
(Hotel Yamato, Tokyo)
(11-12-2012, 18.00)
"Baiklah, apa rencana nya Yuta?"
"Biar aku yang mengambil pusaka terkutuknya. Kau awasi saja di luar sini"
"Baiklah"
Dalam sebuah misi darurat keduanya masih bisa bersantai tanpa tahu yang mengintai mereka dari belakang.
(Di luar Hotel)
"Penghalang Pengikat! Tabir Malam!"
Kutukan tingkat tinggi muncul, dua orang dengan wajah kembar juga mengemban misi mengambil pusaka terkutuk, Mata Abbadon.
"Ayo kita mulai kak"
"Tentu adikku"
...***...
"Syungg"
Sebuah perasaan aneh menyelimuti hotel, aku sendiri bisa merasakan hal ini.
"Jangan-jangan ini, Penghalang Pengikat?!"
Saat Yuta menjalan misi mengambil pusaka, aku berlari keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Namun ketika saat ingin menaiki lift, pintu terbuka,
"Singg" pintu lift terbuka
Kulihat dua orang berada di dalam sana, kembar. Tapi ada yang janggal dari keduanya, meski terlihat seperti manusia, energi kutukannya terasa sangat jelas.
"Seperti..."
Bukan hanya aku yang melihat mereka, ternyata sebaliknya juga, mereka melihatku dengan tatapan tajam.
"Kak..." bisik sang adik
Kedua orang itu keluar dari lift, aku pun memasuki nya. Saat berpapasan tentu aku tahu bahwa mata mereka tidak bisa bohong.
"Ting"
Pintu lift tertutup aku turun kebawah,
"Teknik Darah! Blood Ray!" sang kakak bernama Kuro menggunakan teknik kutukannya
Sebuah tembakan dari darah ke arah lift yang sudah tertutup. Namun ia menyerang tali katrol lift dan membuat putus, meski tanpa melihat serangannya tembus.
"Bamm!"
Lift terjatuh sampai ke lantai dasar, mengejutkan semua orang. Guncangan terasa hingga lantai atas hotel dan debu berhambur di lantai dasar.
"Dia penyihir dari sekolah roh"
"Ah benar juga, kita tidak tahu apakah orang itu sudah mengambil pusaka itu atau belum. Coba kau cek kebawah, dan aku akan ke dalam"
"Baik kak"
Sang adik bernama "Kira" membuka paksa pintu lift dengan tangan kosong. Dan dengan mudahnya itu terbuka, meski terbuat dari besi dan masih aktif.
Mereka berdua menganggap Loid sudah mati karena serangan Kuro. Namun Loid yang sudah bersiaga berhasil mencegah kematian.
"Halo..."
Sesaat pintu lift terbuka, Loid terbang menggunakan teknik pemanggilan "Garuda" sambil memegang pedang kutukan.
"Apa?!"
"Haaa! Crassh!"
Tebasan pedang Loid mengenai tubuh sang adik, Kira. Tanpa diketahui sang kakak dan rekan, pertarungan antara Penyihir roh dan Mayat Kutukan dimulai.
...***...
"Medusa, apa kau sudah menemukannya?" tanya Yuta
"Disana...Yuta..." Medusa sang Ratu Kutukan menunjuk arah letak pusaka kutukan
"Hei siapa kau?" seorang penjaga melihat gerak gerik Yuta
"Ah maaf pak, saya sedang mencari toilet"
"Toilet? Itu disana, jangan masuk ke sana. Itu tempat yang di jaga"
"Baik pak, maaf sebelumnya"
Yuta berusaha dengan cepat menyelesaikan misi,
"Medusa, kumohon ambil pusaka itu di dalam"
"B..baik Yuuta"
Permohonan di terima, Medusa mengambil pusaka kutukan di dalam bayangan. Kamar seorang pengkoleksi barang antik, terdapat beberapa barang lain selain pusaka terkutuk.
"Sepertinya aku keduluan" suara seseorang dari belakang mengejutkan Yuta
"Hah?!"
"Blood Ray!"
"Syungg!" serangan laser darah yang cepat berhasil di hindari Yuta
Sebuah serangan mematikan dari darah mengarah ke Yuta, sembari menunggu Medusa selesai mengambil pusaka, sang pengguna harus menghadapi mayat terkutuk.
"Siapa kau?"
"Entahlah aku juga tidak tahu siapa diriku, kutukan atau manusia? Tidak peduli apa pun itu, kau akan mati malam ini" ujar Kuro
Sebuah tatapan mata saling berhadapan, tajam dan dingin. Pertarungan penentuan untuk mendapatkan pusaka terkutuk, siapakah yang berhasil mendapatkan nya?
BERSAMBUNG....