
"Orang tanpa sihir dan kekuatan? Mampu mengalahkan Tuan Loid?"
Aku mengangguk dengan pasti, selain itu bukan hanya mengalahkan tapi aku kalah telak. Meski tanpa energi kutukan atau pun energi roh, ia memiliki kekuatan fisik yang melebihi manusia biasa.
Sebagai ganti tidak memiliki energi kutukan, ia dianugerahi tubuh dan fisik luar biasa. Lalu dengan kemampuan bela diri ditambah menggunakan Senjata Roh, dia sangat kuat untuk dihadapi para penyihir roh maupun kutukan roh.
"Siapa nama orang itu, Master?"
"Hemm, Taro. Taro, si Sampah Keluarga Uzumaki"
Kata sampah menjadi rumor di kalangan penyihir roh, namun aku tidak mengerti kenapa dia dijuluki seperti itu. Jika kalian melawannya pasti akan mengerti, orang itu bukanlah sampah, dia bahkan mungkin bisa mengalahkan para kepala sekolah penyihir roh.
...***...
(Sekolah Tokyo 1)
Satu minggu berlalu ketika aku menjalani misi ini, namun tidak ada pergerakan aneh. Angelica sekolah seperti biasa, dan kakek tua itu berada di jangkauan wilayah sekolah. Sementara aku mengawasi dari dalam sekolah dengan izin dari sekolah.
"Tapi ini sudah satu minggu dan tidak terjadi apa-apa. Apakah guru sialan itu mengerjai ku?"
Aku merasa seperti ditinggalkan, atau mungkin dia ingin aku melakukan ini seumur hidup sampai Angelica memiliki keadaan damai. Saat aku berpikir seperti itu, sebuah gerakan aneh datang dari belakang sekolah.
Aku menggunakan Teknik Pemanggilan 'Gama' untuk mengetahui keadaan sekolah. Salah satu Gama merasakan seseorang masuk dengan energi kutukan.
"Tidak..."
Dia, tiga, empat bahkan enam, sekelompok orang dengan energi kutukan terdeteksi memasuki sekolah. Mereka bukanlah teman karena tidak ada pemberitahuan jika akan ada pasukan bantuan.
"Siapa mereka?"
...***...
(Persembunyian Taro)
Meminum cola di siang hari dengan teropong di kedua mata. Ia akhirnya melihat pergerakan dari sekte Jahat.
"Oh, akhirnya mereka bergerak?"
Namun akhir-akhir ini ia merasa aneh karena penyihir roh tidak mengirimkan pengawalan pada nona Yamazaki.
"Atau mungkin mereka mengirim siswa dan dekat dengan target?"
Tidak sepenuhnya salah, tapi merupakan keuntungan bagi Taro untuk membunuh Angelica.
"Kalau begitu kita mulai saja"
Ia berdiri dan langsung menuju ke sekolah Tokyo 1, dengan senjata kutukan berbentuk pedang di tangan nya.
...***...
(Sekte Jahat, Halaman Belakang Sekolah)
Enam orang mencurigakan dengan jubah dan penutup kepala hitam memasuki sekolah dengan tujuan membunuh Angelica. Salah satu dari mereka memiliki energi kutukan yang luar biasa, dibandingkan dengan anggota lain ia adalah eks penyihir roh.
"Seperti nya sekolah penyihir sudah mengirimkan orang. Shinigami juga telah dipasang di tempat ini"
"Sekarang bagaimana Pemimpin?"
"Bunuh target sesuai rencana, aku akan mengurus orang-orang itu" jawab Pemimpin Sekte Sesat bernama Yi
"Tidak akan aku biarkan begitu saja"
Kakek tua sebagai pengawal pribadi Angelica datang dari balik pohon seperti sudah mengetahui kedatangan para sekte sesat. Dengan senjata kutukan roh berbentuk tombak, maju melawan pemimpin sekte sesat.
Pemimpin sekte sesat seperti terkejut melihat kedatangan Kakek Tua, tapi melihat dia sendirian tidak ragu untuk menyerang.
"Serahkan dia padaku, kalian pergilah!" perintah pemimpin sekte Jahat
Kelima anak buahnya melangkah dengan cepat seperti bayangan. Namun Kakek Tua tidak membiarkan mereka, dengan serangan dari tombak, ujung tombak memanjang dan menghalangi jalan kelima orang.
Senjata kutukan berbentuk tombak yang bisa memanjang dengan rantai di dalamnya. Kakek tua itu menarik kembali ujung tombak dan bersiap bertarung dengan keenam orang.
"Hoho, seperti nya kau meremehkan ku ya"
"Tentu saja, jika melihat dari jauh kalian berkelompok. Dan juga kalian bukan dari penyihir roh ataupun sekolah penyihir roh, kalian adalah orang yang bisa menggunakan energi kutukan untuk kejahatan, organisasi sesat bukan?"
"Tampaknya para petinggi sudah mengenal kami dengan baik"
"Tapi kalian tahu, orang yang berkelompok itu dikatakan sangat lemah, karena itu mereka mengandalkan kerja sama"
"Kalau begitu tunjukkan kekuatan mu, kakek tua"
Yi kembali bergerak, tapi kali ini kecepatan nya sangat tinggi. Kakek tua itu sedikit terkejut dengan kecepatan Yi, seakan sadar bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan.
Kelima anak buahnya tetap bergerak mencari Angelica di dalam kelas. Ternyata mereka bisa menggunakan energi kutukan, dan mengeluarkan teknik pemanggil.
"Kau juga penyihir roh, kakek tua? Seharusnya kau pensiun saja"
Yi muncul dari belakang dan mengeluarkan pisau di kantong belakang. Berniat menusuk leher kakek tua, namun ia berhenti ketika tubuhnya tidak bisa bergerak.
"Sayang sekali, aku sudah pensiun dari penyihir roh. Sekarang aku hanyalah pengasuh!"
Di lihat dari belakang sebuah bayangan mengikat bayangan lain. Itulah teknik kutukan milik Kakek tua, pengikat bayangan.
"Pengikat bayangan! Semua yang terkena bayangan ku tidak akan bisa bergerak selama satu menit"
Kakek tua berbalik ke arah Yi yang tidak bisa bergerak. Mata kakek tua itu seakan merasa semua sudah selesai dan bisa membunuh musuh di depannya.
"Sayang sekali, kau harus mati disini"
Setelah mengatakan itu Yi tersenyum, dan Kakek tua itu merasa ada yang salah. Tepat setelah ia berbalik badan sebuah serangan menyerang punggung nya.
Bekas cakaran dengan 3 baris luka di luka, bahkan merobek pakaian hingga kulitnya. Kakek tua itu tanpa sadar melepaskan teknik kutukannya.
"Akh...kau, kapan kau menggunakan nya?" Kakek tua itu bingung kapan Yi menggunakan teknik kutukannya
"Ah, itu. Aku sudah menggunakannya sejak datang kesini"
Sebuah shinigami muncul dari atas pohon melompat ke samping Yi. Bentuknya seperti monyet tapi bertubuh seperti anak usia 8 tahun. Ia memiliki 3 cakar di tangan dan tidak memiliki ekor.
"Teknik pemanggil, Ape!"
BERSAMBUNG....