
Pertarungan antara Helena dan Janembi harus berakhir dengan kekuatan dan kesadaran Helena yang habis.
"Serang matilah, Sihir Api, Fire Shoot!"
Serangan lanjutan dari Janembi untuk mengakhiri pertarungan,
"Garuda!"
"Pyakk"
Garuda dengan cepat menangkap tubuh Helena yang hampir terkena serangan Janembi, menggunakan cakar dan sayap ia berhasil menyelamatkan sang pahlawan.
"Siapa itu? Siapa yang menganggu ku?"
"Tidak kusangka kau benar-benar melakukan hal ini"
Loid menunjukkan diri, mendekati Janembi yang masih melayang di udara.
"Manusia rendahan lainnya, kenapa kalian selalu muncul seperti belatung?"
"Entahlah, tapi sekarang ini aku memiliki satu tugas yang sangat penting"
"Jangan banyak bicara manusia rendahan, yang kau lawan adalah Jenderal Raja Iblis yang dipilih oleh Spirit Api, Janembi!"
"Lalu? Kau pikir aku takut?"
"Dasar manusia rendahan, akan ku bakar kau menjadi abu!"
Janembi mengeluarkan sihir kecil untuk Loid,
"Maaf saja tapi aku tidak ingin membuang waktu, sudah cukup bermain-main nya"
"Sihir Api, Fire Shoot, Bertubi-tubi "
"Teknik Roh, Pelindung darah!"
Api itu membakar darah, tercium bau yang sangat tidak enak. Janembi mulai merasa ada sesuatu dengan lawannya.
"Apa itu? Darah? Sihir kuno? Tidak, sejak awal dia tidak memiliki pancaran mana atau sihir" pikir Janembi
"Siapa kau sebenarnya bocah?"
"Tidak sopan memanggil aku bocah, padahal aku lah yang sudah membunuh Raja yang kau puja-puja"
"Apa?! Jadi kau...jadi kau yang membunuh Raja Iblis Victor"
"Ya begitulah, jadi...ayo maju" tantang Loid
"Kau...setelah membunuh mu, pahlawan itu selanjutnya"
"Kau pikir aku peduli?, apa kau melihat di wajah ku ini ekspresi wajah peduli pada dia atau mereka?"
"Lalu kenapa kau menyelamatkan nya?"
"Dia akan menjadi alat yang berguna bagiku di masa depan, jadi aku harus merawatnya dengan baik"
Loid hanya mengulur waktu, memikirkan sebuah rencana untuk mengalahkan Janembi.
Mengumpulkan informasi pada satu penglihatan,
"Lalu? Kenapa, bahkan di hadapan ku iblis pun menjadi rendah, bahkan Raja Iblis pun tunduk padaku"
"Apa katamu? Lebih baik kau tarik ucapan mu"
Loid berhasil memancing emosi Janembi,
"Sihir Api, Hell Fire!"
"Bloody Ray!"
"Tas, trass!"
Api yang panas itu padam karena darah, Janembi mulai kesal dan menyerang pada jarak dekat.
"Haaa! Spirit Api, Tombak Api!" Janembi menyerang
"Kena kau..."
"Apa?"
"*Penghalang Pengikat!"
"Apa ini?"
"Peti Mati Gunung Api*!"
Loid mengaktifkan teknik roh terkuat bagi penyihir roh, sebuah teknik yang mengubah energi kutukan menjadi sebuah penghalang.
Luas nya seperti rumah sederhana, di dalam nya di bumbui dengan teknik kutukan yang dominan yang dimiliki oleh penyihir.
"Peti Mati Gunung Api" adalah salah satu teknik penghalang Pengikat yang Loid "Copy" dari musuh nya.
Sebuah penghalang yang di dalamnya di isi dengan kutukan gunung api, sebuah suasana seperti di dalam gunung berapi.
"Panas, kecil, dan pengap. Kenapa? Kenapa aku disini?" pikir Janembi setelah masuk ke dalam penghalang Pengikat
"Blub...blub" suara gelembung lahar yang pecah
"Krak, krak, trass"
Batuan panas, hawa, tekanan seperti di Gung berapi sungguhan. Membuat sebuah imajinasi menjadi sebuah kenyataan, itulah teknik Penghalang Pengikat.
"Dimana ini?"
"Ini adalah teknik milikku, teknik terkuat ku saat ini. Peti Mati Gunung Api, sebuah penghalang pasti kena pada lawan, dimana kau pasti mati jika di dalam sini" senyum Loid
BERSAMBUNG....