woggie dengan cara membunyikan sesuatu.
"Klik" aku menjentikkan jari
Dan langsung saja aku berganti tempat dengan kayu kering di atas atap. Aku sudah membuat sedikit perhitungan sebelum turun ke bawah melawan Taro.
"Teknik kutukan yang berubah-ubah, dan mampu menggunakan berbagai jenis teknik kutukan. Begitu rupanya..."
Angelica dan kakek tua yang melihat pertarungan itu seakan tidak percaya. Orang yang seharusnya tidak bisa bertahan kini bisa bertahan.
"S..siapa dia sebenarnya?" Angelica terpukau
"Teknik kutukan itu seperti milik siswa di sekolah Chiba. Dan teknik Pemanggilan nya seperti milik anggota keluarga Uzumaki"
"Kau, si peringkat Spesial ke enam bukan?" tanya Taro
Aku tidak kaget saat ia tahu hal itu, dan ini membuat perasaanku menjadi aneh. Bahkan aku yang hampir bisa di katakan seri dengannya, hampir saja kehilangan nyawa.
"Tidak, Semi Spesial. Aku belum mencapai grade spesial"
Aku melompat dari atas sekolah, menuju ke arah Taro. Namun Taro tidak menungguku dan langsung menghampiri. Di dinding sekolah kami bertemu, dan tekanan kami menghancurkan sekitar.
"Duarr!"
"Crakk! Krak!"
"Waa, kakek!"
"Hati-hati nona"
Kakek tua melindungi Angelica dengan tubuhnya yang penuh luka.
"Tapi...semi spesial grade. Aku tidak percaya ini" pikir kakek tua
BERSAMBUNG....