ISEKAI WORLD IS HARD LIFE

ISEKAI WORLD IS HARD LIFE
PEMILIK PEMBALIK



(SATU TAHUN SEBELUM INSIDEN KUTUKAN TOKYO)


Misi dan misi, tak henti dari pagi hingga malam. Entah kenapa roh kutukan mulai banyak terlihat dan muncul ke permukaan.


Bukan hanya itu, kemunculan banyak roh kutukan tingkat tinggi dan spesial juga di konfirmasi.


Para penyihir roh mulai banyak pekerjaan dan kesulitan mengahadapi banyak misi. Tentu jumlah penyihir dan roh kutukan tidak sama, 4:6 untuk kami penyihir roh.


Jumlah penyihir roh lebih sedikit, dan keluarga penyihir roh juga tidak memperdulikan tentang roh kutukan yang mengancam nyawa orang lain.


Kini setiap keluarga penyihir roh hanya memikirkan tentang diri mereka sendiri, dimana mereka harus menjadi lebih unggul dibandingkan dengan keluarga lain.


"Dan aku mendapat misi lagi" ujarku


Siang setelah menyelesaikan misi, Pak Raise memberikan aku tugas lagi untuk memeriksa sekolah menengah di tengah Tokyo.


"Sialan, padahal orang itu bisa dengan mudah menyelesaikan misi ini. Kenapa harus aku?"


Saat bergumam kesal aku melihat seorang siswi yang berdiri di depan gerbang sekolah. Ia tampak menunggu dengan wajah menatap bumi.


Aku tidak ingin terlibat dengan anak-anak seumuran ku, bahkan aku bisa dianggap aneh nanti.


"Lebih baik aku mencarinya"


Misi untuk memeriksa kejadian janggal di SMA 2 Tokyo, dimana belakangan banyak siswa yang sakit dan absen.


Lalu beberapa hari yang lalu, seorang siswi meninggal karena bunuh diri dengan cara melompat dari atap sekolah.


"Tidak ada yang aneh"


Aku memeriksa semua area sekolah, satu jam lebih dan kembali ke depan gerbang.


Anehnya siswi itu masih disana, masih dengan pose yang sama. Membuat aku semakin penasaran, kudekati saja.


"Kau, sedang apa disini?"


Dia diam tidak menjawab pertanyaan ku, mungkin dia memiliki waktu yang buruk atau mungkin hal menyakitkan lain.


"Dia...dia mati, oleh makhluk itu" gumam siswi itu


Aku mendengar kata itu dengan jelas dan pikiran ku pasti sama. Makhluk itu merujuk pada suatu hal aneh bukan.


"Pulanglah"


Ia masih tidak membalas dan bergumam sendiri.


"Jika saja kami tidak menemukan benda itu, dia...dia!..."


Ia mengangkat kepalanya, dan menatap tajam pada mataku. Ia memastikan apakah aku makhluk hidup atau bukan.


"Siapa kau?"


"Ah, aku Loid. Lalu siapa namamu?"


Dia diam kembali, tidak menjawab pertanyaan ku.


"Haaa"


Aku menghembuskan nafas seraya melangkah kan kaki, membiarkan dia tetap tinggal disana sendirian.


...***...


(Siang Hari, SMA 2 Tokyo)


Tekanan yang berbeda kurasakan di area sekolah, siang menjadi berat dan panas. Bukan karena suhu dan tekanan mental saja, tapi sesuatu yang aneh juga muncul.


"Apa-apaan ini?!"


Saat aku melihat di lapangan sekolah, bahkan area lain sudah di penuhi oleh Roh Kutukan tingkat 1 dan 2.


"Maaf nak tapi siapa kau?" penjaga datang padaku


Aku menunjukkan surat penugasan padanya, dan ia pun memberikan izin. Setelah itu aku mendapat izin untuk masuk ke ruangan di dalam sekolah.


...***...


"Krak!"


"Khikkk!"


"Crakk!"


Suara yang mungkin tidak bisa di dengar oleh orang biasa, tapi bagiku ini adalah seperti neraka. Baik di dalam maupun di luar, roh kutukan dengan tingkat tinggi muncul menembus dinding dan atap.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


Itulah yang ingin aku tahu, sejak malam aku mencari tapi tidak menemukan jawaban yang jelas.


"Mungkin siswi itu tahu" pikirku


BERSAMBUNG....