
(Sekolah Tokyo 1, Halaman Belakang)
"Duar! Krak!"
"PYAK!"
"Groaahh!"
"Ting!, Duak!"
Pertarungan antara Taro dan Shinigami Loid berada di ujung tanduk dengan kemunduran Taro. Kakuatan Taro yang awalnya mampu mengimbangi Loid kini tidak bisa bersaing dengan shinigami.
"Ada apa dengan shinigami ini, mereka lebih kuat dari sebelumnya"
Tora terus mengejar dan menerkam Taro, dari atas Garuda melemparkan angin yang bisa membelah orang. Dan tanpa sepengetahuan Taro, Centipede muncul dari tanah dan mengkoyak kaki Taro.
"Akhh!"
Taro menghindar dengan cepat, luka di kakinya cukup parah, tidak ada waktu untuk berpikir. Ular di bahunya mulai bergerak dan menyusur tanah.
"Majulah!"
Ular itu masuk ke dalam tanah dan berada di atas permukaan Loid. Sesuai rencana Taro, sang ular muncul dan membesar sampai menelan Loid.
"Kress, Trak! Shhh!"
Loid tidak bisa menghindar dan tertelan oleh roh ular,
"Berakhir sudah" Taro menghela nafas
"Khhhkkk!" Roh ular menggeliat kesakitan
"Apa yang terjadi!" Taro mulai panik
Loid yang tertelan muncul dari dalam perut Ular yang menghilang seperti debu. Karena teknik milik Loid, ular itu menghilang seperti roh kutukan.
"K..kau!"
"Klik!"
Loid berdiri di belakang Taro, berpindah tempat menggunakan teknik kutukan. Taro yang terkejut langsung melayangkan pukulan ke arah Loid.
Pukulan Taro ditahan dengan mudah oleh Loid, namun itu tidak seperti menahan dengan tubuh. Tangan Taro yang berusaha menyentuh wajah Loid menghilang seperti debu.
"Apa?" Taro mengambil jarak
"Sayang sekali"
"Sebenarnya apa yang telah terjadi?"
"Cih, jadi begitu"
"Benar, karena teknik kutukan yang aku miliki hanya meniru teknik milik orang lain dan memodifikasinya. Aku berpikir sebenarnya apakah kekuatan ku hanya itu?"
"Lalu, saat aku terkena seranganmu, aku sadar bahwa kekuatanku bukan hanya itu. Menggabungkan semua elemen dari teknik milikku, dan aku menemukan jawabannya. Teknik membunuh orang tanpa menyentuh, sama seperti Penghalang Pengikat, Kesucian Abadi!"
"Apa maksudmu itu, saat menyentuh tubuhmu, benda itu akan menghilang?"
"Benar sekali, tapi aku tidak sehebat itu. Aku yang sekarang hanya bisa mengggunakan nya sebatas jarak 3 jari saja, dan juga jika kau menunggu aku kehabisan energi kutukan, kau salah memilih orang"
"Hoo, kenapa?"
"Sudah pernah aku bilang bukan, aku memiliki energi kutukan yang melimpah seperti Six Eyes. Sayangnya kekuatanku tidak sama seperti Six Eyes, maka aku memikirkan cara untuk sebanding dengannya. Aku mengumpulkan energi kutukan dan kusimpan di dalam segel milikku"
"Segel?"
"Benar, kau ingat saat seranganmu yang terakhir? Aku melepaskan kontrak energi kutukan yang aku kumpulkan selama satu tahun lamanya. Berkat itu aku bisa melindungi diri dari seranganmu, bahkan membuat aku semakin menjadi kuat"
Tora tidak sadar bahwa dirinya telah melahirkan monster berbahaya ke dunia ini. Bahkan jika 'hampir' selevel Six Eyes, berarti dia bukan lagi manusia.
Tangan Taro yang menghilang adalah sebelah kanan, dengan keadaan seperti itu dia tidak akan bisa menang. Dengan kata lain dia hanya bisa mundur, berusaha agar tidak terbunuh kali ini adalah kemenangan.
"Sepertinya aku harus berpikir ulang untuk melawan kau"
"Aku juga setuju, lebih baik kita hentikan ini"
Loid tahu bahwa membunuh Taro adalah pilihan yang memuaskan, namun dia harus menahan diri agar sekolah penyihir roh masuk dalam masalah ini.
"Hahaha, anggap saja ini kekalahanku, bocah!"
Taro menghilang dengan cepat, dengan pergerakan yang luar biasa dia melarikan diri.
...***...
Melepaskan Taro? Bukan itu yang Loid lakukan, dia tahu bahwa membunuh nya akan sulit. Terlebih yang dilakukan olehnya saat ini adalah gertakan.
Energi kutukannya semakin terkuras, sama seperti mengisi baterai. Pelindung 3 jari terus memakan banyak energi kutukan, bahkan energi kutukan yang ia lepaskan dari kontrak hampir habis.
"Teknik yang benar-benar berbahaya"
Sama seperti kekuatan nya, dampak nya pun besar. Jika dia ingin menggunakan teknik kutukan itu lagi, dia harus menabung energi kutukan selama satu tahun lagi.
"Aku juga merasakannya, teknik ini memakan jiwaku!"
BERSAMBUNG....