
Bintang bertabur di langit malam, kami mendirikan tenda di hutan dekat benteng perbatasan Benua Bone.
Masih jauh untuk mencapai ibukota, dan sudah hampir sepuluh hari kami melakukan perjalan berlima.
Aku dan mereka membentuk party sementara, padahal awalnya aku ingin pergi sendiri, aku tidak ingin dengan keramaian.
“Itu pikirku…tapi….”
“Tuan Loid, ini makananmu” beri Rose
“Terima kasih”
Rose dan Helena memasak makanan, sementara Rosa membangun tenda, untuk Vina ia mengambil air di sungai.
“Aku sendiri yang tidak ada pekerjaan”
“Tidak apa Tuan Loid, karena kami yang meminta untuk ikut denganmu, jadi kami siap melakukan apapun”
Aku tahu itu seperti kewajiban bagi mereka untuk mematuhi perkataanku, namun di sisi lain aku tidak ingin melakukan dan memerintah seseorang.
Prinsip dari Penyihir Roh adalah kebebasan, dan aku sudah lama merasakan itu.
Tapi sejak datang ke dunia ini, kebebasan untuk melakukan sesuatu pada diriku semakin melemah.
“Aku butuh kegilaan, aku butuh lawan yang lebih kuat”
Ketika memikirkan itu aku teringat pada satu makhluk yang sangat liar dan gila, pemikiran ku tadi sama dengannya.
“Apa yang aku pikirkan?”
Sejak aku mengalahkan Abbadon, aku merasa haus akan pertarungan liar seperti dulu lagi.
Sensei masih hidup dan beberapa penyihir selamat, dan untuk “dia” aku tidak tahu apakah dia dieksekusi atau tidak. Dan Yuta, aku tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak.
Kami berkembang bersama, melakukan misi bersama, meski pada akhirnya harus berjalan sendiri.
“Ngomong-ngomong soal berkembang, Helena, Vina, saat ini level kekuatan kalian sudah mencapai mana?” tanya ku
“Ada apa Tuan Loid tiba-tiba bertanya?”
“Benar juga, Status Open!”
Kata-kata yang sering aku dengar dari otaku game, ketika ia berfantasi ke dunia lain.
“Setelah mengalahkan Janembi, statusku meningkat, sekarang levelku 74” jelas Vina
“Kalau aku sekarang, berada di level 80 dan mendapat skill baru”
Begitu rupanya, aku dengar untuk meningkatkan level harus mengalahkan monster lebih dulu.
Tapi tidak hanya monster, Iblis juga termasuk, kalau begitu bagaimana dengan membunuh manusia?
“Bagaimana dengan kalian, Rose, Rosa?”
“Woow, itu hebat, aku sendiri baru melihat ada orang biasa yang memiliki level kekuatan yang besar”
“Memang nya itu sangat hebat?”
“Eh, Tuan Loid, di dunia ini hanya sedikit orang yang memiliki level di atas 50, kecuali para penyihir agung dan Raja Iblis berserta bawahannya”
“Ngomong-ngomong, level tuan Loid berapa?”
“Kurasa, Tuan Loid sudah mencapai level 80 ke atas”
“Benar, mungkin sudah level 90”
“Kalian ini…bagaimana mungkin, aku saja tidak tahu jika ada hal semacam itu”
“Tidak mungkin aku mengatakan tidak tahu tentang status dan level di dunia ini bukan”
“A..ayo kita coba, Open Status!”
Awalnya kupikir tidak bisa, tapi ternyata sebuah layar muncul di depanku. Layar yang sama saat aku melihat Helena bertarung dengan Janembi.
“L…level 20?!”
“Level 20, mustahil! Tidak mungkin”
“A..apakah ada yang salah?”
“T..tidak, hanya saja…”
Wajah mereka terlihat heran dan bingung, tapi aku akhirnya aku tahu jika alasan yang benar adalah bagaimana mungkin orang dengan level 20 mengalahkan Raja Iblis.
“Begitu rupanya, sekarang aku mengerti. Sejak awal aku tidak memiliki sihir, mungkin ini adalah batas dari kekuatanku”
“Maksud Tuan Loid? Level anda sudah tidak bisa naik lagi?”
“Begitulah, mungkin karena aku adalah pengembara dari negeri lain, disana kami melatih teknik kami, bukan sihir”
Alasan yang aku buat-buat sangat tidak masuk akal, apakah mereka akan percaya.
“Begitu rupanya” jawab ke empat serentak
“Syukurlah” legaku
“Lalu untuk Vina, apa kau juga mengamuk saat pertempuran melawan pasukan iblis?”
“Yaa, waktu itu aku sama dengan Helena, emosi ku meluap dan kekuatan ku keluar dengan sendirinya”
“Sama seperti Helena? Apakah dia juga mencapai level 99?”
BERSAMBUNG....