ISEKAI WORLD IS HARD LIFE

ISEKAI WORLD IS HARD LIFE
TIDAK BERBAKAT 2



(Stasiun Kereta, Tokyo)


Ribuan orang berada di tempat yang sama, sangat sesak sekali. Menunggu orang di tempat yang ramai, membuat aku pusing.


"Kemana orang itu?" aku memegang papan nama


Aku melihat handphone lagi untuk memastikan, gambar orang yang datang sebagai tamu terhormat.


"Halo Tuan, apakah anda penyambut kami"


Seorang pria tua bertanya padaku, ia seperti nya salah satu bawahan dari orang yang aku tunggu.


Rambut putih dengan membawa tongkat kayu, jika di lihat dari luar dia sangat lemah, namun aku tahu energi nya tidak biasa.


"Kakek, kau jangan pergi sendirian"


Perempuan berlari ke arah pria tua itu,


"Oh, apakah kau orang yang menjemput kami?"


Perempuan dengan umur 20 tahun, berambut panjang dan hitam, bibir nya sangat lembut dan paras wajah cantik.


"Apakah anda Nona Angelica?"


Ia melihat ku, memandangi seakan tidak percaya apa yang terjadi.


"Apakah hanya kau saja yang menjemput kami?"


"Ya begitulah"


Keduanya terkejut,


"Begitu ya, kurasa ayah masih sama seperti sebelumnya"


"Jangan khawatir nona, tuan pasti memiliki banyak urusan, jadi ia tidak sempat untuk datang"


Aku tidak mengerti arah pembicaraan, tapi ada yang aneh dari kedatangan mereka. Tak ada pengawalan, hanya ada mereka berdua, dan juga aku sejak tadi tidak merasakan atau mendapat pesan jika ada bantuan untuk misi ini.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" pikir ku


"Juga, kenapa ayah menyuruh anak kecil seperti dia yang menjemput kita?"


Perkataan nya sedikit melejit,


"Maaf kan saya, tapi kita bisa berbicara saat di perjalanan"


Tak ada sopan santun ia langsung pergi,


"Maaf kan nona, Tuan. Tapi seperti yang anda lihat, nona adalah salah satu putri tidak sah dari petinggi di klan Yamazaki"


"Ap..apa?"


Jadi begitu, ini alasan dia tidak memiliki banyak pengawal, bukan karena sebagai penyamaran tapi dia...dijadikan umpan, tidak...bidak.


Melihat lagi, hanya aku yang menjadi pengawal.


"Sialan, ini sama saja dengan misi mustahil"


...***...


(Rumah di Pinggiran, Tokyo)


Rumah tua yang sudah lama tidak terpakai, usang dan sedikit kotor.


"Nona, apakah kita menginap di hotel saja?" saran dari kakek tua


"Tidak apa, kek. Kita tidur disini saja, tempat ini lebih baik dari tempat tinggal kita sebelum nya" jawab sang gadis dengan senyuman


Jarak sekolah roh dengan rumah ini cukup jauh, karena harus memutar, tapi tugas ku adalah menjaga nya jadi aku harus tetap bersama.


"Kalau begitu, saya akan membawa perlengkapan nona ke dalam"


"Tunggu...apa kau juga akan tinggal disini?"


"Jika memang diperbolehkan saya akan tinggal disini, karena menjaga nona adalah tugas saya"


"Tidak perlu, kau pergi saja. Kakek sudah cukup untuk menjaga ku"


"Tapi nona, semakin banyak orang semakin baik. Dan kita tidak tahu bahaya apa yang mengincar..."


"Aku tahu...kakek, aku sudah tahu..."


Suasana ini sedikit canggung, entah masalah apa yang terjadi, pasti ini adalah karena para petinggi penyihir roh.


Tak lama ia pergi ke kamar nya, tidur tanpa makan malam. Lapar dan lelah sudah pasti ia rasakan, namun ia selalu menahan nya.


"Bocah..."


Seketika sikap pria tua itu berubah,


"Ya...ada apa?"


"Aku tidak tahu apa yang di rencanakan oleh orang itu, tapi aku akan mengawasi mu. Para penyihir roh di kota ini tidak dapat di percaya"


"Haa, sebenarnya saya tidak peduli dengan urusan kalian, saya hanya menjalan tugas saja, setelah satu bulan dari sekarang aku akan pergi"


"Baguslah, tapi sebelum itu...kau adalah penyihir roh bukan? Seberapa kuat kau?"


Tidak kusangka dia bertanya hal seperti itu,


"Aku tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah"


...***...


(Pagi hari, Kediaman Angelica)


"Pagi kek"


Angelica turun dari kamarnya, menuju ruang makan.


"Selamat pagi, Nona Angelica" sapa ku


"Tenyata kau sudah ada disini"


Tentu saja, meski aku bilang akan menginap di hotel, aku tidak lakukan itu. Aku berpatroli di sekitar rumah tadi malam, berjaga dari serangan musuh.


"Tapi..."


"Hei, aku dengar kau adalah penyihir roh?"


"Ya, nona"


"Apa kau kuat? Ngomong-ngomong kakek juga adalah penyihir roh, dia di tingkat 3, sangat kuat"


"Begitukah? Hebat sekali"


"Lalu, bagaimana dengan mu? Apa tingkat mu?"


"Aku...tidak bisa mengatakan itu. Tapi nona sangat tahu tentang penyihir roh ya"


Raut wajah nya berubah,


"Ya, dulu aku kagum dengan penyihir roh karena ayah ku adalah salah satunya, tapi setelah ibu meninggal ia berubah...saat itu juga aku membenci penyihir roh"


"Maaf kan saya menanyakan hal ini"


"Tidak...tidak masalah"


...***...


(SMA 1 Tokyo)


"Semua persiapan telah selesai, target akan datang sebentar lagi" telpon nya


"Bagus, bunuh iblis itu..." pesan dari seseorang di balik bayang


Mata memancar di kegelapan, rencana kejahatan untuk membunuh iblis? Menggunakan jasa dari sekte Jahat, ia melakukan semua nya demi diri sendiri.


"Hee, ternyata sekte sesat Roh juga ikut campur" dengan teropong Taro melihat pergerakan musuh nya


"Tapi bisa aku bisa memanfaatkan ini, tidak perlu banyak bergerak"


Namun ia berpikir ada sesuatu yang janggal,


"Namun ini aneh, kenapa dari tadi aku tidak melihat pergerakan Sekolah Roh atau Para Penyihir roh?"


Kebingungan itu membuat ia khawatir, mungkin akan ada jebakan di sisi lain.


"Apa mungkin orang itu datang?" bisik nya


Tiga kubu akan mengincar satu target, pertempuran antar penyihir roh dan non penyihir. Dimana pertempuran ini akan menjadi titik balik bagi Loid, yang membuat nya sadar akan kekuatan itu.


BERSAMBUNG.....