ISEKAI WORLD IS HARD LIFE

ISEKAI WORLD IS HARD LIFE
SEKUTU



“Aku tertarik dengan mu. Jadi kau punya pilihan, kau ingin mati sekarang atau ikut bersama ku?”


Celine terkejut mendengar pernyataan Loid, seakan dia tidak memiliki kesempatan untuk hidup. Namun jika dipikirkan lagi manusia tanpa sihir yang sudah berhasil mengalahkan dua iblis dosa besar, ia bukan lah orang biasa, dan jika memiliki kesempatan ia bisa melarikan diri.


“Aku tidak ingin kau menjadi budak, kau bebas melakukan apapun baik kembali ke rumah mu di tempat Raja Iblis, tapi ingatlah…”


Sebuah peringatan meluluhkan semua imajinasi dari Celine untuk lepas dari cengkraman nya,


“Jika kau berkhianat, akan ku pastikan kau menderita sebelum dan sesudah kematian mu!”


Ancaman Loid bukan lah omong kosong, ia dapat melakukan itu dengan mudah, penghalang pengikat yang menyiksa makhluk hidup, ia sudah menyalin dari seorang musuh di masa lalu.


“B..baik, T..tuan”


“Ah, panggil saja aku Loid”


“S..saya Celine Fou Ghanam”


‘Fou’ apakah itu sesuatu seperti gelar bangsawan? Yah berarti dia sangat berharga, selain kekuatan kurasa informasi juga dapat dia berikan.


“Kau bisa menyembuhkan semua orang disini?” tanya ku


“I..itu tidak bisa Tuan Loid, kekuatan ku hanya mampu dalam kekuatan ilusi, selain itu racun dari Snakers lebih berbahaya dari dugaan Tuan”


“Tapi aku masih bisa bergerak?”


“Mungkin Tuan memiliki tubuh yang sangat berbeda dengan manusia lain sehingga kebal terhadap racun, atau mungkin Tuan memiliki anti racun di dalam kekuatan Tuan?”


“Tidak, aku tidak memiliki hal itu”


Loid di mata Celine tampak tenang tanpa melihat keadaan pasukan dan teman-temannya mati. Ia tidak merasa takut atau gelisah, yang hanya dia melihat kesana-kemari sambil memikirkan sesuatu.


“Tuan, apakah anda tidak menolong teman-teman anda?”


Celine bertanya padaku dengan gugup, seperti aku mau memakannya saja, yah tapi benar juga tidak baik untuk meninggalkan mereka disini. Meski begitu aku sudah mengirim pesan pada orang yang tepat untuk menangani racun ini. Namun hal yang menganggu adalah…‘Teman?’


“Teman?”


Kata-kataku seperti membuat Celine tidak percaya dan sedikit terkejut,


“Aku tidak memiliki teman atau pun keluarga, sejak dulu yang ada hanya hubungan antar rekan, atau disini bisa kukatakan dengan sekutu”


“Kau salah paham jika aku teman atau orang yang melindungi mereka? Aku tidak berniat seperti itu sejak awal?” jelas ku


“Maksud anda, anda tidak berpihak pada para pahlawan dan manusia?”


“Bisa dikatakan seperti itu, namun ada beberapa alasan aku bersama dengan mereka, mereka sendiri yang berniat mengikuti ku”


“Lalu kenapa anda menyerang para Raja Iblis lain? Anda tidak memihak bukan?”


“Bukankah sudah kusebutkan, ada beberapa alasan, haa karena kau sepertinya licik dan akan terus bertanya maka akan aku katakan yang sebenarnya. Aku berasal dari tempat yang sangat jauh, disana aku tidak bisa menggunakan sihir dan aku belajar hal selain sihir untuk melawan sihir”


“Maksud anda kekuatan yang anda gunakan pada saat pertempuran tadi?”


“Ya, selain itu tujuan ku sampai tercapai adalah membunuh semua Raja Iblis di dunia ini”


Celine terjatuh ke tanah karena kaget, hal ini seperti Loid benar-benar tidak mempercayai mereka, atau lebih menjaga mereka saja?


Meski begitu membiarkan rekan seperjuanganya mati tanpa perasaan itu membuktikan bahwa dia sudah tidak memiliki emosi lagi, lebih tepatnya sudah menjadi sebagain monster.


“Garuda, apakah Rosa dan Rose sedang menuju kesini?”


Garuda kembali dari membawa pesan, aku menyuruhnya untuk membawa Rosa dan Rose agar memakai sihir penyembuh. Elf secara alami memiliki sihir penyembuh, sementara aku hanya bergantung pada obat dan potion yang aku beli.


“Tuan Loid!”


Keduanya datang bersamaan, aku sedikit terkejut mereka cepat sekali sampai. Nafas mereka sudah habis menuju kemari, dan kuberikan saja potion untuk mengembalikan stamina. Saat mereka sampai tentu tidak mungkin melihat iblis di sampingku,


“T..tuan Loid, bukan kah dia itu iblis?” tanya Rose


Keduanya mengambil ancang-ancang untuk bertarung, sihir siap dilepaskan, dan juga Celine tidak ingin kalah dengan mereka berdua. Ya, jika dilihat Celine cukup kuat untuk menghadapi Rosa dan Rose.


“Tenanglah kalian berdua, sekarang dia adalah sekutu kita” kata ku sambil memegang bahu kedua elf


“S..sekutu?”


Baiklah, sekarang tersisa beberapa hal yang harus dilakukan sebelum pulang ke rumah, hari ini benar-benar melelahkan jadi aku akan langsung tidur. Meski begitu ini sudah hampir malam, dan masih banyak yang belum di selesaikan.


“Haa, merepotkan sekali”


BERSAMBUNG....