
“Hei, jangan halangi jalan” suara dingin dari depan pintu
Semua orang guild terdiam seketika, melihat wajah orang yang berbicara.
“Rose, kenapa kau diam saja, cepat sampaikan informasi itu pada Guild Master” ujarku
“K…kau! Bocah sialan, jangan remehkan aku. Berani-berani nya kau mengejekku, petualang peringkat C"
"Kau juga pasti hanya beban di party Nona Rose bukan, tanpa sihir dan hanya bisa menggunakan dasar-dasar pedang saja. Kau hanya orang yang menumpang nama saja” kata dari Las yang mengejekku
“Kau…jangan mengejek Tuan Loid…” Rosa menahan amarah
“Anuu..kumohon jangan bertengkar disini” suara Karin tidak terdengar
Aku juga bodoh karena masuk dalam perkelahian orang idiot,
“Sudah cukup, Rosa, Rose, kita kesini bukan untuk bertengkar. Tinggalkan saja orang itu…”
“Tapi Tuan Loid…”
Aku langsung menuju meja resepsionis, namun Las menghadang diriku.
“Kau mau lari hah bocah, sudah aku duga kau hanyalah orang lemah yang bisa menempelkan nama saja”
“Aku tidak urusan dengan mu” aku mengabaikan nya
“Dasar…bocah!”
Las memukul ku dari belakang, namun aku dengan cepat menghindar. Ia terjatuh dengan keras ke lantai karena kehilangan keseimbangan, membuat suasana kembali hening.
“Kau…beraninya…” Las kembali berdiri dan ingin memukul ku lagi
“Sudah cukup…” ucap Guild Master yang memecah suasana
“Anak muda, kau adalah petualang yang baru-baru ini bukan?” tanya Guild Master
“Ya”
Bukan hanya aku yang memiliki pemikiran bahwa ia bukan orang sembarang, meski memiliki tubuh dwarf dan jenggot putih panjang. Ia memiliki wibawa dan kepemimpinan yang terasa, itulah Guild Master Van.
“Ada urusan apa kau? Apa kau ingin melaporkan sudah menyelesaikan misi?”
“Begitulah, tapi ada satu hal lagi yang ingin aku beritahu. Kudengar kalian membahas ular raksasa tadi?”
“Ternyata kau mendengarnya, tapi aku masih tidak tahu dengan jelas monster apa itu. Jadi kami masih belum memutuskan untuk masalah ini. Apa kau tahu tentang itu?”
Begitu rupanya, ia menyerap informasi dengan cepat dan mengambil keputusan dengan berani.
“Sebenarnya, keberadaan monster ular itu benar adanya, ia di tengah hutan kematian, ukurannya sangat besar, mungkin bisa menutupi setengah desa jika melingkar”
“Apa kau sudah melihatnya?” tanya Karin
“Ya, dan aku sudah memastikannya. Apa kau ingat misi pengamatan di desa Van?”
“I..iya, karena tiba-tiba monster agresif dan keluar dari hutan”
“Yah, alasan monster itu keluar hutan dan bertindak agresif adalah kemunculan monster ular itu”
“Apa?!”
“Tidak mungkin!”
“Jadi itu benar adanya?”
“Iya, aku juga bersaksi untuk Tuan Loid. Saat kami membasmi goblin, tiba-tiba monster lari dari tengah hutan” jelas Rose
“Jika sudah seperti ini, tentu adalah hal yang gawat. Kupikir ini masalah kecil tapi tidak aku sangka akan berhubungan dengan agresifnya monster di dalam hutan”
Semua orang di guild diam, menunggu keputusan Guild Master.
“Aku akan mengalahkan monster ular itu”
“Dasar bodoh”
“Ap..apa katamu bocah”
“Kusarankan kau untuk meminta bantuan dari guild di ibukota, dan juga bantuan dari para pahlawan”
“Ha?”
“Karena di dalam sana, ada iblis…” kataku membuat semua orang terkejut
“I..Iblis?!”
“Mustahil! Iblis muncul disini?”
“Kenapa mereka muncul disini? Bukan kah perjanjian itu ada”
Perjanjian? Perkataan itu membuat aku berpikir. Tapi sekarang bukan waktunya untuk memikirkan itu, untuk urusan iblis dan Raja Iblis ku serahkan pada Helena dan Vina.
“Sekarang aku hanya ingin hidup biasa, menjadi seorang petualang"