
(Beberapa Hari Kemudian)
Serangan monster dan para iblis telah berlalu beberapa hari, suasana kota kembali seperti semula dan petualang melakukan misi nya.
Pedagang juga sudah mulai ramai menjajakan barang dagangan kepada pembeli, dan dengan cepat beberapa orang memilih barang dagangan itu.
“Kenapa kita pergi pagi-pagi sekali?”
“Master, kita harus menyelesaikan semua masalah dengan guild terlebih dahulu”
Celine sekarang sudah mulai bekerja dengan ku, namun memanggil aku dengan Master agak berlebihan. Yah tapi tidak dipungkiri bahwa dia adalah iblis, dan sekarang aku menyuruh dia untuk menyamar dengan penampilan lain.
Meski menyamar hanya tanduk dan sayap nya saja yang hilang, semua nya hampir sama seperti tubuh aslinya. Ia sangat tinggi dan berisi, wajah nya sangat putih dan cantik, rambut panjang dan berwarna hitam di uraikan. Tapi memakai baju maid, bukan kah itu juga agak berlebihan?
“Kau tahu sebenarnya ini agak aneh, kenapa kau memakai pakaian itu dan memanggil ku master?”
“Ini hanya sebuah bukti kesetiaan pada Master”
Mata orang-orang tiba-tiba tertuju pada kami berdua,
“Hahaha” aku tertawa kecil
Apakah dia tidak menanggap bahwa itu akan menjadi masalah untuk kita berdua, selain itu Rosa dan Rose sebenarnya menolak untuk bekerja sama dengan Celine.
(Kemarin Malam, Penginapan Loid)
Kami berempat berkumpul di kamarku, hari masih pagi namun suasana sudah panas sekali. Kedua elf melihat terus iblis di sampingku, aura permusuhan terasa sangat jelas, aku pun ingin pergi dari sini.
“Jadi…aku ingin mengajak dia ke dalam perjalanan ku”
Saat aku berkata seperti Rosa dan Rose langsung menatap tajam diriku, aku tidak bisa berkata apa-apa. Lalu aku juga aneh meminta musuh menjadi rekan perjalanan, Rosa mungkin berpikir dia akan mengkhianati di akhir.
“Kalau begitu saya ulangi lagi, perkenalkan saya adalah Celine Fou Ghanam kalian bisa memanggilku Celine. Mungkin kalian masih tidak percaya dengan ku, tapi saat ini aku hanya melayani Master, aku tidak memiliki niat untuk mengkhianatinya”
“Kau pikir aku akan percaya dengan perkataan seorang iblis?”
Suasana semakin menggila saat Rosa menyentuh Celine, ia yang seharusnya lebih tenang dari Rose kini berubah penampilan seperti penindas.
“Sebenarnya apa tujuanmu?” Rosa menunjuk Celine
Celine hanya bisa diam tidak berkata meski dari raut wajahnya dia sangat kesal, ia sangat menahan amarahnya. Tidak sebentar lagi akan meledak jika tidak aku hentikan.
“C..cukup kalian berdua, ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Sudah kubilang ia adalah sekutu kita bukan”
“Tuan Loid diam saja!” serentak mereka berkata dan membuat aku diam
“Jika memang Nona sekalian tidak percaya maka aku akan mengatakan yang sebenarnya, saya disini karena saya telah kalah melawan master, karena itu kami membuat perjanjian untuk ke depannya, yaitu mengalahkan semua Raja Iblis”
Rosa semakin tidak percaya dengan ucapan dan diri Celine, tidak mungkin iblis akan membantu melenyapkan tuannya sendiri. Ia pasti memiliki tujuan tersembunyi atau mungkin Loid yang sudah terpengaruh oleh Celine.
“Jangan-jangan Tuan Loid dan dia sudah….”
Aneh, aku tidak tahu maksud perkataan Rose tapi dengan refleks aku menentangnya.
“T..tidak, itu tidak benar”
“Apa, tuan Loid, apa anda bertanggung jawab terhadap iblis ini?” Rosa kembali menambah masalah karena percaya
“Padahal anda belum melakukan apa-apa terhadap kami berdua, tapi anda sudah menyerang wanita lain” Rose sedikit mengeluarkan air mata palsu
“Hei…hei, aku jujur tidak melakukan apapun dan aku tidak memiliki niat tersembunyi pada kalian. Benarkan Celine, coba kau jelaskan pada mereka supaya tidak salah paham”
“Jika maksud Master adalah melakukan apapun maka aku akan melakukannya, apapun itu termasuk hal mesum”
“Hentikan! Ini seperti penjara neraka” batinku
“Tidak, aku tidak akan meminta itu dan berhenti memanggil ku master”
Percakapan ini semakin menjauh dari topik, dan aku yang menjadi sasaran ketiga wanita di depan. Aku sendiri tanpa sadar sudah bersujud di lantai saat Rosa menatap tajam aku tadi.
“Baiklah jika begitu…” Rose tiba-tiba kembali ke topik
Aku sedikit terkejut karena kupikir ini tidak akan selesai dengan cepat, panas di kamar ku semakin bertambah saja setiap detiknya.
“Aku akan membiarkan mu ikut, tapi aku masih belum percaya sepenuhnya denganmu” ujar Rose
“Haa, kalau begitu akuy juga akan melakukan hal yang sama, aku akan mengawasi mu. Dan jangan pernah menyakiti Tuan Loid, jika tidak…”
“Kalian tidak perlu khwatir, Master sendiri sudah cukup kuat untuk menjaga diri. Namun aku juga memiliki syarat, yaitu aku hanya membantu dalam memberikan informasi dan pertarungan kecil, untuk berperang aku tidak akan ikut, aku masih memiliki harga diri sebagai iblis”
Bukan kah jika begitu kau sudah menerima diri sebagai pengkhianat, dan kenapa kau tidak melepas pakaian pelayan yang aneh itu.
Sedikit berbahaya jika orang-orang salah paham denganku, masalah ini tidak akan selesai bukan.
“Baiklah, aku setuju. Aku juga tidak akan memaksa saat kau tidak ingin melakukannya. Dan aku tidak ingin kau terluka akibat ras mu sendiri”
BERSAMBUNG....