
Pertarungan di ruang dimensi milik Iblis Dosa Besar, Leviathan telah berakhir. Loid yang berhasil keluar langsung menemui orang di istana kerajaan.
Namun ada hal aneh yang ia lihat setelah keluar, ia keluar tepat di tengah ibukota sama seperti awal ia masuk ruang dimensi.
Tapi seharusnya ibukota sudah hancur tak bersisa, kini sudah ada banyak rumah dan orang yang berkumpul.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" pikir Loid
Ia berpikir bahwa semua yang dilalui hanyalah mimpi, tapi dilihat dari tanah yang ia pijak bekas pembakaran api.
Orang-orang sekitar mulai melihat Loid sebagai orang aneh, tiba-tiba muncul dan bertindak mencurigakan.
"Maaf tuan, bisakah anda ikut kami untuk pemeriksaan?" seorang penjaga mendekati Loid
"Ah benar juga, baiklah aku akan ikut"
Loid tidak ingin membuat masalah, tapi di akhir dia meminta agar para penjaga menghantarnya ke istana kerajaan.
...***...
(Istana kerajaan Victim)
Penjaga yang awalnya membawa Loid sebagai tahanan kini melepasnya dengan sedikit malu.
Karena yang ia tangkap adalah salah satu orang yang membantu Pahlawan melawan Raja Iblis.
"Maafkan kami tuan, kalau begitu kami akan pergi sekarang"
"Ya tidak masalah, kalian hanya menjalankan tugas. Sekarang..."
Di depan gerbang istana Loid berdiri, melihat ke dalam istana. Banyak orang yang berkumpul, dan saat gerbang di buka Rose dan Rosa langsung memeluk Loid.
"Tuan Loid!" peluk Rosa
"Tuan Loid, anda baik-baik saja?"
"Ya, aku baik-baik saja"
"Hiks...hiks... kupikir anda sudah tiada, syukurlah anda masih hidup"
Helena dan Vina juga memeluk Loid, dengan mata berlinang air mata mereka tidak melepas Loid.
"Kalian semua terlalu berlebihan, aku baik-baik saja kok"
"Kemana saja kau selama ini? Kami pikir kau sudah mati?" tanya Vina
"Ah benar, aku habis melawan Iblis lain. Tapi itu hanya sebentar kok, buktinya aku sudah disini"
"Sebentar apanya, kau sudah hilang hampir satu bulan"
Loid memikirkan matang-matang perkataan Vina, tentang ia sudah pergi selama hampir satu bulan.
"Apa? Satu bulan?" Loid kaget
Setelah kembali Loid diperintahkan untuk membersihkan diri, dan di periksa oleh penyihir apakah ia benar-benar asli atau iblis.
Malam nya di ruang singgasana, Loid menceritakan semua hal yang ia alami.
Pertarungan melawan Leviathan, salah satu dari 7 Iblis Dosa Besar, di dalam dimensi miliknya.
Faktanya adalah pertarungan yang berlangsung selama beberapa jam di dimensi ruang, sebenarnya hampir satu bulan di dunia nyata.
"Begitu rupanya, jadi setelah melawan iblis Janembi anda di bawa paksa ke sihir ruang" ujar Raja Victim
"Tapi, 7 iblis dosa besar, ternyata mereka benar-benar ada. Lalu mereka datang untuk membunuh tuan Loid"
"Kalau begitu, Raja Iblis lain sudah pasti sangat memperhatikan tuan Loid sebagai musuh yang berbahaya"
Sebelum Loid muncul kembali sebenarnya sang raja dan para pahlawan sudah sepakat untuk membantu pahlawan di benua Bone, melawan Raja Iblis Satan.
Tapi dengan kemunculan Loid yang habis di serang salah satu bawahan Raja Iblis Satan, sudah di pastikan perang tidak akan terelakan.
"Tuan Loid, apakah anda akan melanjutkan perjalanan untuk mengalahkan Raja Iblis?" tanya Vina
"Tentu saja, kenapa?"
Vina tersenyum, ia melihat Helena dan berbicara tegas pada sang Raja.
"Yang mulia, tidak, ayah...kumohon izinkan aku dan Helena untuk mengikuti dan membantu Tuan Loid" tegas Vina
Semua orang tidak ada yang menentang, memang itulah pilihan yang terbaik. Sudah hampir 1 bulan penyerang iblis Janembi, dan tidak ada lagi serangan lanjutan.
"Haa, baiklah aku izinkan, tapi ingat...jangan mati, Putri ku"
"Baik ayah!"
"Tuan Loid, kumohon jaga putriku. Tolong bantu para pahlawan dan kalahkan semua Raja iblis" pinta sang raja
"Kalau begitu izinkan kami berdua juga ikut" tegas Rose
Helena dan Vina tersenyum dan merangkul kedua elf kembar,
"Tentu saja, bukankah kalian sudah berjanji" ajak Helena
"Kalau begitu besok kita kan ke benua Bone, kita kalahkan Raja Iblis Satan dan 7 Iblis Dosa Besar"
Di sisi lain Loid tidak mempermasalahkan tentang Raja Iblis atau 7 iblis dosa besar, tapi adalah fakta jika dia hilang hampir satu bulan lamanya.
"Sialan iblis kesombongan itu, berarti aku tidak makan selama berbulan-bulan?" pikir Loid
BERSAMBUNG....
[PENGUMUMAN]
"Kami segenap tim berterima kasih sekaligus meminta maaf pada semua pembaca yang sudah membaca dan mendukung novel ini, untuk bab selanjutnya akan terbit tanggal 31 Desember 2022. Terus dukung dan support novel kami ya!"