
(Hutan Kematian, Kota Van)
Pagi hari diselimuti oleh kabut tebal di dalam hutan, dingin dan sunyi membuat rumah ku sangat nyaman di tinggali. Satu tahun telah berlalu dari serangan Jenderal Raja Iblis Satan, Snakers dan Celine. Meski Celine kini menjadi sekutu di pihak ku, namun aku tidak mempermasalahkannya.
Satu tahun ini sangat tenang dan damai, seperti keinginan ku pertama dan dunia sebelumnya. Hidup damai tanpa masalah, karena aku sudah sudah menyelesaikan tugas dari dewa yaitu membantu para pahlawan mengalahkan Raja Iblis, 2 Raja Iblis dan jenderalnya pun sudah cukup.
Masih ada 3 Raja Iblis yang masih harus di kalahkan, dan aku sudah memutuskan sejak penyerangan pasukan Raja Iblis terakhir kali untuk berisitirahat dan hidup damai.
Sekarang impian itu terwujud, aku membangun rumah di wilayah hutan kematian, tempat yang dikenal berbahaya karena banyak monster berkeliaran. Dengan kekuatan Celine, Rosa dan Rose kemungkinan serangan monster sangat kecil.
Pagi hari aku sarapan buatan Rosa atau Rose, dan siang hari kami pergi berpetualang. Malam harinya kami pulang dan saling bercerita hari ini, sambil santai meminum teh dan camilan buatan Celine.
Aku merasa Celine kini berubah menjadi Asisten Rumah Tangga dibandingkan dulu saat masih menjadi Jenderal Raja Iblis, ia bahkan menggunakan pakaian pelayan.
“Tuan Loid, anda sudah bangun?” tanya Rosa
“Emm, pagi Rosa”
“Pagi Tuan Loid, ini sarapan anda, tapi
sebelum itu cuci muka anda terlebih dahulu”
Rosa memang agak ketat dengan perilaku rumah tangga, dan aku merasa dia seperti pemimpin nya dirumah dibandingkan diriku. Lalu untuk Rose sepertinya ia membersihkan halaman rumah dan Celine menjemur pakaian di halaman belakang.
Bagiku sedikit aneh hidup dengan mereka, lalu Rosa dan Rose seharusnya aku antar ke Benua Re-El tempat para Elf berkumpul.
Awalnya aku ingin hidup sendirian di rumah, tapi tidak aku sangka akan di isi oleh mereka.
“Panggil semuanya untuk sarapan. Hari ini libur, jadi kita tidak akan mengambil misi”
“Baik Tuan Loid”
Meski begitu ini tidak terlalu buruk, kuharap semua ini berlangsung selamanya. Aku sedikit takut dengan semua hal yang terjadi akan menyebabkan kedamaian ku hilang.
Lalu aku mengerti tentang sesuatu, yaitu menghindar dari semua masalah dan menghancurkan semua masalah dengan cepat.
...***...
“Master, apakah anda ingin teh?” tawar Celine
“Boleh, aku juga ingin sedikit cemilan”
“Maaf, tapi untuk cemilan nya sudah habis, kita harus membelinya lebih dulu”
“Ah, kalau begitu tidak masalah dengan teh saja, nanti kita beli cemilan di kota”
“Baiklah, Master”
Master? Sejak aku mengajaknya bergabung ia memanggil nama yang memalukan itu. Anehnya aku tidak merasa terganggu, memikirkan aku memiliki sedikit fetish.
“Baiklah, selamat makan!”
“Em, ini enak”
“Masakan Nona Rosa selalu enak” puji Celine
“Benarkah?” agak malu
Mereka sudah menjadi teman, meski awalnya mereka bertengkar karena Rosa dan Rose tidak setuju Celine menjadi sekutu. Waktu terus berlalu dan mengubah perasaan masing-masing, dan mengetahui Celine tidak jahat seperti dulu mereka akhirnya menerima.
“Aku ingin pergi ke kota, apa saja yang kalian butuhkan tolong dicatat”
“Baik Tuan Loid”
“Jika boleh, biarkan saya ikut dengan Master untuk ke kota”
Agak canggung nantinya tapi tidak masalah,
“Baiklah”
BERSAMBUNG....