
(Satu Minggu Kemudian)
Pertemuan dengan iblis tujuh dosa besar itu membuat kami kaget, beruntung ia tidak menyerang.
Meski begitu alasan ia datang adalah karena diriku, oleh karena itu Helena dan Vina langsung menuju ibukota untuk bertemu dengan pahlawan Benua Bone.
Aku sendiri tetap berada di kota Van, kota sebelum ibukota. Sudah hampir tujuh hari kami menetap disini, dan melihat keadaan aku memutuskan untuk tinggal lebih lama.
Rosa dan Rose juga ikut tinggal dengan ku, kami menyewa penginapan untuk satu bulan, dan untuk nafkah kebutuhan kami memutuskan untuk menjadi petualang.
Beberapa hari setelah kami menetap, kami pergi ke guild petualang untuk mendaftar.
Awalnya aku ingin solo, namun tidak bisa aku tinggal kedua elf ini di luar. Menyuruh mereka bekerja juga mungkin hal bagus, tidak mungkin mereka hanya tinggal di penginapan.
Juga, ada satu masalah lain. Aku tidak bisa menggunakan sihir, karena itu aku berbohong bahwa aku adalah seorang Swordman.
Beruntung dengan adanya Rosa dan Rose yang memiliki sihir berlevel tinggi, aku di izinkan untuk membuat party dan bisa mengambil misi.
“Halo tuan Loid” sapa Resepsionis Guild bernama Karin
“Pagi Karin”
“Seperti biasa, kalian sangat dekat ya”
“Haaa”
Benar, karena wajah dan bakat dari elf kembar ini, mereka langsung menjadi terkenal di guild. Dan baru beberapa hari berlalu, rank kami sudah langsung naik.
“Apa ada quest untuk rank D?”
“Tentu saja, biar aku lihat”
Di dunia ini petualang di bagi menjadi beberapa peringkat, dari F sebagai terendah sampai S sebagai tingkat tinggi.
Setiap orang hanya bisa mengambil quest sesuai peringkat mereka,
“Yah, aku juga tidak ingin menjadi terkenal”
Hampir sama di dunia sebelumnya, penyihir roh juga ada beberapa tingkat, dari tingkat 5 sampai tingkat Spesial.
“Hari ini kami memiliki misi penghantaran, misi pembasmian goblin, dan pemantauan desa. Misi apa yang anda ambil Tuan Loid?”
“Kalian ingin melakukan misi apa, Rosa, Rose?”
“Kami hanya mengikuti Tuan Loid, entah apa pun itu”
Seperti biasa mereka selalu menghormati ku,
“Kurasa pembasmian goblin saja, tapi misi apa itu pemantauan desa?”
“Belakangan ini, monster banyak berkeliaran di sekitar desa Van, kami masih menyelidiki kenapa mereka begitu agresif”
Aku teringat dengan kejadian di benteng Victor, tentang segerombolan monster tingkat tinggi menggila karena batu pengendali.
“Apa itu ada hubungannya?” pikir ku
Namun itu tidak ada kaitan nya dengan ku, cukup menyelesaikan misi ini saja.
“Terima Kasih Karin, Ayo Rosa, Rose”
“Baik Tuan Loid” jawab serentak
...***...
(Persembunyian Goblin, Area Hutan Kematian)
Kami sampai tidak sampai setengah jam karena sihir angin dari Rose, tak ingin membuang waktu kami langsung melaksanakan misi.
“20…25, 26. Jumlah mereka ada 26, 5 goblin penyihir, 2 goblin pemanah, dan 1 hob goblin”
Menggunakan teknik pemanggilan, Garuda mengintai situasi dari udara. Yah, sebenarnya kami bisa mengalahkan nya dengan cepat, tapi menilai situasi adalah hal penting.
Mungkin, satu goblin lolos dan bersembunyi di belakang kami, mengambil kesempatan membunuh disaat pandangan hilang,
“Lebih baik kita akhiri segera, kalian hanya boleh menggunakan sihir angin ya, karena kita butuh bagian tubuh mereka untuk bukti ke guild” jelas ku
“Baik Tuan Loid”
BERSAMBUNG...