
(SEKOLAH TOKYO 2)
"Crashhh!!!" Tora berhasil mengigit bahu kiri Merlin
"Bagus!" Aku senang serangannya berhasil
Namun sesaat setelah Tora mengigit Merlin, luka yang sama aku rasakan.
"Crashhh"
Tiba-tiba bahu kiriku robek, seperti yang dialami oleh Merlin. Aku terkejut, dingin dan sakit, inikah gigitan maksimal Tora.
"A..apa?! Khhkk" aku memegangi bahu
Darah mengalir deras dari bahu, aku terduduk.
"Hemm, Tas!" Merlin memukul Tora seperti memukul nyamuk
"Khhhkk" Tora terlempar dan tidak bisa bergerak
"Aku mengerti, kau mampu menganalisa teknik kutukan milik ku. Jadi sejak awal kau sudah tahu ya" Merlin berjalan mendekat
"Cih, kupikir teknik mu hanya membalikkan serangan berwujud"
"Bocah, sepertinya kau tidak kurang mengetahui nya, Teknik Penghalang Pengikat adalah teknik terkuat dari penyihir roh. Saat kau terkena teknik ini, pilihan mu hanyalah mati"
Aku diam mendengarkan, tentu saja aku tahu.
"Apakah penyihir roh sekarang sangat lemah seperti ini? Namun kau adalah orang pertama yang membuat aku kagum. Mampu menganalisa teknik milikku dengan cepat dan mengambil keputusan untuk tidak menggunakan serangan langsung"
Benar-benar berbahaya, teknik ini mungkin bisa menghancurkan banyak penyihir roh.
"Teknik ini bukan hanya membalikkan serangan saja, namun teknik ini mampu membalikkan semua hal yang tertakdirkan"
Aku terkejut, teknik ini mampu membalikkan semuanya? Bahkan serangan terkuat bisa menjadi senjata, beruntung aku tidak menggunakan teknik milik Guru Six Eyes.
Teknik kuat yang dibalik kan ke pemilik nya, mungkin akan sulit untuk menghentikan nya. Tapi, seharusnya teknik ini bisa menjadi kunci kemenangan, jika di akhir lawannya mengeluarkan serangan kuat nya, dan ia menggunakan teknik ini, tentu saja ia akan menang mudah.
Tapi dia menggunakan nya di awal, sebenarnya apa yang ia rencanakan? Tidak, sebenarnya apa yang terjadi padanya?
"Begitu rupanya..."
"Teknik ku adalah teknik pembalik, dimana aku bisa membalikkan semua serangan lawan. Dan jika aku menggunakan Penghalang Pengikat, tentu saja aku semakin tidak terkalahkan"
Benar, yang ia katakan mungkin benar. Bahkan mungkin jika Merlin melawan Guru Six Eyes, mereka mungkin seimbang, atau mungkin Guru akan kalah.
"Kunci untuk pertarungan ini adalah energi kutukan"
Guru Six Eyes mungkin bisa bertahan karena memiliki energi kutukan yang melimpah. Kekuatan itu mampu menghancurkan batas pembalik ini.
Tapi jika lawannya adalah orang yang cerdas, sudah pasti tidak akan mudah. Dan aku juga akan melakukan hal yang sama.
Saat tidak bisa menang menggunakan kekuatan sendiri, aku memutar otak untuk mencari jalan keluar.
Dan yang aku butuhkan sekarang adalah "waktu".
"Lepas Kontrak!" Energi kutukan ku keluar dengan deras
Merlin sedikit kaget melihat energi kutukan ku yang keluar.
"Teknik Pemanggil! Garuda!"
"Sraattt" Garuda langsung menyerang Merlin dengan kecepatan penuh
Sebelum mencapai dirinya, Garuda berubah arah menjadi kembali ke arah ku. Berbalik, sifat teknik kutukan ini sangat terbalik.
"Geh!" Aku menghindari Garuda
Serangan langsung dan fisik, bisa di balikkan dengan mudah. Hanya ada satu cara,
"Hemm, akan aku coba ini"
Merlin mengeluarkan pisau dari belakang bajunya. Aku tahu alasan ia mengeluarkan nya, tentu, itu bukan untuk sesuatu yang baik.
"Ayo kita lihat apakah kau bisa bertahan"
"Cratt!"
Menggunakan tubuh siswi SMA itu ia menancapkan pisau ke telapak tangan kiri nya.
Tentu karena efek Penghalang Pengikat, luka yang ia terima berbalik padaku.
"Akhh!" tangan ku terluka
Sedikit gila, namun dia benar-benar melakukan nya. Apakah penyihir roh selalu seperti ini?
"Crat! Crat! Crat!"
Lagi dan lagi, ia menusuk setiap bagian tubuh siswi. Namun lukanya tidak membekas pada diri nya, melainkan padaku.
"Akhhh!"
"Aku selalu ingin tahu apakah yang terjadi jika aku menusuk jantung sendiri, apakah aku atau mereka yang mati?"
Sebelum ia melakukan hal gila lagi, aku menghentikan pergerakannya.
"Gama!"
Lima ekor Gama menghentikan pergerakan Merlin.
"Hee, ternyata kau bisa menggunakan banyak teknik pemanggilan ya? Menarik sekali, namun kelemahan pengguna teknik pemanggil adalah pertarungan jarak...de..."
Tak kusiakan, langsung saja aku menggunakan "Kilat Putih" untuk menyerangnya.
"Kilat Putih!"
"Duuuaakk!" kena telak
Serangan cepat dan kuat, langsung menuju wajahnya. Tentu saja aku merasa kena, namun teknik pembalik ini sangat merepotkan.
Wajahku sakit terkena serangan sendiri, sebelum menyentuh wajah nya, serangan itu berbalik padaku.
Serangan kuat itu tentu saja membuat aku hampir pingsan. Hampir saja, yang membuat aku mati adalah serangan diriku sendiri.
BERSAMBUNG....