
(Ibukota Victim)
"Tuan Loid, disini tempat menjual batu sihir"
Aku, Rose dan Rosa berada di ibukota untuk membeli batu sihir.
"Baiklah, sepertinya kalian sudah tahu tentang ibukota ini ya?"
"Ya, karena kami sering membantu para pelayan istana. Jadi kami sering pergi ke ibukota"
"Kalau begitu hari ini aku serah kan pada kalian"
...***...
(Didalam Toko)
"Selamat datang Tuan dan nona, apa yang bisa aku bantu?"
"Kami mencari batu sihir paman, apakah ada?"
"Oh tentu saja ada. Jenis sihir apa yang anda cari?"
"Hem, aku butuh batu sihir api, air dan angin, lalu 5 air penyembuh"
"Baiklah, akan aku siapkan"
Saat penjual menyiapkan pesanan kami, aku melihat-lihat toko. Kami bertiga berpencar, mengelilingi toko.
Sebuah gulungan tua menarik perhatian ku,
"Paman, gulungan apa itu?"
"Oh itu adalah gulungan sihir kuno"
"Sihir kuno? Apa sihir itu bisa di simpan juga?"
"Tentu saja, jika sihir elemen bisa di simpan ke batu sihir, sihir kuno bisa di simpan pada gulungan sihir"
Aku pun mendapat sebuah informasi dan ide, tentang sihir di dunia ini menarik.
"Baiklah ini dia tuan, batu sihir dan air penyembuh"
"Berapa semua nya pak?" tanya Rose yang maju ke depan
"Tuan Loid, untuk tawar menawar biarkan kakak yang urus" ujar Rosa
"B..baiklah"
"Semua nya 31 koin emas nona"
"Terlalu mahal pak, apa bisa di kurangi?"
"Tidak bisa nona, ini adalah harga pasar. Bahkan di toko lain pun batu sihir di hargai 10 koin emas, dan untuk air penyembuh aku kasih kalian diskon"
"Tapi ini masih terlalu mahal, bagaimana jika di kurangi satu koin emas?"
"Itu tidak bisa nona"
Aku melihat Rose dan Rosa yang berkeliling berhenti pada tingkat sihir itu. Tentu aku ingin memberikan mereka berdua hadiah karena sudah banyak membantu ku.
"Baiklah tuan, jika begitu aku setuju"
"Terima kasih paman" kata ku sambil tersenyum
...***...
Setelah berbelanja kami bertiga setuju untuk makan siang bersama.
"Kami pesan, tiga daging panggang dan sup roti. Untuk minum aku ingin teh panas, bagaimana dengan kalian?"
"Aku air putih saja tuan Loid"
"Saya juga sama tuan"
"Dua susu hangat dan tiga gelas es air putih. Itu saja untuk sekarang"
"Eh tuan Loid? Anda tidak perlu memesan sebanyak itu"
"Tidak masalah, aku mendapat banyak uang dari membunuh monster di hutan"
"Terima kasih tuan Loid"
Sebelum makanan datang aku memberikan hadiah pada mereka berdua,
"Benar juga, ini untuk kalian" aku memberikan tongkat sihir yang aku beli pada elf kembar
"Untuk..."
"Kami?"
"Ya, anggap saja ini hadiah untuk kalian"
Keduanya mengambil tongkat sihir pemberian, tak lama air mata mengalir dari mata mereka.
"Terima kasih Tuan Loid, anda benar-benar sangat baik hati"
"T...tunggu, kenapa kalian menangis?"
"Benar, terima kasih tuan Loid. Ini adalah hadiah pertama kami, tongkat singkat ini sangat berarti bagi kami"
"Benarkah, kalau begitu syukurlah. Aku sangat senang kalian menerima nya"
Tentu aku tidak hanya memberi sembarang hadiah, banyak orang bilang jika menggunakan tongkat sihir, sihir mereka akan bertambah kuat.
Artinya, tongkat sihir adalah perantara dan penambah kekuatan seorang penyihir. Itulah alasan ku memberikan hadiah, agar bisa lebih membantu ku di masa depan.
Baru baru ini aku pun sadar jika aku lebih mengandalkan orang lain. Sebuah perasaan yang tidak pernah aku belakangan.
Aku dulu hanya bekerja sama dengan Yuta, namun akhir nya kami lebih sering bertarung sendiri. Sampai kami semua mati, kami penyihir roh adalah orang yang kesepian.
BERSAMBUNG....