ISEKAI WORLD IS HARD LIFE

ISEKAI WORLD IS HARD LIFE
INSIDEN TOKYO



Kilas balik dari kehidupan sebelumnya Loid, misi sulit pertama sebelum bencana Raja Kutukan muncul.


(FLASH BACK, TOKYO)


Tokyo adalah salah satu kota di dunia ku sebelumnya yang berada di Jepang. Disana aku di pungut dan mulai belajar di sekolah penyihir roh.


Aku awalnya hanyalah anak gelandangan yang dijual dari negeri Timur lain, hingga sampai ke Jepang.


Ketika aku sampai di pelabuhan Jepang sebuah kesempatan kabur terbuka. Aku berhasil lari dan bebas, namun itu hanya sementara.


Beberapa hari tinggal di kota besar dan bising itu, tanpa uang dan keluarga, aku mulai putus asa. Berpikir bahwa lebih baik aku di jual dan dijadikan sebagai pekerja gelap saja.


Sampai ia datang, seseorang dengan pakaian aneh dan memakai kacamata hitam saat malam hari.


"Hei nak, apa kau mau menjadi penyihir roh?" tanya orang itu dengan memberikan roti bekas gigitannya


"Penyihir...roh?"


...***...


(Satu Tahun Kemudian)


"Ting...Ting...Ting..." dentingan pedang terdengar dari area latihan


"Haaa, rasakan ini!"


Latihan antara kedua murid jenius dan teknik kutukan terhebat di masa ini.


"Sangat hebat sekali kalian"


Seorang wanita yang merupakan senior ku di sekolah penyihir, bernama Yamato Maki.


Berasal dari keluarga besar penyihir roh, Yamato, senior Maki tidak bisa menggunakan teknik kutukan.


Sebagai ganti dari itu dia memiliki kekuatan dan fisik yang luar biasa. Dengan kekuatan itu ia menggunakan Senjata Kutukan sebagai penyihir roh.


"Hanya latihan pagi kok, Maki" ujar kak Yuta


Yuta Okutsa adalah senior ku yang lain, disebut sebagai penyihir roh terhebat di zaman ini.


Ia memiliki kemampuan "Manipulasi Kutukan", dengan kutukan yang ia kalahkan dan di jinakan digunakan untuk melawan kutukan jahat lain.


Namun kutukan terkuatnya adalah Ratu Kutukan, "Medusa". Sebuah kutukan yang mampu menghancurkan kota dalam satu malam.


"Selamat pagi senior Maki" sapa ku


Aku sendiri disebut sebagai penyihir roh jenius, karena dengan energi kutukan yang melimpah mampu menggunakan semua jenis teknik kutukan.


Benar, teknik ku hanyalah "Copy" dan "Improvisasi". Copy adalah teknik meniru teknik kutukan lawan baik dari penyihir roh ataupun roh terkutuk.


Syarat menggunakan Copy sendiri adalah aku harus menyentuh sang pengguna dan melihat teknik kutukan yang di lepaskan.


"Improvisasi" adalah teknik yang aku pelajari sendiri dengan tujuan untuk menambah kekuatan dari teknik copy.


Ketika selesai meng-copy lawan aku menggunakan Improvisasi untuk menambah kekuatan serangan yang sama menjadi 2 kali lipat.


"Yuta, ayo kita berlatih"


"Eh tapi..."


Meski Kak Yuta adalah penyihir terhebat, mampu mengendalikan kutukan ia juga bisa bertarung jarak dekat.


Tapi itu semua tidak setingkat dengan kak Maki, ia selalu kalah saat bertarung dengan kak Maki menggunakan Senjata Terkutuk jika tidak serius.


"Kalau begitu kalian berdua saja menyerang bersama" tantang kak Maki


"Kak Yuta?"


"Kau tahu sendiri Maki bagaimana bukan, jika belum diladeni dia tidak akan berhenti"


"Baiklah..."


Kami mulai bersiap menyerang kak Maki, tapi kecepatan yang di keluarkan membuat kami terkejut.


Dengan senjata tombak kak Maki mengambil langkah pertama. Kami berdua bahkan harus berpisah jarak karena serangan kak Maki.


"Tak, tak, tak"


Kak Yuta dan Kak Maki mulai bertarung,


"Ayo kita bersenang-senang Yuta!"


Dengan wajah cantik namun senyum dingin dan tajam, membuat kak Maki menjadi menyeramkan.


"Loid!" teriak kak Yuta


Tentu aku tahu maksud kak Yuta, karena kami berdua adalah satu tim, komunikasi kami saling terjalin.


"Gama!" aku mengeluarkan teknik kutukan


Jika kau mau mengalahkan kak Maki, maka kau harus serius, jika tidak tubuhmu akan sakit semua.


"Oh, teknik milik Megumi kah? Inikah kekuatan si peniru"


"Sedikit menyebalkan harus di bilang peniru, tapi aku harus menang!" teriakku


"Bagus sekali!, krak!"


Kak Maki mematahkan tombak miliknya menjadi dua, dan dengan cepat ia melemparkan salah satu bagian ke arahku.


"Ambil ini!, syungg!"


Kayu tombak itu mengarah dengan kecepatan penuh ke wajahku,


"Apa?!"


Aku menghindari tombak itu disaat terakhir, namun itu hanyalah pancingan.


"Kena kau!"


Secara cepat kak Maki berada di depanku, dan melancarkan banyak serangan.


"Buak, bak, bak, buk"


"Akh, aw, aduh!"


Aku tumbang dengan cepat, memang saat ini aku masih belum bisa seimbang dengan kak Maki.


Di tengah latihan itu, guru sekaligus orang yang memungut ku datang, Pak Hajime, The Six Eyes.


"Yo, sepertinya kalian sedang bersenang-senang ya"


"Pak Hajime, ada apa?"


"Kita semua mendapat misi" ujar pak Hajime


"Kalau begitu aku akan lanjut latihan sendiri" kak Maki bersiap untuk pergi


Namun ucapan pak Hajime memang masih kurang jelas, saat kami berpikir kalau tim ku saja yang mendapat misi.


"Kau mau kemana Maki?"


"Hah, bukan kah kalian ingin pergi menjalankan misi?"


"Tentu, tapi kau juga ikut, bukan hanya kau tapi semua penyihir roh ikut"


Mendengar hal itu kami sedikit terkejut, memang misi apa yang melibatkan semua penyihir roh.


"Semua..."


"Penyihir roh..."


"Ikut?"


BERSAMBUNG....