
Pertarungan sengit masih berlanjut, Loid berada di ujung tanduk kehabisan tenaga dan energi.
Suara lari kuda terdengar dari belakang, Loid dan teman-temannya melihat kedatangan para pahlawan.
"A..apa yang terjadi pada benteng nya?" tanya Vina setelah melihat benteng Raja Iblis Victor menghilang
Tentu karena pertarungan sengit, dan serangan kuat dari Victor benteng dan hutan di sekitar tidak bersisa. Hanya ada tanah gosong dan udara yang berat tersisa.
"Tuan Loid? Anda disini?" Helena turun dari tunggangan dan mendekati Loid
"Helena kah? Lama tidak bertemu"
"Apa tuan Loid yang melakukan hal ini?"
"Tidak, itu ulah Raja Iblis Victor" Loid menunjuk Victor yang masih bersiap mengeluarkan sihir
"Apa?!, Itu Raja Iblis?"
"Vina!"
"Ya! Ayo kita serang!"
"Bertambah lagi kah? Tidak masalah, berapa jumlah kalian serangan ku ini akan menghancurkan kalian semua" ancam Victor
"Benar-benar sihir yang luar biasa, meski kita disini tapi semua sudah terlambat"
"Duar! Duar! Wushh"
Angin dan petir mulai membesar, bentuk naga mulai sempurna. Siap melahap semua yang ada di bawah,
"Aku punya rencana untuk menghentikan bencana ini. Kalian bisa bantu aku kan" pinta Loid
Semua elf menganggukan kepala, sementara Vina masih sedikit ragu.
"Helena?" tanya Vina
"Kita percayakan saja pada Tuan Loid. Dia satu-satunya harapan kita sekarang"
Victor mulai selesai, tidak bisa di hentikan, serangan terkuat dari Raja Sihir.
"Sihir kuno!, Raungan Naga!"
"Jlegar! Duar!"
"Woarghh!" bentuk naga mulai membuka mulut
Dua naga muncul di langit, angin membuat daratan tertekan. Para pahlawan dan orang-orang merasa tidak ada harapan,
"Wahai api yang membara, bakarlah semua musuhku! Dragon Fire!" sihir Helena
"Wahai angin yang berhembus, tiuplah kehidupan dunia ini! Dragon Wind!" sihir Vina
Sihir tingkat tinggi di keluarkan oleh dua pahlawan. Melawan untuk bertahan dari serangan sihir Raungan Naga kuno.
"Duar! Wushh!"
Dua serangan saling beradu, namun kekuatan Raungan Naga Victor masih lebih besar.
"Geh, kuat sekali!"
"Haaah!!!"
Kedua pahlawan mengeluarkan semua sihir mereka, kedatangan di saat kritis membantu melawan Raja Iblis.
"Tidak berguna, kalian semua akan mati!"
Victor mulai mengeluarkan semua kekuatan terakhir di tubuhnya, saat itu ia tidak sadar bahwa ada mangsa siap mengincar.
"Tunggu dimana bocah tanpa sihir itu?" pikir Victor mencari Loid
...***...
"Kalian tahan sihir besar itu, biar aku yang urus Raja Iblis"
"Bagaimana caranya?" tanya Vina
"Aku akan menyerangnya dari belakang, kau bisa menggunakan Gate bukan? Buka di belakang sana, sisanya biar aku yang urus"
"Aku bisa menggunakan 2 kali gate, kesempatan anda hanya ada 1 kali"
"Tentu, itu sudah cukup"
...***...
Victor terkejut dengan gate di belakangnya,
"Begitu rupanya! Jangan harap kau bisa menipuku lagi!"
Victor menghindar dan membuat pelindung dari angin,
"Rasakan ini!" serangan dilancarkan Victor sebelum Loid keluar
"Sing! Sing!"
Tebasan angin ke arah lubang gate, sesuatu terpotong namun dilihat lebih jelas Victor melakukan kesalahan.
"Apa?!"
Bukan Loid yang terkena serangan namun salah satu roh panggilan nya, Gama!
"Kena kau!"
Datang dari belakang Gama, Loid siap menyerang Victor dengan Kilat Putih. Kesempatan terakhir, energi kutukan terakhir, dan serangan penentuan dilakukan.
"Bocah sialann!"
"Majulah Tuan Loid!"
"Majuu!"
"Haaaa, Kilat Putih!"
"Ting!, Crass!"
Pukulan dengan Kilat Putih berhasil mengenai Victor, menghancurkan pelindung namun regenerasi masih aktif.
"Percuma bocah! Kau tidak akan bisa mengalahkan ku. Tubuhku tidak terluka!"
"Apa yang kau bicarakan? Kau sudah tidak memiliki kesempatan lagi. Tubuhmu akan hancur!"
"Apa maksudmu?"
"Cress, ress" seketika tubuh Victor membusuk
Serangan tidak terlihat dari Loid membuat tubuh Victor membusuk menjadi cair,
"Kapan dia menyerang ku?" pikir Victor
Teknik Bloody Ray adalah teknik yang bisa aktif kapan saja. Selama kau terkena satu percikan darah, atau setetes darah saja mengenai tubuhmu.
Teknik akan kena untuk menghancurkan tubuh sesuai kemauan pengguna teknik.
Teknik Bloody Ray sendiri aktif pada jarak tertentu, akan terbuang jika teknik darah aktif namun kristal sihir masih berada di tubuh.
Kesempatan, hanya itu yang harus dicari sekarang.
"Teknik Darah! Pembusukan!"
"Tubuhku, hancur...., Sihir ini....sihir apa ini?"
"Dengan ini matilah! Kilat Putih!"
Kali ini bukan pukulan kuat, namun pukulan untuk menemukan kristal sihir Victor. Tubuh iblis hampir sama seperti manusia, mencari kristal juga membutuhkan keberuntungan.
Dengan Kilat Putih, Loid mampu menghasilkan getaran pada objek, membuat ia tahu dimana letak organ dan kristal sihir disembunyikan.
"Di dekat jantung!, JLEBB!"
"Crashh, Akkhhh!"
Kristal sihir Victor dicabut paksa oleh Loid, dengan tubuh yang membusuk, darah keluar terus menerus. Victor diambang Kematian,
"Selesai sudah!" tegas Loid
"Krak, trass!" Kristal sihir Victor dihancurkan oleh Loid dengan tangan
"Akhhh!" jeritan Victor terdengar setelah kristal sihir nya hancur
Manusia di tompang oleh jantung untuk hidup, sementara Victor mengubah hidupnya untuk kristal sihir sebagai jantung.
"Mustahil! Siapa kau sebenarnya bocah?! Padahal kau tidak memiliki sihir!"
"Aku adalah penyihir pengembara, Loid!"
BERSAMBUNG....