ISEKAI WORLD IS HARD LIFE

ISEKAI WORLD IS HARD LIFE
WADAH BINTANG 1



(Sekolah Tokyo 1)


Teknik Roh terlepas, kakek tua itu sekarang dalam kondisi terdesak.


"Bagaimana kau...?"


Yi telah menggunakan teknik roh sebelum terkena bayangan pengikut milik Kakek tua. Teknik Pemanggilan berbeda dengan teknik roh instan seperti ledakan dan manipulasi yang mudah dibatalkan jika pengguna nya kehabisan energi atau konsentrasi.


"Lebih baik kau pergi sekarang, kakek. Kau tidak akan bisa mengalahkan aku"


Kakek tua itu tidak menanggapi perkataan Yi dan memasang kuda-kuda. Sorot mata kakek membuat bulu kuduk Yi berdiri dan menandakan alarm bahaya.


"Apa kau sudah selesai bicara?"


Yi tersenyum dan mengeluarkan pisau kecil dari pinggang nya. Kakek tua tidak membuang sakit dari luka cakaran Ape, tombak di tangannya menggenggam erat keamanan Angelica.


"Maju!"


Ape mulai menyerang, di belakang melaju Yi berusaha menusuk Kakek Tua. Tombak kutukan menjadi panjang dan menusuk Ape tepat di jantung. Kakek tua yang merasa telah berhasil melihat hal ganjil dimana Ape tidak menghilang tetapi meledak.


Ledakan besar membuat ia terpental dengan luka serius. Yi yang rencana nya berhasil tertawa terbahak-bahak.


"Kau benar-benar bodoh, kakek tua!"


Kakek tua tidak tahu bila ada teknik pemanggil yang menyuruh shinigami nya hancur. Bagi pengguna teknik pemanggil, jika makhluk yang dipanggil mati maka tidak akan bisa dipanggil lagi. Lebih buruk lagi makhluk tersebut telah mati di dunia manusia dan dunia shinigami.


"Teknik Pemanggilan ku terbuat dari bahan dasar tanah. Dengan membumbuhi peledak, itu menjadi serangan kejutan"


Berbeda dengan makhluk panggilan dari bayangan dan kabut, tanah memang mudah dihancurkan tapi ketahanan dan pembentukan nya lebih cepat.


"Tidak akan aku biarkan!"


Tombak yang ia pegang masih berguna sebagai pegangan untuk berdiri. Ujung tombak telah siap ia tembakan ke arah Yi, namun sesuatu menghalangi jalan.


"Aku juga tidak bilang kalau bisa menggunakan makhluk itu cuma satu"


Rombongan Ape mengelilingi kakek tua, 10 monyet siap meledak sebelum kakek tua menyerang balik.


"Sudah berakhir kakek tua, selamat tinggal. Akan aku jaga nona muda dengan baik!"


Amarah langsung memuncak! Mendengar nama Angelica keluar, energi kutukan kakek tua keluar dengan cepat. Tubuh dengan penuh luka bakar tidak memadamkan api dari mata kakek tua.


"Pengikat Bayangan!"


"A..apa?!"


"Berani sekali kau mengucapkan nama Nona Angelica dengan mulutmu! Kali ini kau tidak akan hidup lagi"


"T...tidak bisa aku kendalikan" Yi tidak bisa mengendalikan Ape yang terkena teknik milik Kakek tua


"Sejak dulu aku memiliki tugas penting, untuk melindungi orang-orang kotor dan membunuh semua orang yang menghalangi jalan klan Yamazaki. Tapi...sejak kelahiran Nona Angelica, aku berhenti melakukan hal kotor itu dan merawatnya seperti anak sendiri"


"Dari ia kecil sampai remaja, ia sama seperti ku hanya orang dengan kekosongan di hati. Namun Nona Angelica bahkan diperlakukan lebih buruk dariku. Anak yang lahir dari hubungan gelap dan mendapat permusuhan dari keluarga utama. Hidup dengan rasa iri dan kosong"


"Maju!"


Yi kembali membuat beberapa Ape dari tekniknya, kini bentrokan antara Ape yang dikendalikan oleh kakek tua saling meledak.


"Menggunakan teknik Pemanggilan terus menerus sudah energi kutukan mu bukan?" gertak kakek tua


Keduanya bisa dibilang sama, Yi telah kehabisan energi kutukan karena terlalu banyak melakukan teknik pemanggil. Sementara kakek tua terluka parah karena serangan sebelumnya.


"Aku hanya bisa mengeluarkan satu Ape lagi. Kakek tua itu juga pasti diambang batas dengan luka parah, satu-satunya masalah adalah tombak itu"


"Kakek!"


Suara perempuan dari kejauhan yang melihat pertarungan hidup dan mati. Angelica muncul untuk menyelamatkan pelayannya.


"Nona Angelica!, Cepat pergi dari sini!"


Pandangan kakek tua mengarah ke tempat lain. Kesempatan yang tidak dibuang oleh Yi, Ape melaju cepat diimbangi Yi dengan pisau ditangan.


"Matilah!!!"


"Wush!"


"Duarkk!"


Sebuah kejutan terjadi, seseorang orang muncul dari atas langit dan menghancurkan halaman belakang. Debu dan tanah berterbangan seperti kabut. Yi dan kakek tua tentu saja terkejut dengan kemunculan orang itu.


"Woi, woi, kau akhirnya muncul juga. Nona Muda!" Tora muncul dari kumpulan debu dengan pedang di tangan


BERSAMBUNG....